Orang Tua Pasien DBD Kecewa Dan Komplain mengenai Pelayanan RSUD Landak

Landak (Sorot Post) - Orang tua pasien Demam Berdarah Dengue (DBD), Gusti Suhardi  merasa kecewa dengan pelayanan pihak rumah sakit pada anaknya yang bernama Gusti Haikal (8 tahun) yang dirawat di RSUD Landak.


Gusti Suhardi yang  warga Desa Raja Kecamatan Ngabang, terpaksa membawa anaknya bernama Gusti Haikal (8 tahun) yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD)  keluar dari RSUD Landak dengan kondisi masih terpasang infus. 
 
Gusti Suhardi merasa tidak puas terhadap pelayanan yang ada RSUD Landak tersebut karena diakuinya anaknya ditelantarkan.  Pasien masuk RSUD Landak pada Kamis (3/11) malam.

“Awalnya anak saya positif DBD. Saya cek darah pertama apotek di ruko depan RSUD Landak.  Hasil cek darah terembosit darah anak saya 90  cek dan disarankan untuk di tawat inap di rumah sakit,” cerita Gusti Suhardi saat melapor kepada wartawan pada Senin (7/11) malam.

Ia langsung membawa anaknya di  UGD RSUD Landak pukul 22.00 Wib dan dilakukan oleh petugas cek darah,  dokter menyatakan agar setiap 4 jam cek darah.  Cek darah pertama dilakukan pukul 22.00 wib, cek darah  kedua pukul 24.19 wib. 

“Nah, terakhir cek darah pukul  09.21 pagi yang sudah lewat waktu lebih 4 jam. Pada sata itu terombosit anak turun lagi. Sudah lama waktu tidak di cek, anak saya tidak diperhatikan, sementara perawat dan dokter umum tidur. Setelah cek darah pukul 09.21 pagi seteusnya normal dicek setiap 4 jam.  Tapi terombit anak saya  21 tidak ada perkembangan,” ungkap Gusti Suhardi.

Selama dua malam di ruang ICU di RSU Landak tidak ada tanda menaikan terombosit anaknya. Selanjutnya saat terembosit sudah 23,  dokter Samsir ajukan sudah bisa pindah di ruang anak.

“Nah, pas mau pindah ruang rawat inap. Ada perawat saya lupa namanya. Saya mengadu anak saya dua hari tidak BAB, perut saakit. Lalu dijawab perawat, kalau dilihat mukanya naka bapak tidak parah. Bahkan ada kata-kata dari perawat, syukur-syukur sudah ditolong,” beber Gusti.

Selanjunya, saat di ruang inap kelas II, Gusti mengalami masalah lagi, ada petugas pada pukul 16.00 ambil sampel darah anak nya, pertama gagal anak menangis, kedua gagal juga karena anak kesakitan. 

“Istri saya bilang sudah nanti saja ambilnya minta bantu petugas Lab. Lalu dijawab perawat  mareka tidak mau bukan jadwalnya. Sehingga kami berdebat, sampai-sampai perawat tersebut mengaku ambil sampel darah bukan kerjaan dia,” kata Gusti menceritakan.

Maka, Gusti nekat membawa pulang anaknya dengan kondisi masih berinfus. “Saya tidak mau tandatangan surat kita bawa pulang, karena saya minta rumah sakit bertanggungjawab. Saya juga ada tulis masalah ini di facebook,” kata Gusti.

Gusti Suhardi dengan sapaan Tahta ini mengaku tidak terima anaknya ditelantarkan oleh RSUD Landak. Karena seharusnya 4 jam cek darah tapi sampai melewati waktu. Selanjutnya, pelayanan RSUD harus sopan untuk pelayani pasien jangan semena-mena. 

“Bahkan ada petugas yang berkata syukur-syukur sudah ditolong, dan ada kata juga ini bukan kerjaan saya ambik sampel darah,” tandas Gusti.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayahan Medik, dr. Yuliana Erni saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (8/11) membenarkan adanya aduan dari orang tua pasien tersebut. 

“Terkait masalah ini sudah masuk di manajeman kita ada prosedur, akan kami proses laporan. Jika ternyata ditemukan ada pelanggaran yang dilakukan petugas kami, akan disanksi,” kata Erni Seperti yang diberitakan suaralandak.com (Red/Y)
Pasang Iklan Murah Hanya Disini !