Jumat, 22 Juli 2016

Philipus Nahaya

Gara-Gara Dipanggail Bupati,Petugas Kesehatan di RSUD Sanggau Arogan Pada Wartawan

SANGGAU.SOROT POST-Pelayanan rumah sakit umum milik pemerintah kabupaten sanggau kini mulai di pertanyakan semua pihak,pasalnya pelayanan public tersebut terkesaan arogan dan cuek terhadap pasien miskin,padahal para abdi kesehatamn ini hidup dan makan dari uang Negara,tapi kok bias sikap dan tingkah lakunya seperti manusia tidak memiliki moral dan SDM mumpuni.
Salah satunmya,Nurbertus Limhuan (8 bulan) warga RT 02, Dusun Kuala Tadan, Desa Bula Bala, Kecamatan Balai (Batang Tarang) menderita malnutrisi atau gizi buruk. Karena itu lah ia harus menjalani perawatan di ruang Instalasi Perawatan Anak (IRNA) RSUD Sanggau.
“Kata petugas kesehatan Puskesmas, Huan kekurangan gizi, berat badannya berada di garis merah. Artinya, dalam posisi tidak normal di usia dia sekarang,” kata satu di antara kerabat korban, A Toni saat ditemui di ruang IRNA Anak RSUD Sanggau.

Dirin, Ibu Nurbertus Limhuan, pasien gizi buruk mengaku bahwa sejak Selasa (19/7) sekitar pukul 23.00 Wib, Ia membawa anaknya menjalani rawat inap di RSUD. Namun, hingga Rabu (20/7), anaknya belum juga mendapatkan perawatan semestinya.
“Rencananya orang tua Huan mau pulang bang, soalnya mereka udah endak sanggup ngurus masalah administrasinya, kalau mau bolak balik ngurus itukan jauh, ongkosnya udah berapa,” tambah Toni.
Ketika wartawan hendak meliput di rumah sakit,justru wartawan sempat mendapat penolakan dari salah satu petugas kesehatan di ruangan IRNA kabupaten sanggau,jelas dari sikap petugas rumah sakit ini  tidak memliki etika kesopanan dan arogan.
“Abang ni siapa ya, ada surat izinya endak? Mestinya abang ada surat izin dulu, baru bisa meliput disini,” kata satu di antara petugas kesehatan di RSUD Sanggau dengan angkuhnya.
Kepada wartawan, Ia pun sempat memprotes tereksposnya kasus gizi buruk yang dialami Jisen, pasien gizi buruk yang juga sempat dirawat di RSUD Sanggau beberapa waktu lalu.
“Kami dulu kecolongan bang sama wartawan, masa kami dilaporkan ke Bupati gara-gara waktu itu (maksudnya Jisen),” ujarnya dengan nada kesal kepada wartawan.
Usai melarang wartawan meliput, dengan nada kasar, petugas kesehatan itu sempat menutup pintu ruang IRNA dengan cara membanting hingga orang-orang disitu sontak kaget, seolah-olah marah dengan ulah wartawan yang meliput kasus gizi buruk selama ini.
Dengan adanya kejadian seperti ini,pihak direktur rumah sakit sanggau seharusnya intropeksi diri,kalau kinerja jajaran rumah sakit sudah mulai di soroti para media dan masyarakat,artinya sudah ada yang salah dan tidak beres dalam pelayanan tersebut,sehingga para petugas medis sudah mulai ala preman kampong dalam melayani masyarakat.(Sumianto)

Philipus Nahaya

About Philipus Nahaya

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :