Iklan Hari Pahlawan nasional 10 Nov 2018

3 Sanksi Pelanggaran Yang harus Ditaati Oleh caleg

Senin, 13 Agustus 2018

Poto:Wawancara Ketua Bawaslu petrus Kanisius yang didampingi Ketua panitia Kasianus,SH

Landak (Sorot post) -  Badan Pengawas Pemilihan Umum Panwaslu Kabupaten Landak menggelar persiapan pengawasan Pileg dan Pilpres tahun 2019  diaula hotel Hanura jalan KM 2 Ngabang Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak pada senin,  (13/8/2018).
Sosialisasi Pengawasan Pemilu pemilihan umum DPR, DPD, DPRD serta Presiden dan wakil Presiden tahun 2018  di aula hotel Hanura jalan kilometer 2 Ngabang Kabupaten Landak Kalbar dimulai pukul 08:00 dihadiri para undangan yang berjumlah  45 orang yang terdiri dari perwakilan Partai Politik, unsur masyarakat adat,  organisasi,  masyarakat organisasi pemuda,  dan pramuka kwarcap Landak serta staf ahli dilingkungan sekretsris Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Landak. 

Menurut Kasianus, SH ketua panitia kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu, latar belakang kegiatan sosialisasi ini adalah agar pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan dan asas pemilu, diperlukan pengawalan setiap tahapan pemilu, terang Kasianus saat menyampaikan laporan Pantia sosialisasi.
Dalam konteks pengawasan pemilu, tambah Kasianus,  adalah dilambangkan dengan adanya lembaga Badan maupun panitia pengawas pemilu ditingkat atas hingga ditingkat bawah yang menjadi satu pengawasan.
" Adanya partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan pemilu ini adalah suatu bentuk dari penggunaan hak warga Negara untuk mengawal hak pilihnya dan pemantauan ini juga merupakan kontrol dari publik untuk menjaga suara dan kedaulatan rakyat didalam penyelenggaraan negara maka dengan ini Panwaslu Kabupaten Landak mengadakan kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu," ujar Kasianus. 
Saat pembukaan rapat kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu tahun 2019,  ketua Bawaslu Kabupaten Landak, Drs. Petrus Kanisius Ng, menyampaikan maksud dan tujuan diselenggarakannya sosialisasi pengawasan pemilu ini adalah memberi pemahaman tentang peran penting masyarakat dalam Negara demokrasi untuk mengawal dan turut memastikan pemilihan umum berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 
Petrus Kanisius, menyebutkan metode untuk mengantisipasi terjadi pelanggaran-pelanggaran Caleg sebelum terjadi maka diberi pemahaman satu metode WS.
 "Dasar kami untuk bergerak dan menyampaikan sesuai pelaturan yang ada kepada masyarakat adalah dari panitia pengawas pemilu tingkat kabupaten ada tiga jenis pelanggaran yakni pelanggaran administrasi,  pelanggaran pidana,  contoh terjadinya politik uang,  Intimidasi, dan pelanggaran kode etik, apabila caleg melakukankan pelanggaran maka pihak Bawaslu akan melaporkan ke KPU untuk diproses sesuai aturan apakah masuk keranah administrasi atau pidana," papar Petrus Kanisius.
Ketua Bawaslu Petrus Kanisius, akan melakukan koordinasi ke KPU apabila terjadi pelanggaran oleh caleg,  seperti yang saat ini sudah banyak terpampang baliho atau spanduk-spanduk yang beredar dimasyarakat. 
"Sesuai dengan undang-undang, contoh silakan tulis nama parpol,  tetapi tidak boleh menulis nomor urutanya,  atau nomor urutannya dikasi tanda pencoblosan dan nantinya akan disampaikan ke KPU  dan kita akan merekomendasikan dan KPU akan menindaklanjuti pada caleg atau parpol tersebut,"katanya. 
Harapan Petrus Kanisius,  semua parpol yang terdiri dari 15 parpol untuk mengikuti aturan yang sudah diamanatkan dan kita harus menciptakan keharmonisan, suasana yang kondusip dan kondusip, dan dewasalah dalam berpolitik, "harapnya. (Nes)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS