PT. GRS Menyelesaikan Tuntutan Adat Dayak Atas Ancaman dan Menonaktifkan GM. PT. GRS

Sabtu, 28 April 2018


Landak (Sorotpost) - Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Gunung Rijuan Sejatera (GRS) yang terletak di Desa Selutung, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak Kalimantan Barat,  Jumat (27/4) kemarin melaksanakan penyelesaian adat pembukaan pagar kebun oleh masyarakat adat. Penyelesaian adat pembukaan pagar dengan cara peraga adat suku dayak dikuatkan dengan  penerbitan surat pernyataan dari pihak GRS.
Adapun penyelesaian adat antara pengurus adat dengan pihak perusahaan PT. GRS adalah pembayaran adat ancaman dan adat buka pagar dengan disaksikan oleh pengurus Dewan Adat Dayak Kabupaten Landak yakni Abetnego (Pengurus Adat),  dan Amir selaku pihak perusahaan PT. GRS yang diserahkan oleh Sopianto Ginting dari pihak perusahaan serta yang menerima, yaitu saudara YN. Sinton Timanggong Binua Lumut, Kepala Desa Lamoanak, Yoyakim, Yosefh. S selaku kuasa masyarakat, Susanto, Supriadi dan Gendat Masyarakat setempat.
Menurut Yosefh kuasa hukum dari pihak masyarakat mengatakan pembayaran adat, mulai hari ini tidak ada lagi tindakan-tindakan diluar ketentuan adat. Kalaupun ada, itu resiko sendiri,” ujarnya. 
Sementara itu,  Abetnego selaku pengurus DAD Kabupaten Landak menjelaskan, bahwa penyelesaian permasalahan antara PT. GRS dengan masyarakat setempat sudah di selesaikan secara adat Dayak. Ia memohon kepada masyarakat setempat untuk menghargai adat yang sudah di selesaikan oleh pihak perusahaan tersebut.
Kepada masyarakat petani yang berada di sekitar PT. GRS bahwa pihak perusahaan telah menyelesaikan pembayaran adat pembukaan pagar dan adat pengancaman.

“ Untuk kedepannya jagalah nama baik  jangan sampai ini terulang lagi baik dari perusahaan maupun masyarakat setempat, kalau sampai ini terulang lagi hukuman adatnya bisa dua kali lipat,” kata Sinton selaku Temanggong Binua Lumut.

Dalam isi surat penyelesaian persoalan adat yaitu poin pertama menjelaskan bahwa masyarakat bersedia mencabut pagar yang telah di pasang perkebunan milik PT. GRS termasuk bersedia membuka kantor perusahaan yang di segel pada 18 April lalu.

Sedangkan poin kedua bahwa PT. GRS menanggung biaya adat pembukaan pagar dan kantor serta PT. GRS bersedia menonaktifkan GM PT. GRS,  Elemen Adipati Ginting cs dari PT. GRS. (Yhs/Man)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS