Rumah Merah Putih Kediaman Markus Dodadu Pensiunan PNS

Rabu, 08 Agustus 2018

Poto: kiri :Yohanes (Pimpinan Umum Media Sorot Post),Kanan:Markus dodadu, dirumah dikediamannya.

Landak (Sorotpost)- Aku tidak mau dijajah, aku tidak mau putih mata lebih baik putih tulangku, karna darahku merah inilah slogan para pejuang Bangsa Indonesia yang dikumandangkan kembali oleh Markus Dodadu sosok seorang pensiunan guru SDN 13 Lintah kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak.
Markus Dodadu (65) hidup sebatang kara tidak punya keluarga sejak dia mencari kerja dikalimantan barat, Markus Dodadu tinggal dikampung dusun Lintah desa Lintah Kecamatan sengah Temila Kabupaten Landak, hidupnya sebatang kara dan mengabdi untuk bangsa Indonesia selama 31 tahun, kini Markus Dodadu yang tinggal sendirian menikmat dan menjalani hidupnya dengan menghiasi rumah,taman, meja dan kursinya warna cat merah putih.
Rumah Markus Dodadu selalu diwarnai dengan cat merah putih dan tak asing lagi julukan yang santren didengar didaerah sekitarnya adalah dengan sebutan Rumah Merah Putih karna rumah ini melambangkan dan menandakan bahwa jiwa Patriotnisme dan Nasionalime pada NKRI.
Poto:Markus Dodadu 

Ketika media ini konfirmasi dikediaman rumah merah putih, rabu (8/8/18) pagi, Markus Dodadu menyebutkan dalam suasana menyambut kemerdekaan Republik Indonesia ketahun 73 tahun bahwa jiwa Patriotnisme dan jiwa Nasionalisme harus ditanamkan dan terhias dalam hati sanubari masing-masing seperti halnya dicontohkan rumah, dan tanam tempat dia tinggal dihiasi dengan warna merah putih.
"Saya lahir di NTT, pulau Sabu Kabupaten Kupang, saya mengajar pada tahun 1978 sampai dengan  2017 di SD 13 Lintah dan berakhir di SD ini. Saya menunjukkan bahwa kecintaan saya untuk NKRI adalah harga mati oleh sebab itu disini ada Merah Putih," terang Markus Dodadu.
Markus Dodadu berharap kepada Bangsa Indonesia untuk menerapkan kembali pelajaran pendidikan pancasila  disekolah sekolah karna dengan menerapkan kembali Pelajaran Pendidikan Pancasila Indonesia kembali kepada jati dirinya kepada Pancasila karna pancasila dan UUD 1945 adalah dasar sumber dari segala sumber hukum sehingga  anak bangsa yang dididik kesekolah bertata kerama pada guru dan orang lain sebab contohnya sudah banyak, semenjak dihilangkan pelajaran pendidikan pancasila banyak anak-anak yang melanggar hukum tidak lagi menghormati guru contoh disekolah tata kerama anak murid tidak ada lagi terhadap guru dan bisa menjadi teroris, dan pesan saya tegakkan Pancasila dan UUD 1945 kembali,"harap Markus Dodadu. (Nes)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS