Polres Landak Ungkap 10 Kasus Masih Tahap Pengembangan

Selasa, 27 November 2018


Landak (SOROT POST)- Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio, dalam Press Release pada Selasa (27/11/18) siang didepan Kantor Kapolres Landak  Ungkap 10 kasus selama kurung waktu dua bulan dari bulan Oktober dan  september 2018  Sat Reskrim Polres Landak dan ditambah satu kasus.
menurut Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio Yang didampingi Sat reskrim AKP, Idris Paminal bersama anggota lainnya mengatakan kejadian-kejadian yang ditangani Kapolres Landak mulai tanggal 25 oktober sampai 27 November 2018 , ada 10 perkara yang ditangani yakni, tanggal 25 Oktober 2018, kasus Curat, dua orang tersangka yakni Zepanya Ruli asal Temahar Kecamatan Jelimpo  dan Yommy Saputra asal dusun Dengoan  dengan dikenakan pasal 363 KUHP. Kedua, tanggal 25 Oktober 2018, Kasus Curat, Tiga orang tersangka yakni atas nama Mikaek Paskarus, asal Ambarang Kecamatan  Ngabang kabupaten Landak, Tomi Saputra Asal Hilir Kantor Kecamatan Ngabang, dan Sebastian dikenakan pasal 363 dan KUHP dan 480 KUHP. Ketiga, tanggal 28 Oktober 2018  Kasus Curanmor satu orang tersangka atas nama Dirusdi Asal Keramas KecamatanMandor Kabupaten Landak, tersangka dukenakan pasal 363 KUHP. Keempat, pada tanggal 18 November Kasus Curanmor satu orang tersangka atas nama Haidi, dikenakan pasal 363 KUHP. Kelima, tanggal 21 November 2018 Kasus Curat dua orang tersangka atas nama Alpentius Kentung asal  Ria Sinir KM2 Ngabang Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak, dan Ubandre Milarno asal Tenggalong Desa Amboyo Inti Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak dan dikenakan pasal 363 KUHP. Keenam, tanggal 22 Oktober 2018 Kasus Curat, dua orang tersangka atas nama bambang priatmoko asal Ria Sinir Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak,dan  rekannya  Alpentius Kentung asal Ris Sinir Desa Hilir Kantor Kecanatan Ngabang Kabupaten Landak dan keduanya dikenakan pasak 363 KUHP. Ketujuh, kasus penipiuan dan penggelapan satu orang tersangka atas nama Biata Maria Melyana Asal Kampung Durian dan dikenakan pasal 372 KUHP. Delapan, tanggal 24 November 2018 , Kasus Penipuan dan Penggelapan dan satu orang tersangka atas nama Biata Maria Melyana asal kampung durian perumahan teratai residen nomor D3 dikenakan pasal 372 HUHP. Sedangkan yang berikutnya adalah kasus tindak pidana melakukan usaha penambangan tampa IUP, IPR, IUPK sebagaimana dimaksud dalam pasal 158 undang -undang RI nomor 4 Tahun 2009 tentang penambangan mineral dan batu bara dan TKP pada 6 Agustus 2018 sekitar pukul 15:30 wib dilokasi borneo, dusun pempadang desa kayu ara Kecamatan mandor tersangka atas nama Iskandar dan satu lagi kejadian lagi yakni kasus Judi mesin.
"Para tersangka ini sudah masuk pemberkasan dan nantinya akan disampaikan di kejaksaan kalau sudah dinyatakan  P21 dan tahap satu  dan sudah dinyatakan P21 dan  pada tahap dua dengan dilengkapi barang bukti baru dibuat tuntutan dan nantinya disampaikan dipengadilan, dan para tersangka saat ini masih dalam tahap pengembangan." papar Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio. Bowo Gede Imantio menegaskan kalau dilihat dari sisioligis di daerah Landak, masyarakat rata -rata petani apalagi harga sawit, karet turun dratis sehingga membuat orang untuk mencari nafkah tambahan tapi cara-cara yang mereka lakukan adalah cara-cara yang tidak tetap sehingga yang mereka lalukan kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum.

"kewajiban kita untuk memberikan edukasi bahwa kegiatan-kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum tidak benar untuk dilakukan, terang Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio siang tadi. (Nes)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS