Senin, 21 Desember 2015

Philipus Nahaya

‪ Puluhan Anak Keracunan Kue Ultah Anak Bidan

Sintang (Sorot Post)- Isra ( suami bidan Lilis) hanya bisa duduk pasrah di kursi tunggu ruang UGD RSUD Ade M Djoen Sintang. Ia tak menyangka, jika niatnya untuk menggelar syukuran atas ulang tahun putri pertamanya justru berubah menjadi petaka. Puluhan anak dan sejumlah orang tuanya harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan lebih lanjut, lantaran di duga keracunan kue ulang tahun. Sabtu (19/12) kemarin, Isra dan istrinya yang merupakan bidan di desa Telaga Satu kecamatan Binjai Hulu menggelar syukuran ulang tahun di rumahnya. Sekitar 150an anak-anak tetangga sekitar di undangnya, namun hanya sekitar 70an anak yang datang ke undangan pesta ulang tahun tersebut.


“Saya tidak menyangka, ya ini musibahlah. Yang jelas kami bertanggungjawab atas semua kejadian ini,”ungkap Isra saat ditemui di ruang UGD Rumah sakit daerah Sintang pada Minggu (20/12) kemarin.

Menurutnya kue ulang tahun yang dibagikan kepada para undangan tidak semua di beli di toko. Hanya sejumlah snack saja yang dibeli. Sementara kkue ulang tahun dan kue basah sejenis brownis dibuat sendiri oleh orang tuanya di Sintang. Kue itu sudah dikemas sedemikian rupa, sehingga tinggal di berikan kepada anak-anak yang menghadiri undangan ulang tahun buah hatinya.

“Kami belum tahu dari manakan mana yang diduga sampai menyebabkan anak-anak atau yang makan keracunan. Kalau kue yang dibuat orang tua saya, kami juga makan, tapi kami tidak mengalami seperti yang dialami oleh kebanyakan anak-anak ini,”ujarnya.

Sementara itu M.Sukrilah,  salah satu orang tua korban mengatakan bahwa pihaknya bisa menyadari bahwa hal ini memang musibah dan bukan karena kesengajaan. “Ya jujur saja, saya sempat kesal dan marah-marah sama bu Bidan, tapi kemudian saya menyadari bahwa ini juga bukan kemaunan keluarga bu Bidan. Apalagi bu Bidan dan keluarganya juga bertanggungjawab,”ujarnya
Dua anak M.Sukrilah, masing-masing Tama (6) dan adiknya (1,8 bulan) serta istrinya  saat ini masih menjalani perawatan untuk pemulihan.  Sama halnya dengan Raffa (3) anak dari Inusensius dan puluhan anak lainnya.

“Saya pikir, anak-anak keracunan mie instan, tapi saya periksa tanggalnya belum kadaluwarsa. Saya langsung bawa anak-anak ke bu Bidan, ternyata rumah Bu Bidan sudah penuh dengan anak-anak yang kondisinya sama dengan anak saya. Akhirnya karena di puskesmas Binjai penuuh, saya langsung bawa anak dan istri saya ke rumah sakit dengan motor,”jelas M.Sukrilah.

Humas RSUD Ade M Djoen Sintang Nur Syamsiah saat ditemui mengatakan hingga saat ini jumlah pasien yang mengalami dugaan keracunan dan dibawa ke rumah sakit mencapai 42 orang. “15 anak bisa rawat jalan dan bisa diijinkan pulang, sedangkan sisanya 27 anak dan orang tua masih harus menjalani perawatan lanjutan,”jelasnya.

Lebih lanjut Nur Syamsiah mengatakan bahwa lantaran keterbatasan ruangan, maka pasien yang diduga mengalami keracunan tersebut dirawat di ruang ICU yang belum difungsikan.

dr.Yovita, dokter pengganti  spesialis anak RSUD Sintang membenarkan bahwa anak-anak tersebut memang mengalami keracunan jika dilihat dari kondisi klinisnya. “Mereka muntah-muntah dan terlalu banyak mengeluarkan cairan, maka mereka harus dirawat paling tidak 2-3 hari untuk pemulihan. Saya lihat tidak ada yang terlalu parah, tapi memang perlu mendapatkan asupan cairan melalui infus,”jelasnya.

Dijelaskan dr.Yovita bahwa muntah atau diare merupakan salah satu bentuk reaksi tubuh saat ada barang aneh termasuk racun yang masuk ke dalam tubuh. Untuk orang dengan kondisi fisik kuat, mungkin tidak terlalu berpengaruh reaksinya, tapi untuk yang tidak sehat bisa sampai drop. Selain itu bisa juga memicu terjadinya infeksi lain bila tak lekas di tangani.

Selain di rumah sakit daerah, terdapat sekitar 18 anak-anak dan orang dewasa yang saat ini juga tengah menjalani perawatan lebih lanjut di puskesmas kecamatan Binjai Hulu.
“Menurut pihak puskesmas memang tidak ada yang parah, sehingga cukup dirawat untuk pemulihan di puskesmas saja,”ungkap Khumaidi, bapak 2 anak yang diduga keracunan kue ulang tahun.

Menurut Khumaidi, anak pertamanya yang berusia 5 tahun lebih sudah mulai membaik. Sedangkan anak keduanya yang baru berusia 18 bulan memang belum di izinkan pulang oleh pihak puskesmas lantaran mengalami perut kembung. (Sus)

Philipus Nahaya

About Philipus Nahaya

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :