Oknum Kontraktor Dilaporkan Warga Desa Nyiin Kepolda Kalbar

poto:H.Ferden Firdaus menerima uang yang disetorkan oeh Panitia 

Landak (SOROT POST)- Masyarakat Desa Nyiin Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak  yang berjumlah 187 Kepala Keluarga terdiri dari 3 dusun ditipu oleh oknum yang mengaku bisa membantu usulan warga masyarakat desa Nyiin untuk memasang listrik masuk didusun Desa Nyiin.
Usulan pemasangan listrik warga Desa Nyiin Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak melalui oknum atas nama H.Ferden Firdaus yang berdomisili dipontianak.
Enam juta rupiah setiap perkepala keluarga harus disetor ke H.Ferden Firdaus untuk memuluskan pemasangan instalasi listrik di desa Nyiin.
Menurut Kepala Desa Nyiin, Ungis menyebutkan  masyarakat yang terdiri dari 187 kepala keluarga pada bulan Juni 2017 lalu, karna H.Ferden Firdaus dianggap bisa membantu warga masyarakat untuk memasukkan listrik masuk didaerahnya.
" H.ferden Firdaus adalah kontraktor bangunan rumah, ia adalah rekan kerja pak ungas, setelah uang masyarakat sudah terkumpul dari panitia yang sudah dibentuk dari setiap dusun, uang tersebut panitia langsung serahkan ke H.ferden Firdaus, sebesar 823.900.000 rupiah  "kata Ungis.
Dalam posisi kepala desa, kata Ungis,  antusias masyarakatnya berharap masuknya listrik didaerahnya adalah hal yang sangat dinantikan oleh warga apalagi warga membentuk tim panitia membuat usulan melalui proposal yang dipercayakan kepada H.Ferden Firdaus.
"Ada sedikit ancaman kepada saya kalau pak kades menghalangi kalau tidak menandatangan proposal usulan pemasangan listrik masyarakat kalau itu,  tapi sebelum membuat proposal belum ada ancaman kepada saya, karna saya belum rapat dengan masyarakat dan pada akhirnya juga saya tandatangani proposal itu bersama  para kadus dan panitia,"ujar Ungis pada Rabu (30/1/19) petang.
Ungis menyampakan dalam proses untuk ikut serta membantu masuknya listrik kewarga masyarakat yakni mulai dari biaya operasional kalau dihitung nilai kerugiannya mencapai puluhan juta rupiah.
"Pak ungas datang kerumah saya  katanya untuk mencukupi rasio pembelian material yang masih kurang sebesar 50 juta. Warga yang saya nalangi juga ada, bayar instalasi pemasangan dibeberapa titik sebesar 82.200.000, "tuturnya.
uang warga yang sudah terkumpul untuk pemasangan listrik didesa Nyiin yang diserahkan kepada H.Ferden Firdaus sebesar 823.900.000 rupiah tapi pada kenyataan sampai hari ini pemasangan listrik didesa Nyiin tak kunjung terealisasi dan pada akhirnya janji tinggal janji akhirnya H.ferden Firdaus dilaporkan di Polda Kalbar pada bulan pada tanggal 21 Desember 2018 lalu oleh Masyarakat dan Panitia Desa Nyiin.
"Panitia dan Saya  yang didampingi oleh pengacara  kami melaporkan oknum H.Ferden Firdaua ke polda kalbar, pada awal bulan Januari 2019 lalu. Setelah kami melaporkan oknum ke polda kalbar, kami langsung didatangi oleh pihak anggota Kapolda untuk dimintai keterangan dihotel dangon landak dingabang, "tutur Ungis.
Saya berharap, tambah Ungis, tidak terima atas H.Ferden Firdaus yang melakukan penipuan kepada masyarakat dengan modus bisa membantu masyarakat desa nyiiin untuk memasang instalasi listrik dan saya berharap pihak aparat kepolisian untuk menangkap segera menangkap pelaku atas penipuan yang dilakukan olehnya,"Harap Ungis pada media ini.
Karna ada dugaan unsur penipuan kepada warga masyarakat desa Nyiin Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak oleh oknum atas nama H.Ferden Firdaus, panitia yang memfasilitasi  warga agar menyetor sejumlah uang untuk pemasangan listrik didesa Nyiin, Samsul salah satu Panitia didesa nyiin yang turut melaporkan H.Ferden Firdaus kepolda Kalbar atas penipuan.
Atas perbuatan yang dilakukan oleh H.Ferden Firdaus, Samsul pada saat dikonfirmasi oleh www.sorotpost.com (30/1/19) sore mengatakan Atas penipuan yang dilakukan oleh H.Ferden Firdaus sudah dilaporkan, karna tudingan masyarakat kepada panitia yang seolah-olah menuduh kami melakukan penggelapan setoran uang masyarakat ke kami panitia.
"uang yang disetor warga masyarakat kekami yang berjumlah 823.900.0000 menuding kami panitia yang menggelapkannya, tapi kami merasakan tidak ada mengambil uang setoran warga sebab warga untuk pemasangan instalasi kerumah-rumah dikenakan biaya sebesar enam juta rupiah, tapi warga  ada yang mencicil satu juta, tiga juta, empat juta, lima juta bahkan enam juta, sebab uang yang disetor warga kekami selaku panitia langsung kami serahkan kepada H.Ferden Firdaus dengan beberapa tahap,"papar Samsul.
Samsul membenarkan kalau mereka sudah diperiksa oleh pihak polda kalbar pasalnya, laporan dilayangkan ke polda kalbar pertama pada tanggal 21 desember 2018 lalu, dan pada hari kamis lalu pada januari 2019 kami di BAP oleh pihak anggota Polda Kalbar  di hotel Dango Landak pada malam hari di kamar hotel. (Nes)

Pasang Iklan Murah Hanya Disini !