Pembinaan Rohani, Mental Tahanan Polres Melawi Oleh Bripka Sutiyono

Senin, 14 Mei 2018


Melawi (Sorotpost) - Sebagai upaya memberikan pembinaan terhadap para pelaku tindak pidana yang menjadi tahanan di rutan Polres Melawi. Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin, S. IK, M. Si dan Wakapolres Melawi Kompol Jajang, S. Kom," memerintahkan kepada personil Polres Melawi yang mempunyai kemampuan untuk menyampaikan dakwah atau penginjilan agar mengadakan pembinaan rohani dan mental secara rutin terhadap para tahanan. Baik tahanan yang beragama Muslim maupun yang beragama Nasrani.

Pada kesempatan tersebut Bripka Sutiyono menyampaikan saat berdakwah di Ruang Tahanan Polres Melawi selalu bekerjasama dengan para Da'i atau Ustadz.

Diripun melaksanakan shalat magrib berjamaah, zhikir bersama dan dilanjutkan memberikan ceramah terhadap para tahanan yang beragama islam, Minggu ( 13/5/2018 ) malam.

"Inti dari tausiah yang disampaikan berkenaan dengan pentingnya bersyukur kepada Allah Saw Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan serta pentingnya agar kita segera memperbaiki diri sendiri dengan cara instrospeksi akan kesalahan yang telah kita perbuat. Orang yang berada dalam tahanan bukanlah berarti lebih hina bisa saja para tahanan lebih mulia kedudukannya disisi Allah SWT daripada kami yang diluar sebagaimana Allah memuliakan Nabi Yusuf Alaihissalam ketika dipenjara. Selama berada dirutan agar dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan memperbanyak amalan agama, ambil hikmahnya jadikan sebagai pengalaman yang berharga. Jadikanlah jalan yang salah pada saat ini merupakan jalan yang terakhir selanjutnya tidak lagi melakukan perbuatan yang melanggar aturan agama dan ketentuan hukum yang berlaku. Kegiatan tausiah berlangsung menjelang shalat isa dan ditutup dengan doa bersama. Para tahanan sangat antusias serta penuh khidmat mengikuti pembinaan rohani dan mental, sampainya.

"Kegiatan Binrohtal adalah sebagai salah satu langkah upaya Polres Melawi dalam menguatkan mental para tahanan selama menjalani masa hukuman. Mengajak taat menjalankan ibadah serta menghilangkan niatan para tahanan untuk berbuat ulang didalam tahanan misalnya upaya melarikan diri ataupun melakukan perbuatan yang nekat yaitu melakukan bunuh diri. Setelah selesai kegiatan para tahanan kita ajak makan roti dan minuman kopi maupun teh yang sudah disiapkan oleh Polres Melawi, katanya.

Penulis : Oktavianus
Editor    : Alfian Nurnas / Nanang. P
Publish : Hadi

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS