Jual Beli Karet Pasar Ngabang Merusak Konsep Tata Ruang Kota

Rabu, 25 Juli 2018

Poto:potret Kondisi pasar jalan jati kota ngabang 

Landak (Sorotpost)- Sungguh sangat ironis Toke alias bos pembeli karet dijalan pasar jati kota ngabang kecamatan Ngabang Kabupaten Landak Kalbar tidak mengindahkan himbauan dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Landak yang beberapa waktu lalu sudah memberi himbauan dan teguran kepada pembeli karet petani yang berada di pasar Ngabang jalan jalur jembatan lama kota Ngabang yang sampai saat ini masih terlihat beberapa tumpukan karet didepan beberapa toko.
Bau tak sedap, membuat beberapa pengunjung harus menutup hidung dan meludah saat berada disekitar tersebut.
Menurut Rosian Kabid Perdagangan Kabupaten Landak saat dikonfirmasi diruangannya Rabu, (25/7/18) siang, menyebutkan Dinas Koperasi Perindustrian dan perdagangan pernah menghimbau kepada Bos pembeli karet yang bertransaksi jual beli karet disekitar kota ngabang. Transaksi jual beli karet dipasar dekat pinggir jalan  raya sudah tentu mencemar udara bau tak sedap,  lingkungan dan  merusak  permandangan kota Ngabang. 
Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Perdagangan pernah melakukan pembinaan pembeli karet, penbinaan ini diberi sebuah solusi pengusaha pembeli karet  untuk membuat gudang penampungan selanjutnya  untuk bertransaksi jual beli.
"Kami Sudah menghimbau agar pembeli karet jangan lagi transaksi jual beli karet disekitar kota Ngabang karna sudah barang tentu mencemar lingkungan, pencemaran udara bau tak sedap dan merusak pemandangan kota,"terang Rosian.
Rosian menyayangkan, bos pembeli karet setelah diberi himbauan dan pembinaan, mereka membandel dan sampai saat ini aktifitas jual beli karet di pasar Jati kota ngabang di jalur jembatan lama masih berlangsung.
"aktifitas jual beli karet masih terjadi disana, sepertinya bos pembeli karet membandel tidak mengindahkan himbauan dari Pemerintah Kabupaten Landak, saya berharap nanti ada tindakan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP) untuk melakukan tindakan terhadap pedagang yang membandel,"Ujar Rosian.
Selanjutnya Yohanes,S.Pdk Kades Hilir Kantor Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak, juga menyorot adanya aktifitas jual beli karet dijalan pasar jati kota Ngabang sudah sejak lama hingga sampai saat ini masih terjadi. Hal ini tentunya sangat mengganggu masyarakat baik yang ada disekitar atau masyarakat yang melewati jalan itu.
Yohanes selaku Kades Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang meminta dan berharap kepada toke-toke Karet agar jangan bertransaksi disekitar itu, sebab kondisi sudah tidak mengenakkan mata.
"kondisinya sekarang sudah tidak ramah lingkungan dan permandangan tata ruang kota yang tidak indah, "tutur Yohanes.
Menurut Yohanes, apabila konsep tata ruang desa itu dilanggar oleh masyarakat maka yang terjadi adalah lingkungan itu tidak ramah dan tidak sehat.
"Konsep desa agar tidak terjadi jual beli karet dilingkungan pasar atau desa di daerah jalur jalan pasar arah jembatan lama adalah pengusaha karet harus melakukan penimbangan dan penampungan digudang, dan saya minta adanya kerjasama antara pihak pemerintah Kabupaten Landak seperti Dinas Koperasi Perindustrian dan perdagangan serta Pol-PP agar konsep tata ruang kota indah dan bisa menjadi percontohan bagi semua orang,"tambahnya.(Nes)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS