Bisakah Pungli Diberantas ?

Oleh : Philipus Nahaya
Desain Grafis dan Layout
Media Sorot Post News

Opini - Apa yang anda ketahui tentang pungutan liar atau yang biasa disebut dengan pungli? Apakah anda pernah dikenai pungli? Pungutan liar atau pungli merupakan pengenaan biaya di tempat yang tidak seharusnya biaya dikenakan atau dipungut. Pungli lahir karena kebutuhan, dan kebutuhan ini dilahirkan oleh birokrasi yang kacau balau. Ketika pungli lahir, mereka makin mengacaukan birokrasi. Banyak yang beranggapan bahwa pungli merajalela karena keberadaannya “diterima” di tengah-tengah masyarakat. Apalagi yang pihak yang dikenai pungli juga merasa “lega” karena masalah yang tengah dihadapinya cepat selesai.

Setelah Publik dikejutkan dengan adanya Operasi Tangkap Tangan Pungutan liar oknum pejabat Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu. Perang terhadap Punglipun di galakkan oleh presiden republik indonesia, Joko Widodo.

Sebagai Akibat dari Tangkap Tangan tersebut, sehingga Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 87 Tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli), dengan diketuai oleh Ketua pelaksana Irwasum Polri Komisaris Jendral Dwi Priyatno dengan penanggungjawab langsung dari kementrian Polhukam, Wiranto.

Dimana Tugas dari Satgas Saber Pungli ini yaitu melaksanakan pemberantasan pungutan liar secara efektif dan efisien.

Yang menjadi pertanyaan kita, BISAKAH PUNGUTAN LIAR DIBERANTAS ?

Pungutan liar atau sering kita sebut dengan pungli adalah pengenaan biaya di tempat yang tidak seharusnya biaya dikenakan atau dipungut. Entah dibilang budaya, kultur, atau kebiasaan, yang jelas itikad dan langkah buruk ini jelas merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakt, berbangsa dan bernegara.

Pungutan Liar (Pungli) saat ini telah menjadi akrab dengan kehidupan kita, bahkan bisa dikatakan sudah menjadi penyakit turun temurun yang berada dimasyarakat kita dan bisa dikatakan sudah melembaga.

Pungli telah dilakukan dari hal yang kecil hingga hal yang besar, dari tingkat terendah hingga tingkat  tertinggi dalam suatu pemerintahan yang menghambat pelayanan pada masyarakat dan menjadikan mahalnya pelayanan tersebut dalam suatu birokrasi pemerintahan. 

Dosen Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura, Muhammad Sabran Achyar (Artikel Pungli Adalah Budaya Yang Sudah Melembaga, TheTanjungpuratimes.com tanggal 31 Oktober 2016). Menilai bahwa pungli sudah menjadi penyakit dalam suatu lembaga pemerintahan.

“Pungli ini sebenarnya adalah penyakit lama, dari zamannya Pak Harto, sudah ada kebijakan tentang penghapusan pungli,“

Ya, kebijakan memang sudah dibuat dan ditandatangani oleh presiden Joko Widodo, namun penerapan dimasyarakat apakah mampu untuk memberantas Pungli? Sama hal nya dengan Korupsi yang telah dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Namun tetap ada saja yang melakukan tindakan korupsi tersebut.

Pungli sama halnya dengan korupsi yang telah menjadi praktik budaya yang tidak bisa diberantas hanya mengandalkan peraturan dan sanksi hukum yang berat. Lebih dari itu, sikap mental, budaya dan paradigma birokrasi kita yang harus diubah. Dengan demikian proses menuju birokrasi yang profesional dan kompeten membutuhkan waktu yang lebih lama lagi.

Patut menjadi catatan kita bersama, Pungli sebenarnya juga melibatkan pihak lain (masyarakat) sebagai korban. Dengan demikian edukasi pada masyarakat untuk tidak gampang mencari jalan pintas pelayanan birokrasi juga menjadi hal yang tidak kalah pentingnya. Masyarakat secara luas perlu mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap seputar hak dan kewajibannya dalam proses pelayanan publik.

Dengan pembenahan internal yang tidak berhenti pada penegakan sanksi dan aturan–juga pembenahan mental dan budaya birokrasi sebagai sistem—serta sosialisasi yang berkesinambungan dan berkelanjutan pada masyarakat, praktik Pungli dapat diminimalisir, alih-alih dihapuskan. Melibatkan segenap pemangku kepentingan, terutama media sebagai salah satu alat kontrol sosial yang masih dianggap efektif adalah pilihan yang rasional dalam membawa pelayanan publik yang semakin optimal.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang melakukan pungutan liar, yaitu:
  1. Penyalahgunaan wewenang. Jabatan atau kewenangan seseorang dapat melakukan pelanggaran disiplin oleh oknum yang melakukan pungutan liar.
  2. Faktor mental. Karakter atau kelakuan dari pada seseorang dalam bertindak dan mengontrol dirinya sendiri. 
  3. Faktor ekonomi. Penghasilan yang bisa dikatakan tidak mencukupi kebutuhan hidup tidak sebanding dengan tugas/jabatan yang diemban membuat seseorang terdorong untuk melakukan pungli.
  4. Faktor kultural & Budaya Organisasi. Budaya yang terbentuk di suatu lembaga yang berjalan terus menerus terhadap pungutan liar dan penyuapan dapat menyebabkan pungutan liar sebagai hal biasa. 
  5. Terbatasnya sumber daya manusia.
  6. Lemahnya sistem kontrol dan pengawasan oleh atasan.
Untuk memberantas Pungutan Liar, perlu adanya peraturan dan sanksi bagi oknum pelaku-pelaku tindakan Pugutan liar tersebut. Negara ini sudah mengatur tentang tindakan tegas kepada siapapun yang terlibat dalam praktik pungutan liar. Ada sanksi tegas yang diberikan kepada siapa saja yang kedapatan dan terbukti melakukan pungli tidak peduli apapun alasannya. Sebab kegiatan semacam ini merupakan kegiatan yang merugikan negara baik dari segi materi maupun inmateri.

Dengan dibentuknya Satgas Saber Pungli yang dibentuk oleh pemerintah pusat membuktikan keseriusan pemerintah dalam memberantas praktik pungli yang ada dimasyarakat. Hal ini tentunya bisa berhasil dengan adanya partisipasi dan bantuan dari setiap elemen masyarakat, pemerintah daerah, pihak kepolisian dan instansi-instansi yang ada dimasyarakat. Sehingga dengan demikian, pelayanan pada publik dapat dimaksimalkan.

Peran dan partisipasi dari masyarakat juga tentunya menjadi peran yang sangat penting dalam pemberantasan pungli. Masyarakat harus aktif dan mampu mengawasi, serta melaporkan jika mendapati adanya tindakan pungli. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan hal atau tindakan yang bisa memicunya tindakan Pungli yang bisa menyebabkan kerugian baik pada korban  maupun pada negara.

Bagi para pelaku tindakan pungli penegakan hukum dan sanksi haruslah dijalankan sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku, tanpa memandang status dan jabatan, karena Penegakan hukum dan ketertiban merupakan kata kunci utama dalam upaya menciptakan kehidupan bangsa Indonesia yang aman, damai dan sejahtera. Tanpa adanya penegakan hukum mustahil terwujud ketertiban dan kesejahteraan bagi kehidupan setiap warga negara Indonesia.

Maka proses penegakan hukum harus dilaksanakan secara tegas dan konsisten tanpa pandang bulu, karena ketidakpastian hukum dan mundurnya wibawa hukum akan melahirkan krisis hukum yang dampaknya dapat berakibat pada terganggunya stabilitas politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan bangsa dan negara.

Penegakan hukum dalam upaya mewujudkan ketertiban sangat erat kaitannya dengan lembaga-lembaga negara yang mempunyai wewenang dan memegang peranan penting dalam sistem peradilan hukum di negara Indonesia. Lembaga Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah salah satu lembaga yang mempunyai wewenang dan memegang peranan penting dalam upaya penegakan hukum dan ketertiban di dalam sistem peradilan Negara Indonesia.

Dalam Pemberantasan Praktik Pungli Hal yang paling penting adalah bagaimana kita meneguhkan komitmen bebas pungli ini menjadi gerakan bersama bangsa. Tanpa keterlibatan seluruh unsur yang ada, terutama komitmen para aparat negara sebagai pelayan masyarakat, pungli akan sulit diberantas. Para aparat harus sadar bahwa pungli merupakan perbuatan tercela dan sangat hina. Sebaliknya, masyarakat juga wajib ikut membantu dengan melaporkan bila melihat pungli ke aparat berwajib supaya praktik pungli dinegara kita bisa diberantas.

Selain komitmen, upaya penindakan hukum juga harus maksimal dilakukan. Jangan pernah kompromi lagi terhadap aksi pungli. Dan katakan “Say No To Pungli”. Berapa pun dan siapa pun yang terlibat pungli harus disikat habis tanpa pandang bulu dan dengan sanksi hukuman yang tinggi. Dan harus diberantas hingga ke akar-akarnya.
Pasang Iklan Murah Hanya Disini !