Sengketa Kebijakan PT.SMS Memberi BHR Pada Pemborong Menuai Masalah

poto :Pertemuan antara PT.SMS,Serikat Buruh, Depnaker dan Sekda Kab.Landak

Landak (SOROT POST)- Pertemuan upaya untuk penyelesaian dari sisi hubungan industrial agar tercapai kondisi yang harmonis dan baik antar perusahaan dengan tenaga borongan PT.SMS tentang Bantuan Hari Raya (BHR) yang diterima oleh pihak tenaga borongan pada desember 2018 lalu menuai sengketa, permasalahan tersebut akan diselesaikan melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Landak , kamis sore kemarin tanggal 31 Januari 2019 di Disnaker Kabupaten Landak.
Bersadarkan pantauan media ini, kamis sore saat puluhan serikat buruh memadat dinas Depnaker dan saat dikonfirmasi kesalah satu serikat buruh yang enggan disebut namanya menyampaikan bahwa belum ada putusan pertemuan rapat   lantaran situasi dan kondisi pada kamis sore kemarin tidak terkendali.
Sengketa antara PT.SMS dengan Tenaga kerja borongan yang dipicu oleh masalah pemberian bantuan hari raya Natal pada tahun 2018 lalu oleh PT.SMS dengan tenaga kerja borongan.
Saat dikonfirmasi ke Pihak PT.SMS melalui Deni selaku HRD PT.SMS, menyebutkan pada media ini (1/2/19) malam,  untuk karyawan PT.SMS pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), Perusahaan PT.SMS memberi THR sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku sedangkan pemberian Bantuan Hari Raya (BHR) bagi karyawan Borongan diberi sesuai dengan kebijakan Perusahaan PT.SMS.
"Saya bingung kenapa Tahun ini, dipermasalahkan, tahun-tahun lalu tidak dipermasalahkan, untuk pemberian BHR tenaga borongan sudah sesuai dengan kebijakan kami, dan untuk THR karyawan kerja tetap sudah kami berikan sesuai dengan ketentuan,"tutur Deni.
Deni juga menyayangkan rapat pertemuan sengketa penjelasan permasalahan tunjangan hari raya tahun 2018  pada hari kamis, 31 Januari 2018 lalu banyak pihak yang dilibatkan yang tidak tahu persoalan pokoknya.
"Kami hadir pada waktu itu, tapi karna kami melihat ada keganjalan dalam pertemuan tersebut kami, menarik diri dan meminta ijin ke kasi hubungan industrial ibu Maria "tutur Deni.
Deni selaku HRD PT.SMS menyebutkan pada kamis 31 Januari 2019 ada undangan atas nama Sekda Kabupaten Landak yang mana pihak PT.SMS ada datang dikantor Dinas Tenaga Kerja pada waktu ditentukan, cuman kami berbincang dengan ibu maria dan pak Beni sambil menunggu serikat buruh datang.
Dalam situasi yang diperkirakan tidak aman, kami melihat ada karyawan TPK buruh PT.SMS kebun sindur yang tidak ada permasalahan dengan BHR yang sedang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
pada saat itu juga kami melapor ke pihak manajemen dan manajemen memutus untuk menarik diri dalam rapat tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan untuk melihat keadaan kami saat itu, dan sebelum kami berangkat pamit dari pertemuan tersebut dan kami sudah melapor ke pihak Kepala dinas pak Beni, dan ibu Maria, tutur Deni.
Perwakilan dari sindur yang tidak bermasalah dengan kami di ikutkan oleh serikat buruh, karna kami fokus untuk memecah masalah, bukan mempelebar masalah atau menimbulkan masalah baru karna yang bermasalah sejak awal adalah daerah  manggang sebanyak 40 orang dengan sungai taka sebanyak 17 orang, dan tidak dengan sindur, jadi kami tidak tahu apa maksud Disnaker kok bisa mengundang orang kebun sindur PT.SMS.
takutnya bukan merucut dengan menyelesai masalah tapi justru melebar masalah, karna orang kebun sindur mungkin membawa masalah yang lain karna awalnya kami diinfo bahwa Ibu Bupati datang keforum tersebut.
Harapan kami, tambah Deni, dari pihak perusahaan PT.SMS, dan saya percaya serikat buruh, dan kita semua agar permasalahanya cepat selesai sehingga masalah tidak perlu melebar kemana mana, harap. Deni (Nes)

Pasang Iklan Murah Hanya Disini !