Bodi Jalan Ambruk Dinas PU dan BPBD Saling Tuding

Selasa, 18 Desember 2018


Menyuke (SOROT POST)- Beginilah kondisi jalan raya didaerah desa kayuara yang menghubungkan akses jalan kecamatan Menyuke dan kecamatan Meranti Putus total akibat bencana alam banjir beberapa pekan lalu.
Bencana alam banjir dan tanah lonsor mengakibatkan akses jalan terputus dan tiang listrik patah dan tali listrik putus.
Menurut Junaidi (38) dari dusun bansal Ansang desa Kayuara Kecamatan menyuke kabupaten Landak kalbar, ambruknya tanah bagian tebing jembatan Dusun Kayuara desa kayuara kecamatan menyuke diakibatkan bencana banjir dua minggu lalu dan selain itu curah hujan yang cukup tinggi hingga mengakibatkan tanah nongsor  dan bahu jalan terputus.
Juanidi juga memaparkan pada media ini,   selasa (18/12/18) siang, akibat bencana banjir dan lonsor didaerah kayuara, akses transportasi terhambat, satu tiang listrik patah dan mengakibatkan penerangan terputus.
" tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, tapi kerugian akibat bencana itu satu tiang listrik patah yang mengakibatkan kurang lebih  satu minggu lampu padam, separuh jalan masih tertimbun material tanah belum diperbaiki karena material tanah bercampur batu dan kayu sehingga tidak mudah untuk dikerjakan," papar Juanidi.

Dititik ambruknya tanah dibagian tebing-tebing jembatan di dusun kayuara membuat jalan terputus.
"Dua minggu yang lalu membuat akses jalan didesa kayuara kecamatan Menyuke  kabupaten Landak menjadi rusak parah dan sampai hari ini belum juga ditanggapi oleh dinas terkait padahal akses jalan  penghubung antar kecamatan ini sangat menentukan nasib warga dan para pengguna jalan karna sejauh ini Pemerintah desa kayuara sudah melaporkan bencana ini ke dinas terkait bahkan mereka juga telah mengetahui hal tersebut  tapi sangat disayangkan sampai hari ini belum ada kejelasannya, dan harapan kami pemerintah harus cepat tanggap terhadap bencana ini,"tambah Junaidi.
Lambannya tanggapan dari Pemerintah daerah melalui dinas terkait, apalagi sudah dilaporkan oleh Pemerintah Desa atas bencana alam yang mengakibatkan ambruknya tanah dibagian tebing jembatan, kedua birokrasi Pemerintah Kabupaten Landak pun saling lempar tanggungjawab, Dinas PU kabupaten Landak melimpahkan tanggungjawab bencana itu ke pihak BPBD dan dari BPBD pun meminta dikonfirmasi ke dinas PU.
Menurut Jamelius  kabid PU  Bina marga kabupaten Landak, saat dikonfirmasi pada selasa (18/12/18) melalui WA, menyebutkan terkait bencana harus dikonfirmasi ke BPBD karena sifatnya penanganan darurat karna untuk penanganan permanen khusus untuk jembatan kami sudah coba hitung kebutuhan jembatan .
"  itu ranahnya pihak lain bukan pihak kami takut salah jawab, dan solusi sementara sifatnya darurat mungkin BPBD dan kalau pekerjaan permanen harus masuk ke APBD, tahapan lelang, baru bisa pekerjaan fisik kontruksi, " ujar Jamelius.
Selanjutnya saat media ini juga konfirmasi ke Banda Kolaga kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Landak menyebutkan hal ini sudah dilaporkan ke pihak PU karna jika diusulkan ke BNPB cukup lama waktunya dan tergantung BNPB, dan mohon maaf lebih tepat konfirmasi dengan PU, tutur Banda Kolaga.
Kadis PU dan Perumahan Kabupaten Landak, Erani menambahkan sudah dibuat perencanaan dan tahun 2019 dibangun permanen jadi skala mendesak dan prioritas justru akan disalahkan jika membangun pakai uang negara tidak memenuhi ketentuan dan mekanisme yang ada, apalagi ini akhir tahun sangat riskan dan tidak mungkin kita bangun permanen dan mohon bersabar dan kiranya bisa dimengerti, niat baik saja tidak cukup tapi harus dicermati situasi dan kondisi serta memenuhi ketentuan yang ada, kata Erani. (nes)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS