Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Presiden MADN Dikawal FPDL

Rabu, 25 April 2018



Landak (Sorotpost) -  Rabu pagi (25/4/18) di kantor pengadilan Negeri (PN)  Ngabang menggelar sidang lanjutan Kasus ujaran kebencian terhadap Presiden Majelis Adat Dayak Nusantara (MADN) yang juga mantan Gubernur Kalbar dua periode, Cornelis, berlanjut ke proses hukum. Kasus inipun menyeret oknum PNS, Pindarto Rahmad yang sekarang ini sudah ditetapkan sebagai terdakwa. Saat ini kasus ujaran kebencian melalui postingan dimedia sosial (Medsos) itu sudah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Landak.
Sidang tersebut sudah memasuki sidang kedua di PN Ngabang. Agenda sidang kedua itu mendengarkan pembelaan dari kuasa hukum terdakwa, Sarwaniansyah terhadap eksepsi dakwaan oleh JPU pada sidang sebelumnya.

Hadir dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua PN Ngabang, I Dewa G. Budhy Dharma yang didampingi dua Hakim Anggota yakni, Indra Joseph Marpaung dan Firdaus Sodiqin, terdakwa Pindarto Rahmad dan sejumlah perwakilan Forum Pemuda Dayak Landak (FPDL).

Kasus ujaran kebencian inipun mendapat perhatian dari organisasi FPDL,POB, DRAF, dan POAR. Merekapun siap mengawal terus sidang kasus ujaran kebencian tersebut hingga selesai.

Sebagai bukti bentuk pengawalan kasus tersebut, puluhan anggota FPDL mendatangi PN Ngabang sebelum dimulainya sidang kedua. Mereka menyampaikan aspirasi kepada PN Ngabang supaya bisa melakukan penahanan terhadap Pindarto.

Menurut juru bicara FPDL, Sarmianus Senki menegaskan, FPDL tetap akan melakukan pengawalan dan pengawasan proses hukum terhadap kasus ini.

"Harapan kita hari ini PN Ngabang melakukan penahanan terhadap Pindarto Rahmad. Sebab, menurut kami proses hukum kasus ini sudah cukup lama sejak April 2017 lalu. Namun proses hukum baru berjalan sekarang," ujarnya.

Ia juga menegaskan, apa yang sudah dilakukan Pindarto Rahmad memang sudah melukai masyarakat Landak khususnya pemuda.

"Oleh karena itu kami mendatangi PN Ngabang untuk mengawal jalannya persidangan ini. Harapan kami, PN Ngabang segera melakukan penahanan terhadap Pindarto Rahmad," pintanya.

Ia berharap supaya kasus ujaran kebencian melalui Medsos tersebut tidak terulang lagi di Landak.

"Kami meminta PN Ngabang supaya memberikan rasa keadilan yang seadil-adilnya dalam kasus tersebut. Sebab
dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Pindarto Rahmad terhadap tokoh masyarakat Landak Bapak Cornelis, yang kami anggap sudah menjadi orangtua dan sesepuh kami di Landak. Oleh sebab itu, kita bersama beberapa ormas yang ada ikut hadir di PN Ngabang dalam rangka mengawal kasus ini," ucapnya.

Tidak hanya mendatangi PN Ngabang untuk menyampaikan aspirasi, pihaknya pun juga sudah mengirimkan surat kepada PN Ngabang supaya segera menahan Pindarto Rahmad.

"Tapi nampaknya hari ini Pindarto Rahmad tidak ditahan. Namun, kita tetap melakukan pengawalan kasus ini dengan hadir di PN Ngabang sampai proses hukum ini berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat kita," tegasnya.

Penasehat hukum terdakwa, Sarwiniansyah menegaskan,surat dakwaan yang dibacakan JPU pada sidang sebelumnya,memiliki kelemahan dan kekurangan.

"Saya menilai, surat dakwaan JPU yang sudah disampaikan pada sidang sebelumnya terkesan dibuat terburu-buru," kalanya.

Ia beralasan, uraian didalam dakwaan JPU itu tidak mencantumkan atau menghubungkan antara perbuatan terdakwa dengan Pasal 40 UU No. 19 tahun 2000 tentang Informasi dan Teknologi Informasi (ITE).

Sidang inipun akan berlanjut pada 7 Mei mendatang dengan agenda sidang jawaban JPU terhadap nota pembelaan kuasa hukum terdakwa.

Sebelumnya, kasus ujaran kebencian ini ditangani Polres Landak. Kemudian berkas kasus dilimpahkan ke Kejari Landak untuk diproses lebar lanjut.

Penyampaian aspirasi yang dilakukan FPDL inipun mendapat pengamanan dari Polres Landak. Tampak hadir dari jajaran Polres Landak, Wakapolres Landak Kompol Damianus Dedy Susanto, Kabagops Kompol Sri Harjanto, Kasat Sabhara, Iptu Joko Prakoso dan Kapolsek Ngabang Kompol Ida Bagus Gde Sinung.(Yh/Vi) 

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS