Selasa, 02 April 2019

Diduga Ketua KSU Gagas Batuah Ngabang Gelapkan Dana Penjualan TBS Ratusan Juta Rupiah

poto: Tandan Buah Sawit

Landak (SOROT POST)-Ketua KSU Gagas Batuah Ngabang, SD, 45 warga Dusun Ladangan Desa Amboyo Selatan Kecamatan Ngabang, harus berurusan dengan Polsek Ngabang, Senin (1/4). Dia dilaporkan oleh  Ketua Badan Pengawas KSU Gagas Batuah Ngabang lataran menggelapkan uang hasil penjualan Tandan Buah Sawit (TBS) milik anggota KSU untuk periode bulan Juni, Juli dan Agustus 2018 lalu. Nilai kerugian mencapai Rp. 812 juta.
Kasus penggelapan uang hasil penjualan TBS itu berawal dari aktivitas SD yang mengambil cek hasil penjualan TBS disalah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. SSS yang bermitra dengan KSU tersebut di areal Desa Pak Mayam Kecamatan Ngabang.Pengambilan cek itu biasa dilakukan SD setiap pertengahan bulan. Setelah itu, cek tersebut kemudian dicairkan di Bank Mandiri tanpa didampingi bendahara KSU.

poto:Tersangka inisial SD Ketua KSU Gagas Batuah Diamankan Polsek Ngabang


Berdasarkan hasil kesepakatan seluruh anggota KSU, uang penjualan TBS akan dibagikan pada setiap 3 bulan sekali. Namun saat jatuh tempo hingga Setember 2018 uang tersebut tak kunjung ada.

Menunggu proses penyelesaian dengan harapan uang tersebut akan diganti, telah terjadi dua kali mediasi dengan dibuatnya surat pernyataan. Namun dikarenakan tak ada itikad baik untuk mengganti, akhirnya SD dilaporkan ke Polsek Ngabang. Diapun kini SD mendekam di rutan Polsek Ngabang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Menurut keterangan Panit 2 Reskrim Polsek Ngabang Bripka Sugiyanto mengatakan, sesuai pengakuan SD, dia telah menggunakan uang milik Koperasi untuk berjudi. Rencana SD, dengan uang kemenangannya bermain judi, nantinya akan dipergunakannya untuk menutupi kekurangan hasil panen di tiga wilayah yang minim hasil panen dan tidak ada yang menghasilkan dari delapan wilayah naungan KSU Gagas Batuah.

"Itu menurut pengakuannya. Yang pasti dia telah menggelapkan uang koperasi. Kita akan kenakan Pasal penggelapan dengan pemberatan sesuai Pasal 374 KUHP dengan ancaman pejara paling lama lima tahun," jelas Sugiyanto.

Ditemui diruang kerjanya, Kapolsek Ngabang Kompol Ida Bagus Gede Sinung membenarkan kasus penggelapan uang itu.

"Pada dasarnya pihak pelapor tak ingin bermediasi lagi. Sebab, tidak ada tanda-tanda itikad baik. Makanya pihak pelapor ingin kasusnya diproses sesuai hukum yang berlaku," ungkap Sinung. (rilis/irwanto)

Menerima Semua Jenis Pemasangan Iklan