Iklan Hari Pahlawan nasional 10 Nov 2018

Kapolda Kalbar : Berkibar Mari Berkinerja Dengan Benar

Jumat, 15 Desember 2017

Poto Kapolda Kalbar Pimpin apel Pagi


Pontianak (Sorot Post) -Apel pagi adalah salah satu bagian dari manajemen sumber daya manusia, khususnya di lingkungan Polri. Dengan apel pagi, kita dapat mengetahui secara detil dan akurat kekuatan personel kita. Sehingga dengan data yang kita pegang di awal pekerjaan, kita akan memiliki kesiapan dan kepercayaan diri jika ada perkembangan situasi yang membutuhkan perkuatan.

Demikian  diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H di Kota Pontianak.

Hari masih pagi. Jarum jam menunjukan pukul 07.00. Seorang lelaki berdiri di sebuah lapangan. Gagah, tegap.  Di hadapan ribuan personel korps baju coklat itu, dia menyampaikan berbagai hal terkait kondisi dan amanah.

Diantaranya adalah soal apel pagi itu sangat penting. Mengapa? Karena apel pagi juga sangat penting karena di dalamnya akan terjadi proses diseminasi dan distribusi informasi.

“Terlebih, di era teknologi informasi yang sedemikian pesatnya, sebagai personel Polri, kita harus tanggap menyikapi berbagai informasi yang beredar di masyarakat. Dengan apel pagi, informasi itu diluruskan dan disamakan nadanya  secara terpimpin,” kata   Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H, Jumat, 15 Desember 2017.

Hal berikutnya yang membuat apel pagi begitu penting adalah karena melalui apel pagi, komando, perintah, petunjuk, dan arahan pimpinan sekaligus dapat diberikan kepada seluruh anggota. Dengan apel pagi juga, kita diajarkan dan dilatih untuk membangun jiwa korsa, kerja sama tim, dan mempererat tali silaturahmi diantara kita.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H mengungkapkan, karena kunci keberhasilan dalam karir ada empat hal, yakni mampu berkomunikasi  baik substansi, performansi, gesture.

Mampu bekerja dalam tim (berbuat apa? bekerja dengan siapa? berada di mana? serta bertanggung jawab kepada siapa?);  selalu berpikir positif; serta mau menerima saran.

“Semua itu bisa dibina dan dilatih dari apel pagi seperti ini,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Mengingat begitu pentingnya apel pagi, “Saya perintahkan seluruh anggota polda kalbar termasuk anggota polres dan polsek, untuk melaksanakannya dengan penuh kesadaran, tepat waktu, dan penuh kebanggaan,”.
                                  Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H  mengajak kepada semua jajaran Polda Kalbar untuk bahu membahu membangun provinsi Kalbar ini.  Dari sisi tugas pokok kita, sebagai alat negara dalam harkamtibmas dan penegakkan hukum.

“Mari sama-sama kita kawal, kita jaga, dan kita iringi pembangunan di daerah kalimantan barat, agar dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ungkap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Tentunya apa yang akan kita kerjakan beranjak dari sebuah dasar yaitu program promoter kapolri yang dijabarkan menjadi 5 (lima) fokus pencapaian:

1. Mengubah kultur atau budaya buruk yang selama ini masih sering kita lakukan. kita terapkan zero pelanggaran;
2. Mereformasi kinerja, sehingga tak ada lagi pekerjaan yang dilakukan secara rutinitas dan biasa saja. semua harus luar biasa;
3.Memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat sehingga tingkat kepercayaan publik terhadap polri makin meningkat;
4. Meningkatkan profesionalisme dalam penegakkan hukum agar masyarakat mendapatkan keadilan, manfaat, dan kepastian di dalamnya dengan semangat zero illegal; serta
5. Meningkatkan kualitas manajemen media, utamanya agar kita dapat mengendalikan arus informasi di media konvensional seperti surat kabar, radio, dan televisi, serta di media sosial melalui jalur internet sehingga masyarakat terlindungi dari berita bohong atau hoax, postingan bersifat provokasi, ujaran kebencian atau hate speech serta penyesatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang tujuannya untuk mengganggu stabilitas kamtibmas.

“Polda kalbar mulai sekarang, saya ajak memegang prinsip kerja untuk senantiasa mampu dalam mengantisipasi berbagai ancaman dan gangguan. Mampu memprediksi segala macam situasi dan kondisi. Serta mampu dengan cerdas dan tepat mencari solusi dalam mengatasi berbagai persoalan,” ucap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H menginginkan, tingkatkan kesiapan diri kita dengan latihan. Kembalikan segala sesuatunya kepada aturan, prosedur, dan petunjuk yang ada. biasakan setiap saat kita siap diri, siap mako, siap sarpras, siap operasional, dan kesiapan lainnya.

“Jangan membiasakan diri untuk terdadak dan didadak dalam melakukan kegiatan. Semua harus dilaksanakan dengan perencanaan yang matang. Susun rencana alternatif sebagai cadangan jika rencana semula menemui hambatan atau kendala. buatlah rencana a, b, c, d, dan e,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Bagi perwira, landasi semua pekerjaan dengan pengetahuan dan pengalaman. terapkan ilmu manajerial dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengendalian dan pengawasan. Perhitungkan setiap situasi dan kondisi dengan analisis swot, agar kita selalu tampil prima dan percaya diri.

“Setelah ini saya dan para kasatker dan kasatwil akan melaksanakan penandatanganan pakta integritas, berisi komitmen untuk menjadi polisi yang bertanggung jawab dan berintegritas pada institusi dan negara,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Bagi seluruh anggota, harus punya obsesi untuk memajukan seluruh personel dan memberikan seluruh hak-hak anggota. “Namun, tolong imbangi dan balas hal tersebut dengan komitmen yang tinggi dari saudara-saudara sekalian untuk tetap konsisten dan mencintai institusi kita sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri, hindari perilaku yang polutan atau menyimpang, ingat institusi ini tempat kita menumpang dan menyambung hidup kita dan keluarga kita,” ungkap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Kebijakan dan obsesi jenderal bintang dua itu sejak awal sudah jelas: zero illegal dalam penegakkan hukum dan zero tolerance terhadap semua pelanggaran.

“Sebagai Kapolda Kalbar, saya tidak segan-segan memberikan penghargaan atau reward bagi siapa saja yang berprestasi,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Banyak bentuk prestasi di masa sekarang ini yang layak mendapat penghargaan, misalnya:
Bagi petugas di jalan raya, laksanakan tugas tanpa praktek pungli. Tunjukkan kesabaran dan tetap profesional jika mendapatkan perlakuan yang tidak etis dari pelanggar lalu lintas. Viralkan kejadian tersebut, dan rebutlah simpatik dari masyarakat. niscaya rekan-rekan akan mendapat perhatian dari netizen dan penghargaan dari pimpinan.

“Bagi petugas di desa, perbatasan, atau pelosok perairan, berbuatlah yang optimal untuk masyarakat. Sentuhlah sisi kemanusiaannya dengan humanis, melalui peduli kesehatan, peduli pendidikan, peduli kehidupan sosial, peduli ekonomi kerakyatan, peduli lingkungan hidup, peduli kebudayaan, dan bentuk-bentuk kegiatan humanis lainnya. dokumentasikan, viralkan! rebut simpatik masyarakat dan dapatkan penghargaan dari pimpinan,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Bagi petugas penegak hukum, ungkaplah secara profesional, kasus-kasus yang meresahkan masyarakat secara spektakuler, bombastis, dan booming. tunjukkan kepada masyarakat bahwa polisi polda kalbar ada disetiap ruang publik. Jangan sekali-kali melakukan transaksi kolutif dengan para pelaku, apalagi mafia ekonomi.

“Prestasi dan kontribusi akan melahirkan apresiasi. bentuk apresiasi atau penghargaan yang saya maksud, bisa berupa pendidikan lewat jalur talent scouting, promosi jabatan, maupun reward lainnya sesuai tingkat kewenangan kapolda,” ucap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Namun sebaliknya,  dia tidak segan-segan untuk menindak siapapun personel polda kalbar yang terbukti melakukan pelanggaran dan penyimpangan. “Catat sekali lagi obsesi saya: zero illegal dan zero pelanggaran,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Dalam bidang manajemen, mari biasakan mengawali dan mengakhiri semua pekerjaan dengan anev yang benar-benar dapat diukur pencapaian kerja dengan mengkomparasi atau membandingkan dengan perolehan hasil dalam satu periode sebelumnya. sehingga hasil yang signifikan dapat kita raih.

Setiap pekerjaan harus ditentukan tolok ukurnya, targetnya, output, dan outcome-nya, serta prosentase progresnya, jangan bekerja rutin dan biasa. tunjukkan kalau polisi kalbar mampu juga untuk bekerja dengan capaian yang luar biasa.

“Kebijakan dan obsesi saya di bidang operasional dan pembinaan yang diuraikan di atas tadi, akan terus saya gelorakan dalam penjabaran program 100 hari kerja tahap pertama. tim perumus sedang melakukan finalisasi panduan dan administrasi program 100 hari untuk dipedomani, didukung, dan dilaksanakan oleh seluruh anggota pada satker, dan satwil di lingkungan polda kalbar,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, S.H., M.H.

Sebelum mengakhiri amanatnya,  beliau mengucapkan Bismillahhirrahmannirrahim pada hari ini Jum'at, 15 Desember 2017, pukul 07.00 WIB, saya canangkan gerakan: Polda Kalbar Berkibar Mari Berkinerja Dengan Benar.(Tri)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS