Tanam Padi Perdana, Bupati Berharap Bantuan Harus Dirawat

Jumat, 24 Agustus 2018

poto: Tanam Padi Perdana Di desa Ngarak
Landak (Sorotol Post)-Petani Desa Ngarak Kecamatan Mandor Kabupaten Landak Kalbar, kamis 23 Agustus 2018 pagi, mengikuti acara tanam padi perdana bersama  Bupati Landak Karolin Margret Natasa dan bersama kepala Dinas pertanian perikanan peternakan dan ketahanan pangan kabupaten Landak Vinsensius, Muspika kecamatan Mandor, dan kelompok tani di Desa Ngarak.
Tanam padi perdana merupakan sebuah aktifitas rutin dua sampai tiga kali tanam pagi setahun, dalam hal tersebut sebagai masyarakat petani mengajukan usulan yang merupakan keluhan dari petani kepada Karolin Margret Natasa Bupati Kabupaten Landak dalam acara dialog usai penanaman padi.
" Selama ini para petani mengalami kesulitan untuk menanam padi karena musim kemarau dan sudah banyak bangunan irigasi yang rusak. Selain itu juga para petani masih memerlukan alat mesin pertanian (Alsintan)," terang petani. 
Menurut Bupati, usulan bendungan irigasi yang dilaporkan oleh masyarakat itu akan segera di tindak lanjuti untuk dibangun.
Poto:acara Dialogis petani dengan Bupati dan SKPD

Kelompok tani harus membuat laporan lengkap dengan foto fisik yang rusak dan buat proposal sebagai ajuan untuk dibangun.

" Jangan hanya melaporkan tanpa data atau minta bantuan tanpa proposal. Ajukan proposal ke Dinas pertanian dan langsung ke saya,"ucap Karolin.

Dikatakannya, sekarang ini masyarakat petani sudah banyak mendapat bantuan dari pemerintah. Selain alsintan juga bibit unggul.

" Kalau sudah mendapat bantuan dari pemerintah, semua bantuan itu supaya di jaga dan dirawat. Bantuan Alsintan yang beri itu untuk kelompok masyarakat petani atau untuk kelompok ramai-ramai. Bukan untuk perseorangan atau khusus ketuanya. Makan harus bertanggungjawab dengan Alsintan yang sudah di beri," pesan Karolin.

Di kabupaten Landak 80 persen mata pencaharian masyarakat bertani dan berkebun.

" Jadi bertanilah yang baik dan gunakan bibit unggul supaya hasilnya lebih banyak dan bagus. Kalau bibitnya baik maka petani juga bisa berhasil," katanya.

Dia berharap Kades Ngarak untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes harus bisa dibentuk di desa untuk membantu masyarakat dan menambah pendapatan Desa.

"BUMDes boleh buka toko untuk pertanian.
Toko pertanian di Landak sedikit atau susah. Jadi kalau dibentuk BUMDes seperti toko yang menjual alat dan perlengkapan pertanian, itu sudah membantu masyarakat petani," harap Karolin.

Sementara itu Kades Ngarak Ramsiah, melaporkan bahwa penduduk Desa Ngarak sebagian besar bertani dan berkebun.

" Penghasilan yang menjadi andalan masyarakat itu padi dan karet. Adapun perkebunan sawit itu belum ada hasil yang maksimal," ujarnya.

Dikatakan Ramsiah, perusahaan perkebunan yang ada di Desa Ngarak sudah lama tapi tidak mensejahterakan masyarakat.

"Bahkan membuat masalah bagi masyarakat. Perkebunan sudah lama tapi tidak belum berhasil untuk masyarakat," katanya. (Nes/Ton)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS