Sabtu, 20 Agustus 2016

Philipus Nahaya

PT.MPK Didemo Petani Diduga Korup Manajemen

Landak Mempawah hulu (Sorot Post)- Buntut di terapkannya kebijakan Direktur Amin Harijani yang semenana-mena memberikan pemecatan terhadap Manejer Bapak Indra dan Sp terhadap semua karyawan yang di Pimpinnya dalam baru hitungan bulan. Arogansi Pak Amin banyak menuai komplik dari semua bawahannya.


Kamis pada (18/8/2016), kemarin terjadi demo besar-besaran dari pihak karyawan perusahaan perkebunan sawit MPK bersama dengan masyarakat petani plasma  PT.MPK di kantor Estate Totong sekitar pukul 09:00 wib.
Berdasarkan pantauan Www.sorotpost.com kemarin dilapangan, Demo yang di koordinir oleh Ahiyan dengan  jumlah massa kurang lebih144 orang, dan saat tiba ditempat tujuan pendemo yakni di kantor kebun estate PT.MPK, pendemo langsung menyampaikan tuntutan mereka yang langsung dibacakan oleh Seselius merupakan staf humas PT.MPK.
Tuntutan yang disampaikan oleh pendemo melalui Bapak Seselius, ada 7 tuntutan yang diantaranya adalah, meminta gaji segera dibayar, pasalnya sudah 3 bulan belum dibayar. Sedangkan tuntutan lainnya, anggota  karyawan PT.MPK yang juga pemilik lahan meminta  agar pembagian hasil Plasma segera di bagikan oleh pihak PT.MPK dan apa bila tidak ada respon dari peusahaan maka pihak pendemo  akan melaporkan pihak manajemen puncak kepihak yang berwenang termasuk ke OJK dan KPK terkait masalah Dugaan penyelewengan dana Repitalisasi yang di kucurkan sebanyak 386 Milyaran, ujar Seselius saat membacakan tuntutan pendemo oag kemarin.
Seselius menyebutkan ada dugaan penyelewengan dana Repitalisasi yang dikucurkan dari pihak bank kepada PT.MPK serta perijinan pembukaan lahan baru dinilai cacat hukum, ulas Seselius.
 "Pihak Pekerja Masyarakat tempatan yang selama ini di bodohi dan di bohongi dengan janji-janji palsu siap akan mengelar demo lebih besar lagi,"ulas seselius.
Tidak lama kemudian saat pendemo menyampaikan tuntutan mereka pihak keamanan dari Muspika TNI datang ke lokasi di tempat demo berlangsung untuk siap meredama pendemo yang mulai memanas.
Massapun disterilkan sehingga bisa dimediasi dikantor Camat Mempawah Hulu.
Di tempat terpisah  Ketua Koperasi Dararia, Bapak Jamal S.pd , saat dikonfirmasi menyayangkan akan sikap Menajemen yang tidak fokus mengurus AGRONOMI kebun, sejak bulan Mei  tahun 2015 lalu tidak memberikan SPK kepada Pekerja/Masyarakat. Jamalpun  menilai Panen buah kelapa sawit diperkebunan PT.MPK  yang dilakukan Masyarakat Bukan Penjarahan tetapi itu reaksi sekedar keperluaan perut.
 "Lihat saja Kondisi mereka sangat menderita,"ujar Jamal.
Begitu juga tanggapan Bapak Yosep Janting mengomentari krisruh antara PT.MPK dengan Masyarakat petani semua yang terjadi itu adalah suatu proses aksi reaksi menurut kami di PT. MPK ini belum layak di berlakukan penjagaan Personil Militer, Kawan-kawan militer Colindown/pulang kemarkas. kebun biar kami yang urus, Sebenarnya masyarakat Landak cinta damai terbuka untuk semua orang untuk berinvestasi,hanya saja harus bertanggung jawab dan menghargai kearifan Lokal. Kejadian di PT. MPK ini adalah cerminan dan baro meter untuk perusahaan-perusahaan lain, bila perlu Dewan Adat Kabupaten harus Menghukum Adat Kepada Menajemen MPK yang telah merusak Tanah Adat tidak di rawat dan ditelantarkan,  (RED/Tolek)

Philipus Nahaya

About Philipus Nahaya

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :