Kamis, 02 Mei 2019

Sorot Post

Aksi Damai Nelayan Togok Dan Kelong Demo Dikantor Gubenur Kalbar

 

poto: Ratusan Nelayan Demo Dikantor Gubenur Kalbar

Pontianak (SOROT POST)-Ratusan warga yang tergabung di dalam kelompok nelayan, Kecamatan Sungai Kunyit, yang terdampak Pembangunaan Terminal Internasional Kijing, menggelar aksi demo menuntut ganti rugi togok dan ganti rugi pendapatan nelayan di kantor Gubernur Kalbar Kamis,(02/04) pukul 09.55 wib.

Para pendemo mendatangi kantor Gubernur Kalbar dengan berjalan kaki, membawa sejumlah spanduk, megaphone dan mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian Polresta Pontianak.

Kedatangan para pendemo yang dikomandoi oleh Rizal selaku koordinator Kelong Tancap, Kecamatan Sungai Kunyit. disambut langsung oleh gubernur Kalbar Sutarmidji, didepan gubernur Rizal menyampaikan keluhan dan tuntutan. Kalau selama ini setiap pemilik togok hanya mendapatkan ganti rugi Rp 12, juta dan atas ganti rugi tersebut Rizal mengaku belum memenuhi harapan para nelayan.

"Uang ganti rugi yang diberikan oleh pihak PT Pelindo II kepada pemilik togok belum memenuhi harapan para nelayan. Oleh sebab itu, hari ini saya bersama teman-teman nelayan menggelar aksi damai untuk meminta konfirmasi dan pengaduan kepada bapak gubernur. Dengan adanya aksi demo ini semoga apa yang selama ini diharapkan oleh teman-teman nelayan bisa terwujud sesuai harapan para nelayan,"ujar Rizal.

Kami Nelayan merasa belum puas atas keputusan tim terpadu PDSK dan tim appraisal dalam memutuskan atau menilai ganti rugi dan kami pada tanggal 4 April 2019 hari Kamis kemarin karena tidak ada musyawarah. buruh nelayan togok dan kelong menuntut PT Pelindo II untuk serius dalam menangani nasib kami sebagai buruh Kerja.

"Bagaimana kedepannya nasib kami sebagai nelayan togok dan kelong Kalau kami sudah tidak bisa beraktivitas atau bekerja di laut lagi,"ucapnya.

Penyampaian pernyataan sikap dari Soldamapar :

1. Tegakkan UUD 1945 ayat (2)

2. Dalam 7 hari kedepan jika tidak adanya mediasi secara formal yang dilakukan oleh tim APPRAISAL dan TIM TERPADU yang melibatkan keseluruhan dari buruh nelayan khususnya Kelong dan Togok di Sungai Kunyit serta menindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan mereka terkait transparansi aspek-aspek apa saja yang dinilai dalam proses mendapatkan nilai ganti dari Togok dan Kelong, maka kami SOLMADAPAR akan kembali melakukan aksi sampai terlaksananya mediasi tersebut.

Menanggapi, adanya aksi demo yang dilakukan oleh para nelayan Sungai Kunyit. Gubernur Kalbar Sutarmidji, kepada sejumlah wartawan mengatakan, akan mencarikan solusi keluhan dan tuntutan para nelayan."saya akan mencarikan solusi apa yang dituntut oleh para nelayan dan para pemilik togok.bagi warga yang belum menerima ganti rugi dan belum mau menerima uang ganti rugi saya sarankan untuk dimediasi melalui pengadilan, setelah ada keputusan pengadilan itu yang akan menjadi dasar PT Pelindo membayar kepada masyarakat.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat sudah datang ketempat ini untuk menyampaikan aspirasinya dan tuntutannya. Saya juga minta kepada masyarakat Nelayan Togo dan Kelong untuk di siapkan 4 orang perwakilan untuk saya mediasi dengan PT. Perindo II, kedepannya satu kesepakatan ke Koperasi TKBM nanti tenaga kerjanya harus dari masyarakat Sungai Kunyit. Saya juga meminta sekitar 30 orang yang memenuhi syarat untuk membuka pelatihan satpam gratis untuk di pekerjakan di PT Pelindo,"pungkasnya. (Dri)

Sorot Post

About Sorot Post

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :