Iklan Hari Pahlawan nasional 10 Nov 2018

Barang Illegal Masuk Melalui Jalan Tikus Entikong Berhasil Digagalkan

Kamis, 18 Oktober 2018



Entikong (Sorot Post)- Satgas Pamtas RI Danyonif 511/DY, Karantina Pertanian Entikong, Polsek Entikong, Bea dan Cukai Entikong yang tergabung dalam Tim Gabungan Operasi Perbatasan berhasil menggagalkan penyelendupan barang-barang illegal diwilayah perbatasan Entikong, Kalimantan Barat pada Rabu (17/10/2018)  kemarin yang mau dimasukkan ke Indonesia melalui jalan tikus PLBN Entikong.
Barang-barang illegal yang digagalkan adalah berupa 18 krat minuman,  telur, 1 kotak daging ayam, 2 kotak brutu/ buntut ayam, sepasang salon dan 1 unit alat pertanian/tangki semprot  barang luar negeri.

Menurut Serka Irwanto dari Danyonif511/DY yang melakukan penangkapan pertama mengatakan Penangkapan ini terjadi jam 8.30 wib Rabu (17/10/2018) pagi.
"Barang-barang illegal yang digagalkan. 18 krat minuman,  telur, 1 kotak daging ayam, 2 kotak brutu/ buntut ayam, sepasang salon dan 1 unit alat pertanian/tangki semprot  dan barang-barang ini dibawa oleh tukang pemikul yang berjumlah 8 orang,"terangnya. 
Ketika hendak melakukan penyergapan, pemikul langsung kabur kearah dalam hutan dengan meninggalkan barang-barang yang hendak dibawa dan Tim gabungan membawa barang-barang tersebut ke Karantina guna melakukan penyelidikan,  tambah Irwanto.
Dalam keterangan pers,  Kepala Stasiun Karantina Pertanian kelas 1 Entikong Kabupaten Sanggau,  Yongki Wahyu Setiawan, MH, mengatakan, Penangkapan dari gabungan dari tim Pamtas RI Yonif 511/DY dengan CIQ sekitar pukul  08.30 di dapatkan banyak barang yang mencurigakan diantaranya adalah telur sebab sekarang wabah flu burung sedang melanda negara Malaysia.
"Kita  masih ada pembatasan, pemasukan unggas dan produk unggas dari Negara Malasyia, jadi mereka tidak bisa memasuki lewat jalur resmi akhirnya mereka melalui jalan tikus. Dan cukong atau pemilik barang, kami masih mendalami, dan kami pun melakukan  penyelidikan siapa aktor dibalik semua ini,” papar Yongki.
Lebih lanjut Yongki menambahkan, terkait kita ada kejadian wabah flu burung di Sabah, Serawak Malaysia kita lakukan pembatasan  di pintu-pintu pemasukan resmi maupun tidak resmi. Selain itu, kami juga melakukan patroli seperti ini, pada intinya kami sering melakukan patroli gabungan bisa seminggu sekali bisa seminggu dua kali bahkan setiap bulan kita bisa melakukan patroli tujuh atau delapan kali gabungan dari CIQ ,TNI dan Polri. Dan barang hasil tangkapan ini akan di serahkan ke kantor Polsek Entikong untuk di buatkan laporannya, “ tambah Yongki.

Sementara itu, secara terpisah Kompol Amin Siddiq, Kapolsek Entikong, Kalimantan Barat, kepada terkait operasi Tim Gabungan yang menggagalkan penyelundupan barang-barang illegal disebutkannya, barang-barang ini kita limpahkan ke Karantina lagi, karena barang-barang  ini termasuk barang-barang  seperti ayam, telur, harus punya rekomendasi dari Karantina,” terang Kompol Amin.           
Dalam modus  penggelapan barang-barang illegal melalui jalur tikus diduga ada keterlibatan cukong, menurut Kompol Amin, upaya kita sudah maksimal dalam arti kita tidak mungkin sampai cukong kalau pemikulnya tidak kita dapatkan dan yang kita temukan hari ini kan cuman barang-barang saja di lapangan pemikulnya melarikan diri ke hutan ketika nanti pemikulnya kita tangkap,  kita periksa dan ada bukti yang menguatkan  dia menunjuk siapa pemiliknya maka  kita tanyakan secara terpisah, tapi kalau sepanjang pemikulnya tidak ada dan ini jadi barang temuan dan pembawanya melarkan diri maka barang temuan dan selanjutnya nanti kita serahkan instansi yang berwenang hari ini juga, ujar Amin Siddiq, Kapolsek Entikong. (Ayep Saparuddin/SPL)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS