Pemdes Dan Inspektorat Tidak Mengetahui Adanya Tipikor Dana Desa yang Ditangani Polres Landak

Rabu, 30 Mei 2018

gambar :Ilustrasi dana desa

Landak (Sorotpost) - Dari 156 Desa 13 Kecamatan dikabupaten Landak Kalimantan Barat,  pada tahun 2018 ini dilaporkan oleh Tokoh masyarakat dan BPD ada disinyalir Dugaan Korupsi Dana Desa Tahu Capai Ratusan Juta pada tahun 2016/2017 silam. 
Terhembusnya informasi adanya dugaan korupsi di tingkat desa Tahu Kecamatan Meranti Kabupaten Landak karna adaa laporan dari 
BPD dan Tokoh Masyarakat kepada pihak polres Landak Waktu lalu. 
Laporan dari tokoh masyarakat dan perangkat desa Tahu Kecamatan Meranti Kabupaten Landak merupakan sebuah kelalaian dari pihak pengawasan yang mengaudit keuangan dan bangunan fisik didesa Tahu Pada tahun 2016/2017 silam. 
Seperti dilansir oleh media Tribunepontianak. co.id pada Minggu, 27 Mei 2018, bahwa Wakil BPD dan Tomas Desa Tahu menunjukkan pembangunan jembatan dengan pagu dana Rp 20 juta tapi tidak terealisasi dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Tokoh Masyarakat (Tomas) Desa Tahu, Kecamatan Meranti, mempertanyakan kelanjutan proses hukum dugaan penyelewengan Dana Desa Tahu, anggaran tahun 2016 dan 2017.
Karena sebelumnya, pada bulan Maret tahun 2018, para Perangkat Desa Tahu mulai dari Kades, BPD, Bendahara, Kadus, Tomas, Operator Desa, dipanggil dan diminta keterangannya oleh pihak penyidik Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) Polres Landak.
Berdasarkan hasil pengawasan dan perhitungan oleh BPD dan Tomas Desa Tahu, untuk anggaran tahun 2016 ada pengelembungan dana dan pos anggaran Dana Desa yang fiktif dengan jumlahnya sekitar Rp 188 juta.
Sedangkan untuk anggaran tahun 2017, ada dana fisik pembukaan bodi jalan Sejagan-Soren yang tidak sesuai. Kemudian dana Bidang Pembinaan Kemasyarakatan serta dana Bidang Pemberdayaan Masyarakat tidak disalurkan dengan baik (sebagian fiktif) yang jumlahnya Rp 261 juta.
"Jadi dari hasil perhitungan kita, anggaran tahun 2016-2017 itu ada dugaan penyelewengan Dana Desa sebesar Rp 449 juta," ujar Wakil Ketua BPD Tahu Darwinto didampinggi Sekretaris BPD Hermanto, tiga Tomas Desa Tahu Ajis, Ajir, dan Ingung kepada Tribun pada Sabtu (26/5/2018).
Dijelaskan Darwinto lagi, jumlah dugaan penyelewengan Dana Desa tersebut sudah tertuang di dalam Berita Acara (BA), Rapat BPD Tahu untuk membahas kinerja Kades Tahu bersama Tomas Desa Tahu pada tanggal 19 Maret 2018 yang lalu.
Dijabarkannya, seperti pos anggaran tahun 2016, untuk Bidang Pembangunan Desa ada satu yang tidak terealisasi dari enam item.
Kemudian untuk Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, dari sembilan item tidak ada satu pun yang terlaksana (fiktif).
Sebuah kelalaian dari pihak Pemerintahan Desa (Pemdes) dan Inspektorat  Kabupaten Landak untuk melakukan pengawasan turun langsung ke lapangan dalam pengawasan setiap pembangunan fisik setiap desa dan pada akhirnya masih ada oknum kades yang melakukan penyelewengan keuangan negara.  
Saat www.sorotpost.com konfirmasi kedinas Pemerintahan desa (Pemdes) Kabupaten Landak dibidang kasi anggaran dan Pemerintahan Desa Kabupaten Landak, dan ketika hendak dikonfirmasi langsung ditolak untuk diwawancarai dengan alasan menunggu pimpinan.
Selanjutnya media ini mengkonfirmasi yang mempunyai peran sebagai aparat pengawasan internal Pemerintah yakni Inspektorat Daerah yang menjadi pilar yang bertugas sebagai pengawas sekaligus pengawal dalam pelaksanaan program yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diantaranya adalah Pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan desa dengan ruang lingkup, pengawasan pada Pemerintah Desa, pengawasan pelaksanaan tugas pembantuan di Kabupaten dan melakukan pemeriksaan khusus terkait dengan adanya pengaduan.
menurut Cisilia Vianny sektretaris inspektorat pada Rabu, (30/5/18) siang,  dirinya kaget dan tidak mengetahui kalau ada dugaan pengelewegan dana desa didesa Tahu Kecamatan Meranti Kabupaten Landak.  "Saya tidak mengetahui kalau ada penyelewengan dana desa di desa tahu kecamatan meranti Kabupaten Landak dan mengetahuinya baru sekarang, "papar Cisilia Vianny. 
Cisilia Vianny mengatakan pihak inspektorat hanya melaku pembinaan saja dari 156 desa dari 13 kecamatan Kabupaten Landak, dan untuk kasus dugaan penyelewengan dana desa didesa tahu Cisilia Vianny akan melakukan pengecekan dulu dibidang inspektorat apakah ada pihaknya melakukan pengawasan didesa tahu. 
"Saya akan cek dulu,  dan adapun dalam hal ini dengan adanya dugaan pengelewengan desa didesa tahu yang sudah ditangani oleh pihak kepolisian polres Landak, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan  kami (inspektorat) menunggu koordinasi dari pihak penyidik polres landak, "ungkap Cisilia Vianny. (Yhs) 

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS