Pelebaran Jalan Kota Ngabang Dalam Tahap pembebasan Lahan

Kamis, 09 Agustus 2018

Poto:Jalan kota ngabang

Landak (Sorotpost) -  Pelebaran jalan dalam kota Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat sedang tahap progres  pembebasan tanah dan bangunan yang terhitung  dari jalan Tugu Pahlawan sampai dengan Simpang KPU kiloneter dua. 
Menurut  Kaslem Kepala bidang Pertanahan Kabupaten Landak tanggal 2 Agustus 2018 lalu,  pembebasan tanah dan bangunan berjumlah data tanah berdasarkan peta bidang yang dikeluarkan BPN Kabupaten Landak sebelum revisi peta bidang tanah adalah berjumlah 128 persil tanah,  dan setelah revisi  peta bidang tanah yang ke empat oleh BPN  Kabupaten Landak data persil tanah bertambah  menjadi 227 persil  tanah dari 13 persil aset pemerintah dan 214 persil aset masyarakat. Hal tersebut dikarenakan ada perubahan atau pemecahan sertifikat induk dari masing-masing pemilik tanah Jumlah data tanah dan bangunan yang dibebaskan sebanyak 70 persil dari 214 persil atau kurang lebih 32 persen. 

Menurut Kaslem lagi,  jumlah berkas yang sedang diproses dan dalam tahap pembayaran 60 persen berkas untuk tanah dan bangunan jadi jumlah total anggaran belanja modal tanah untuk pelebaran jalan kota ngabang tahun 2018 berjumlah 6.100.000.000 (enam milyar seratus juta rupiah), sampai dengan triwulan ketiga tahun anggaran yang diserap untuk pembayaran belanja modal tanah berjumlah Rp. 2.067.255.122 (dua milyar enam puluh tujuh juta dua ratus lima ribu seratus dua puluh  dua rupiah)  atau kurang lebih 33,9 persen, papar Kaslem. 
Perjuangan untuk pembebasan lahan sangat panjang ditempuh bertahun- tahun dan banyak hambatan yang harus dilalui. 
"peta bidang tanah dan data luasan yang dibuat BPN kabupaten Landak sebagian besar tidak sesuai dengan data dan pakta dilapangan seperti,  banyak tanah masyarakat yang seharusnya terkena pelebaran jalan akan tetapi menurut peta bidang dan data luasan tanah yang dibuat oleh BPN Landak tidak terkena. Pada peta bidang yang dibuat BPN Kabupaten Landak tergambar sertifikat induk akan tetapi kenyataan dilapangan sertifikat tersebut sudah dipecah-pecahkan dan ada peta sertifikat tanah yang tertuang atau tergambar pada peta bidang tapi kenyataan dilapangan posisi tanah tidak ada,"terang Kaslem. 
Pelebaran jalan kota ngabang dari Tugu Pahlawan sampai  kantor KPUD Kabupaten Landak yang akan dikerjakan, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda)  Alpius,  menyebutkan Pemerintah Daerah sedang melakukan pembebasan dan masih melakukan bidang tanah sesuai dengan realnya karna ada sertifikat induk pemilik tanah dan bangunan yang berdomisili diluar kota ngabang sehingga kesulitan dalam hal komunikasi. 
"Ibu Bupati dan dinas PU sudah konsultasi ditingkat pusat yang penting dokumen pembebasan lahan dilaporkan dan apabila sudah selesai maka dari pusat akan action dari sana dan kalau belum dilaporkan maka pihak pusat belum mau, "tutur Alpius, kamis (9/8/18) siang di aula kantor DPRD Kabupaten Landak.
Alpius menyebutkan langkah-langkah dan tindakan yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut diantaranya adalah meminta dinas  Pekerjaan Umum dan Perumahan kabupaten Landak untuk melakukan pengukuran ulang terhadap bangunan-bangunan yang telah terkena pelebaran jalan kota ngabang dan menyampaikan data kembali kepada kantor jasa  penilai publik untuk melakukan penilaian ulang terhadap perubahan data bangunan yang baru, tambah Alpius. 
Dari langkah yang akan diambil dan diminta oleh Bupati dan Sekda Kabupaten Landak,  ketika media ini mau konfirmasi dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Landak belum ada jawaban sampai berita ini dinaikkan.  (Nes)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS