Selama 18 Bulan Lahan Masyarakat Belum Digarap Oleh Perusahaan PT.CNP dan PT.TAA

Rabu, 19 September 2018


Landak (Sorot Post) -Rapat Terkait Permasalahan Lahan Warga yang Tidak di Garap Oleh PT.CNP dan PT.TAA di Aula Dinas Perkebunan Kab. Landak (18/9/18).
Undangan rapat yang di tanda tangan oleh Bupati Landak tersebut mengundang pihak-pihak terkait seperti Dinas perkebunan dan lingkungan hidup, pimpinan FGB Malaysia dan FGB Pontianak, pimpinan PT.CNP dan PT.TAA, Camat Sebangki, Kapolsek Sebangki, Ketua DAD kecamatan Sebangki, para Kepala Desa di wilayah Sebangki, tokoh masyarakat dan Pj. Sekretaris Daerah  Kabupaten Landak,  Alpius.

Kegiatan rapat masalah lahan warga masyarakat Sebangki yang telah di serahkan kepada pihak perusahaan PT.CNP dan PT.TAA selama 18 bulan tidak di bangun atau dilakukan penggarapan oleh pihak perusahaan. 

Menurut management PT.CNP dan PT.TAA mengatakan bahwa bukan tidak mau melakukan penggarapan terhadap lahan-lahan tersebut melainkan mendapat protes dari LSM Green Peace bahwa pihak perusahaan ada menanam buah kelapa sawit di tanah gambut

Dari paparan perwakilan LO FGV Pontianak bahwa perusahaan PT. TAA dan PT. CNP sudah bekerja sesuai aturan yang berlaku di Indonesia dan masalah sawit yang di tanam di tanah Gambut tidak menyalahi aturan yakni gambut dengan kedalaman tidak lebih dari 3 meter bisa dikelola.

"Hasil paparan dari dinas Lingkungan Hidup bahwa klaim atau protes yang dilakukan LSM/MGO/GREEN PEACE itu salah karena saat di undang tidak berani datang dan dari hasil kajian dinas Lingkungan Hidup bahwa PT CNP dan PT TAA tidak melanggar aturan yang ada di Indonesia," terangnya. 

 Menurut Perwakilan dari FGV Malaysia Datok Syehbandar mengatakan bahwa LSM GREEN PEACE Dunia pengaruhnya sangat besar dan mereka bisa memboikot hasil kebun kita, dan memboikot agar Bank tidak mengucurkan dana lagi ke kita sehingga perusahaan bisa kolap.
"Akan tetapi memohon hasil rapat ini dibuatkan satu laporan yang nantinya akan dibawa dan dibahas dalam pertemuan di Malaysia dan meminta waktu 2 Minggu sudah ada keputusan beroperasi kembali atau tidak kedua perusahaan ini dan selama kegiatan berlangsung situasi aman dan kondusif." paparDatok Syehbandar. 

Menurut Kapolsek Sebangki Ipda Hertomo Mengatakan bahwa agar semua pihak untuk menjaga situasi dan kondisi tetap aman kondusif terlebih di wilayah hukum Polsek Sebangki terkait permasalahan lahan yang belum di garap tersebut, kita tinggal menunggu hasilnya dari pihak management terang Kapolsek(Nes/ Deo H Tahta)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS