Sejumlah Pejabat Dan Anggota DPRD Jambi Di OTT KPK

Rabu, 29 November 2017

Poto : juru Bicara KPK Febri Diansyah


Jambi (Sorot Post) - Sejumlah  Pejabat teras Pemprov Jambi dan anggota DPRD Jambi Diringkus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jambi dan Jakarta pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) hari Selasa kemarin (28/11/2017).

Adapun pejabat pemprov dan sejumlah anggota DPRD Jambi yang dicokot KPK pada OTT tersebut yakni Asisten III Saipuddin, Nurhayati dari Fraksi Demokrat, Supriyono dari PAN,  Geni Waseso, Ketua BM PAN Provinsi Jambi dan seorang supir.

Selain Asissten III, didiga juga ada pejabat eselon II Pemprov Jambi yang ikut diringkus KPK pada OTT tersebut yakni Penjabat (Pj) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) H. Arfan. 

Dengan kejadian tersebut, terlihat jelas apa yang telah diperintahkan  KPK dan Gubernur Jambi untuk mewujudkan Jambi bersih dan tidak ada para pejabatnya yang terlibat Korupsi hanyalah harapan belaka.

Padahal sebelumnya, Wakil Ketua KPK La Ode Muhammad Syarif, telah menegaskan bahwa dalam pengesahan APBD agar jangan ada kongkalikong antara pejabat dengan DPRD, ternyata tidak digubris sama sekali.

Otomatis, dengan kejadian tertangkapnya para pejabat teras Provinsi Jambi tersebut langsung memutuskan harapan KPK kepada Pemprov Jambi agar bisa terbebas dari tindak pidana korupsi seperti sejumlah daerah lainnya di Sumatera.

” Saya ingatkan jangan ada main mata antara pejabat dengan dewan untuk mengesahkan APBD. Jangan sampai Jambi anggota DPRD nya sama seperti Sumatera Utara yang hampir seluruhnya korupsi dan Riau yang sudah tiga kali Gubernurnya ditangkap karena korupsi, ” tegas La Ode disela penandatanganan MoU antara KPK dengan Gubernur Jambi, seluruh Bupati/Walikota dan Seluruh Ketua DPRD Se- Provinsi Jambi, beberapa waktu lalu di Rumah Dinas Gubernur Jambi.

Lanjutnya, ” Kami hadir disini (KPK,red), untuk membantu Bapak Gubernur Jambi beserta semua Bapak Bupati dan Walikota Se Provinsi Jambi agar bisa memanfaatkan APBD lebih baik lagi kedepannya, sehingga bisa berguna bagi masyarakat Jambi,” ungkapnya.

Bukan hanya La Ode, Gubernur Jambi Zumi Zola pada kesempatan itu juga mengatakan, Dengan penandatanganan komitmen dan rencana aksi ini, Zola meminta kepada semua pihak yang berkomitmen dalam pelaksanaan pencegahan dan penindakan korupsi terintegrasi tersebut bisa menambah profesionalitasnya, agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi gerakan pencegahan dan penindakan korupsi di Provinsi Jambi.

“Penyelenggaraan kegiatan ini, tentu memiliki makna yang strategis dalam menggelorakan gerakan anti korupsi di pemerintah daerah, khususnya di Provinsi Jambi. Terlebih lagi ketika korupsi semakin marak di lingkungan Pemerintah Daerah, baik yang dilakukan anggota legislatif, pejabat pemerintah daerah dan pengusaha,” ujar Zola.

Tak hanya itu, Zola juga menegaskan bahwa agar mewujudkan pemerintah daerah yang bersih tanpa suap, sogokan, pungli, korupsi dan manipulasi, membutuhkan deretan aksi yang luar biasa.

Seperti sama-sama kita ketahui, KPK berhasil mengamankan 10 orang dalam OTT yang disebar di Jakarta dan Jambi tersebut. Dalam OTT di Jambi, KPK mengamankan tujuh orang dan di Jakarta diamankan tiga orang.

“Sejauh ini yang kami dapatkan informasinya diamankan sekitar lebih dari Rp1 miliar. Diduga ada praktik pemberian dan penerimaan oleh penyelenggara negara setempat terkait pembahasan dan proses APBD Tahun 2018 di Jambi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Dari 10 orang tersebut antara lain sebagai penyelenggara negara di daerah, dalam hal ini anggota DPRD setempat, pejabat dan pegawai di Pemprov Jambi serta pihak swasta.

“Dugaan penerimaan terjadi di Jambi. Jadi, uang kami temukan di Jambi. Ada pihak swasta di Jakarta, namun juga ada pihak swasta di Jambi,” ungkap Febri.

Namun, dirinya belum bisa menjelaskan secara spesifik terkait pada bagian mana dalam proses APBD Tahun 2018 itu yang diduga terjadi pemberian.

“Belum bisa kita sampaikan secara spesifik, dalam APBD itu kan ada proses penyusunan dan pembahasan, ada proses pengesahan. Kami tentu belum bisa sampaikan bagian mana yang dipengaruhi terkait pemberian sejumlah uang ini,” katanya.

Berdasarkan pantauan NuansaJambi.com di Mapolda Jambi, 10 orang yang tertangkap OTT tersebut langsung digiring petugaske Mapolda Jambi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Tim KPK.(*)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2017 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS