Pesta Tradisi Budaya Adat Suku Dayak Kalbar Tiga Kabupaten

Jumat, 27 April 2018


KUBU RAYA (Sorotpost) -Acara Gawe Dayak Naik Dango ke XXXIII Tahun 2018 di Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya diikuti kontingen dari 25 Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan dari tiga kabupaten di Kalimantan Barat.

Dari data yang berhasil dihimpun dari Sekretariat Panitia Naik Dango 2018 pada Kamis, (27/4) sejauh ini sudah berdatangan kontingen dari sejumlah kecamatan, diantaranya Kecamatan Toho 110 orang, Sungai Ambawang 150 orang, Kec. Jelimpo 92 orang, Anjungan 120 orang, Sadaniang 97 orang, Kuala Mandor B 54 orang, Kuala Behe 62 orang, Kec. Kubu 115 orang, Sompak 150 orang.

Rata-rata para kontingen datang dengan menggunakan kendaraan bus melalui jalur Trans Kalimantan dan langsung mendaftarkan diri kepada panitia yang selanjutnya diarahkan ke penginapan yang telah disediakan.

Kepada media ini personil pengamanan di arena Naik Dango dari Polsek Sui Ambawang Bripka Abdul Rosyid, mengatakan bahwa kedatangan Kontingen di arena Naik Dango Ke XIII tahun 2018 sempat menimbulkan kemacetan di Jalan Trans Kalimantan dan tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan Laka Lantas serta gangguan Kamtibmas lainnya.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut aparat kepolisian memberlakukan pengamanan terbuka dan tertutup selama kegiatan berlangsung. Pengaturan Lalu lintas diprioritaskan guna menghindari kemacetan panjang pada jalur jalan Trans Kalimantan,” jelasnya

Ritual Naik Dango

PERHELATAN budaya Naik Dango digelar setahun sekali di Kalimantan Barat. Naik Dango adalah ritual budaya yang selalu dilakukan oleh masyarakat Adat Dayak saat mereka memanen hasil pertanian dan perkebunan. Saat hasil panen mereka dapatkan, Naik Dango menjadi ritual ucapan syukur masyarakat adat dayak kepada Jubata Tuhan YME.

Pesta besar yang diungkapkan dalam proses Pesta Naik Dango dengan menyimpan beras di dalam lubung besar ini dimeriahkan dengan ragam ekspresi seni dari seluruh Suku Dayak yang ada di Kalimantan Barat.

Pesta Naik Dango yang merupakan warisan budaya dilaksanakan di Desa Lingga Kec. Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Tahun 2018 ini merupakan pagelaran ke 33 yang dilaksanakan di Rumah Betang Desa Lingga.

Ribuan pegiat budaya Adat Dayak dipastikan akan memadati lapangan Rumah Adat Dayak untuk menuangkan rasa syukur mereka dengan menggunakan baju khas adat Dayak dengan aksesoris lengkap seperti kepala burung enggang dengan beberapa kalung tengkorak dan tak ketinggalan senjata mandau yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Suku Dayak.

Dengan adanya perhelatan Naik Dango di setiap tahunnya maka akan menciptakan peluang sebesar-besarnya untuk mewujudkan visi dayak bersatu dan dayak sejahtera. Gawai ini selain mengucap syukur kepada Tuhan juga membahas mengenai negara. Jadi kita walau berbeda suku tetapi satu Indonesia. (kliwon)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS