Jumat, 18 Desember 2015

Philipus Nahaya

Tim Sukes Pasangan Calon Sebastinus Darwis-Rurakhmad Menolak Tanda Tangan Berita Acara Hasil Pleno KPU Bengkayang

Bemgkayang (Sorot Post)-Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang Periode 2015 telah berlangsung dan pada 9 Desember 2015 lalu dilakukan pemungutan suara di 619 TPS se Kabupaten Bengkayang,Sebelumnya dilakukan Pleno ditingkat PPK pada 12-15 Desember 2015 dan Kemarin 16 Desember 2015 dilakukan Pleno KPU di Kantor Bupati Satu atap Jalan Guna Baru Trans bengkayang.


Jika Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tidak netral ini harus dibubarkan,”Ujar Fransiskus Asok seorang Tokoh Pemuda Bengkayang Kepada pwrionline.com Rabu (17/12) kemarin.

Menurut Asok,” jika Panwas tidak melakukan dan menjalankan amanah yang benar tidak melaksanakan Undang-Undang sebagaimana mestinya, maka harus ada tindakan tegas, dimana Panwas mengawasi, Panwas yang melaporkan dan Panwas yang menindak,”tegasnya.

Kejadian ini di Kecamatan Teriak Desa Tanjung khususnya di TPS 1 Tanjung. Pelapor adalah Panwas,”kata Asok.

Memang benar Panwaslu mengacu ke UU No.8 Tahun 2015 Pasal 112 huruf d, harusnya ditindak disetiap TPS yang dilaporkan, sementara Panwaslu hanya melakukan proses hanya pada 1 TPS 1 Tanjung saja,”jelasnya.

Oleh karena itu keberadaan Panwaslu Bengkayang harus dievaluasi oleh Pemkab
Bengkayang, Pempvov Kalbar dan sebagai masyarakat Jelata saya meminta Pemerintah harus menindak Panwaslu Bengkayang yang diduga tidak netral,”Ujarnya.

Fransiskus Asok juga mengisyarakatkan sejauh ini Panwas tidak betral , karena banyak pelanggaran tidak diproses, tapi kok panwascam Teriak melapor langsung diproses, lucu bukan karena laporan dari Masyarakat atau tim sukses 1 maupun 2, harusnya dibatalkan karena Panwas yang melaporkan, dan kita mendapatkan informasi bahwa adanya dugaan intimidasi dari KPPS di TPS 1 Tanjung berserta seluruh anggotanya,sehingga berujung pada pemecatan,”Jelasnya

Ketua Panwaslu Bengkayang Meizeren Zain,ST menepis isu ketidak netralan dari Panwaslu Bengkayang,”terkait beberapa laporan dugaan pelanggaran sudah kami sikapi, dan berujung pada rekomendasi dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU), sementara beberapa laporan lain sedang dilakukan penelitian dan kros cek lapangan, dan Secara umum Pleno Rekapitulasi perolehan suara Paslon Bupati/Wakil Bupati Bengkayang tingkat Kabupaten berjalan aman”katanya.

Namun ada beberapa hal yang menjadi keberatan dari tim Paslon 1, sudah ditanggapi oleh KPU. Dan dimasukkan dalam form DB2-KWK (keberatan saksi).” Ucap Zain.

Terkait Pleno Hasil Perolehan Suara Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Bengkayang Tahun 2015,Ketua KPU Bengkayang Ir.Martinus Khiu menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak secara khusus kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang, pihak aparat kemananan Polres Bengkayang, Dandim 1202 Singkawang dan Danlanud Singkawang II yang telah mendukung proses rekap mulai pukul 9.00 pagi sampai 21.00 malam, begitu juga kepada saksi Paslon 1 dan 2 kami mengucapkan terima kasih terkait atas kehadirannya pada rekapitulasi dan Pleno KPU di Kantor Bupati satu atap,”Jelasnya.

“Jika ada permasalahan dan sengketa tetap menjadi ranahnya Panwaslu, dan KPU menunggu rekomendasi dari Panwaslu,” Ucap Khiu.

Berdasarkan hasil Pleno KPU 16 Desember 2015, Perolehan Suara Pasangan Sebastianus Darwis,SE.MM-Rurakhmad berjumlah 53.965 suara atau 49,37 persen dan Suryadman Gidot,M.Pd-Agustinus Naon,S.sos, berjumlah 55.341 suara 50,63 persen dengan selisih suara 1.376 dari total suara sah 109.306.

Atas Hasil Pleno penetapan KPU Bengkayang, Esidorus,SP Ketua Tim Sukses Sebastianus Darwis,SE.MM-Rurakhmad bersama Sekretarisnya Eddy,A,SH menolak untuk tanda tangani berita acara hasil perolehan suara.

“Kami mengajukan keberatan dan tolak tanda tangani berita acara, karena beberapa laporan kami yang diajukan di Panwaslu tidak disikapi terkait beberapa TPS yang diduga ada pelanggaran,sementara yang bukan menjadi laporan kami justru dilakukan pemilihan ulang di TPS 1 Tanjung,”tegasnya.

“Yang kami butuhkan hanya bentuk penanganan yang berimbang, prosedural dan sesuai dengan mekanisme, dan dalam waktu yang tersedia selama tiga hari sejak penetapan, kami berkoordinasi akan melanjutkan ke Mahkamah Konstitusi (MK),”ujar Esidorus. (Red)

Philipus Nahaya

About Philipus Nahaya

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :