Warga Desa Gombang Mengakhiri Hidupnya Dipohon Jeruk

Kamis, 19 Juli 2018


Landak (Sorotpost)- Diduga depresi, seorang ibu rumah tangga warga Dusun Bayang Desa Gombang Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, Yurni (46) nekad menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri di pohon jeruk. Penemuan jasad Yurni pertama kalinya ditemukan oleh keponakan korban, Risni, Rabu (18/7) sekitar pukul 06.30 Wib. Diketahui Yurni merupakan warga setempat.

Kapolsek Sengah Temila Iptu Sujiyanto melalui Kanit Reskrim Aiptu P. Eko Kusyunianto membenarkan adanya penemuan mayat itu.

"Mayat tersebut memang ditemukan pertama kalinya oleh keponakan Yurni, Risni. Saat itu, Risni akan pergi sekolah menggunakan sepeda motor. Namun, tepat dipinggir jalan raya Dusun Bayang, ia melihat sesosok tubuh tergantung di batang pohon jeruk yang tidak jauh dari rumah warga dan rumah korban. Jarak ke TKP dengan rumah korban kurang lebih berjarak 100 meter saja, " ujar Eko, Kamis (19/7).

Melihat bibinya tergantung di pohon jeruk, Risni langsung  memberitahukan kejadian tersebut kepada suami Yurni, Suwarno.

Sekitar pukul 07.20 Wib, pihak keluarga korban atau yang mewakili perangkat Desa Gombang yakni Kadus Bayang, Sahanen  langsung memberitahukan penemuan mayat itu ke Polsek Sengah Temila.

"Setelah menerima laporan dari Kadus Bayang, kita langsung mendatangi TKP. Kitapun langsung melakukan olah TKP yang disaksikan juga keluarga korban, Ketua RT. 002 dan Kadus Bayang serta masyarakat Bayang," katanya.

Dikatakannya, setelah olah TKP, mayat tersebut diturunkan dan langsung dibawa ke rumah duka. Dirumah duka, korban dilakukan pemeriksaan secara medis oleh perawat Puskesmas Senakin.

"Menurut keterangan yang kita peroleh dari suami korban, Suwarno, istrinya itu merasa depresi dikarenakan penyakit yang dialaminya tidak kunjung baik. Dari hasil olah TKP, memang tidak ditemukan adanya tanda bekas penganiayaan terhadap korban. Korban murni meninggal akibat gantung diri, " jelas Eko.

Sementara itu, Kapolsek Sengah Temila Iptu Sujiyanto berpesan kepada warga supaya tidak mudah berputus asa mengakhiri hidup dengan bunuh diri. 

"Mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri tidak akan membuat bebas dari segala permasalahan. Semua cobaan ada akhirnya, pertolongan pasti datang dari Tuhan,” ingat kapolsek.

Diakuinya, atas kejadian tersebut, suami korban menerima kejadian itu. Suwarno juga mengatakan, tidak perlu dilakukan otopsi terhadap jasad istrinya itu.

"Selanjutnya korban kita serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya," ucapnya. (Dev. Yoh) 

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS