Iklan Hari Pahlawan nasional 10 Nov 2018

Dugaan Pemalsuan Dokumen, Kades Diberhentikan Sementara Oleh Bupati

Senin, 30 April 2018

Poto :Bupati Lingga

Lingga (Sorotpost) - Bupati Lingga  memberhentikan sementara empat kepala desa karena tersangkut kasus penerbitan surat kepemilikan lahan PT CSA yang ditangani Bareskrim Polri waktu lalu. 

seperti dilansir dari media Antarakepri,  Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Lingga Gandim mengatakan, keempat kepala desa tersebut diberhentikan sementara karena saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

"Keempatnya sudah menerima surat pemberhentian sementara dari Bupati Lingga, pada pekan kemarin," kata Kabag Tapem Setda Lingga Gandim kepada Antara, Senin.

Keempat kepala desa di wilayah Kecamatan Lingga utara dan Kecamatan Lingga timur tersebut antara lain Kepala Desa Pekaka Lingga Timur, Kepala Desa Kerandin Lingga Timur, Kepala Desa Teluk Lingga Utara dan Kepala Desa Limbung Lingga Utara.

Keempat kepala desa ini dipanggil sebagai saksi karena terlibat dalam penerbitan surat kepemilikan lahan dari PT.CSA.

Kejadian ini berawal dari saling lapor jajaran direksi perusahaan, yang menganggap ada indikasi tindak pidana pemalsuan dokumen otentik dan penyalahgunaan dokumen palsu. Dimana keempat kepala desa tersebut diduga juga terlibat menandatangani, beberapa surat terkait permasalahan internal di PT. CSA. 

Awalnya hanya dua kepala desa yang dilaporkan oleh Direktur PT. CSA Joen Kie melalui kuasa hukumnya Nusirwan, namun setelah melakukan pengembangan pemeriksaan akhirnya menjadi empat yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Keempat kepala desa ini diduga bersekongkol dalam menerbitkan dokumen palsu, yang melibatkan jajaran direksi PT.CSA.

"Laporan kita sampaikan pada tanggal 2 Maret 2018 kemarin, dan ini masih terus diproses sudah ada beberapa saksi yang dipanggil," ujarnya.

Atas dugaan tersebut, Bupati Lingga Alias Wello akhirnya menerbitkan surat pemberhentian sementara empat kepala desa tersebut agar pemetintahan desa dapat berjalan sebagaimana mestinya. Jika nanti dalam perjalanan keempat kepala desa ini tidak ditemukan permasalahan hukum, maka jabatannya akan dikembalikan.

"Kita berhentikan supaya roda pemerintahan di desa berjalan, dan kita ingin para kepala desa ini konsentrasi dengan pemeriksaan di Bareskrim atas laporan tersebut, kalau tidak bersalah kita kembalikan," ujar Alias Wello saat dihubungi Antara.  

Dengan pemberhentian ini, Bupati Lingga Alias Wello selama tiga tahun memimpin sudah memberhentikan 7 kepala desa, dimana dua di antaranyanya sudah diberhentikan tetap, satu Kepala Desa Tanjung Irat yang saat ini masih dalam proses persidangan dan masih diberhentikan sementara, dan empat berikutnya masih dalam pemeriksaan di Bareskrim. ( IWO/Antara)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS