Di Landak Dinas Pendidikan Dan PU Kena Sidak BNN

poto: Dalam ruang, Pol-PP Melakukan Mengaman dalam Sidak BNN didinas PU dan Pentaan Ruang Kab.Landak

Landak ( SOROT POST)- BNN Cabang Bengkayang  Kalbar, selasa (18/6/19)  sekitar pukul 08:00 melakukan Sidak  di dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Landak pagi tadi dengan dikawal ketat oleh petugas Satpol-PP.
Instansi Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang Kabupaten Landak ternyata tidak luput dari target BNN Cabang Bengkayang Kalimantan Barat, yang disinyalir setiap ASN dilakukan test urin oleh pihak BNN dan Dokter.
Sidak yang dilakukan oleh pihak BNN secara tiba-tiba di dua instansi Pemerintahan Kabupaten Landak, dan hal ini seperti terlihat pantauan oleh awak media ini, beberapa petugas Pol-PP diluar dan didalam ruangan yang berjaga-jaga.
Menurut Ya.Yadi   bidang keamanan dan ketertiban umum, satuan POl-PP yang diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pengawalan BNN agar kegiatan test urin yang dilakukan oleh BNN berjalan dengan lancar, aman dan tertib, Pol-PP diperintahkan untuk mengawal pihak BNN.
poto: Di pintu masuk Pol-PP berjaga-jaga kawal BNN Sidak Di dinas PU

"Pol-PP yang diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pengawalan agar proses test urin yang dilakukan oleh BNN agar berjalan dengan lancar maka diterjunkan 14 orang Pol-PP, dan  Kita berharap ASN korperatif saja  dalam pemiriksaan dan kalau kita tidak memakai narkoba, kenapa harus takut untuk diperiksa, oleh sebab itu saya imbaukan ya jangan coba-coba untuk mengkonsumsi narkoba," harapnya.
Sedang ditempat yang terpisah menurut Pihak BNN, Wahyuni saat di konfirmasi, di dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Landak menyebutkan,Pihak BNN Cabang Bengkayang hari ini Sidak Test Urin Narkoba di dinas Pendidikan  berjumlah 44 orang dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 66 orang dengan total 110 orang dan sudah mencapai target.
wahyuni menyebutkan juga, sidak test urin bagi ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Landak, dengan dilibatkan, bidang P2M dan Bidang Rehap, dan pihak dokter.
"Nanti setelah ditest urin setiap ASN dan langsung juga diketahui hasilnya, dan hasilnya apakah positif dan negatif datanya akan diserahkan ke kepala dinas yang bersangkutan, " terang Wahyuni.
Wahyuni enggan menyebutkan berapa orang yang terindikasi, kendati, masih dalam proses, dan apakah ada pihak ASN di instansi yang bersangkutan positif menggunakan narkoba maka pihak BNN melakukan pemanggilan, dan itu tergantung dari kepala dinas yang bersangkutan, tambahnya. (Nes)

Pasang Iklan Murah Hanya Disini !