Iklan Hari Pahlawan nasional 10 Nov 2018

Gubenur Kalbar Resmikan PT. IGP Yang Disaksikan komisaris perkebunan Malasyia

Sabtu, 25 November 2017

Drs. Cornelis MH Gubenur Kalbar Menandatangani Peresmian Pabrik PKS PT. IGP

Landak (Sorot Post) - Pabrik Kelapa Sawit (PKS)  yang dibangun tahun 2016 lalu dengan luas 7 Hektare dan dioperasiona pada tanggak 13 februari 2017  dengan produksi kelapa sawit 60 ton perjam.
Pabrik kelapa sawit yang terletak didusun Nahaya Desa Amboyo Inti Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat luas 9.159 hektar, dan sudah memproduksi 4.239 hektar.
Perkebunan kepala Sawit PT.  ichtiar Gusti Pudi (IGP)  menanamkan investasinya di Kabupaten Landak semenjak Oleh Drs. Cornelis MH menjabat Bupati pertama dikabupaten Landak dan pada tanggal 24 November 2017 Gubenur Drs. Cornelis MH meresmikan Pabrik PKS PT. IGP Yang juga dihadiri oleh Karolin Bupati Kabupaten Landak.
Menurut President Direktur PT. IGP, Hazmi Hussain saat membuka dan sekaligus memberi kata sambutan sebelum Meresmikan Pabrik PKS,  mengatakan dengan berdirinya pabrik PT. Ichtiar Gusti Pudi (IGP),dirinya yakin dapat membantu masyarakat petani di sekitar kebun dan dapat membantu penghematan biaya transportasi,  di mana stop panen puncak waktu itu banyak pabrik-pabrik yang tidak dapat menerima buah.

Diharapkan kejadian penolakan TBS di tahun-tahun sebelumnya, tidak akan terulang lagi dengan adanya pabrik PT. iGP ini.

Hussain mengatakan hal tersebut saat peresmian PT. IGP di Dusun Nahaya Desa Amboyo Selatan Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak Kalbar Jumat (24/11/2017).

Menurut Hussain, pabrik PT. IGP saat ini mempekerjakan 89 orang karyawan di mana 87 persen adalah terdiri putra putri daerah. Dengan adanya pabrik ini akan membuka peluang bagi putra putri daerah untuk meningkatkan pengetahuan teknik dalam industri pengolahan kelapa sawit.

Hingga saat ini,  luas areal di perusahaan IGP yang sudah tertanam seluas 9.159 hektar, 4.239 hektar sudah menghasikan. Kegiatan-kegiatan masih di teruskan diharapkan pengunjung tahun 2019 IGP mempunyai areal seluas 12 ribu hektar.

“ Sejak berdirinya PT. IGP, banyak kegiatan-kegiatan CSR yang kami jalankan, seperti pembuat jalan dan jembatan, pembangunan rumah ibadah,  lapangan sepak bola dan lapangan voli,” kata Hussain.




Ditempat yang sama, President Komisaris PT. IGP, Tan Sri Dato’ Sri Raja Aman Bin Raja Haji Ahmad menyampaikan, pabrik PT. IGP mulai beroperasi 13 Feruari 2017. Keberadaan pabrik kelapa sawit PT. IGP di daerah Kabupaten Landak akan dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat petani.

Diakui Ahmad, sebelum berdirinya pabrik, perusahaan IGP dan petani banyak mengalami kerugian akibat waktu panen puncak. Ini telah menyebabkan biaya besar yang di alami perusahaan dan petani kecil,  sehingga mereka terpaksa membuang hasil panen sawit mereka.

Ahmad meyakini, bahwa usaha perkebunan kelapa sawit ke depannya masih memberi harapan yang cerah dan menjanjikan, sehingga pihaknya berharap pemerintah provinsi Kalimantan Barat dan Pemda kabupaten Landak serta masyarakat di sekitar perusahaan IGP akan terus memberi dukungan kepada perusahaan dalam melakukan ekspansi dan perluasan areal yang telah ada.

“ Sebagai pemegang saham yang telah menunjukan komitmennya untuk memastikan kejayaan PT. IGP sudah dari awal. Investasi yang besar ini telah kami salurkan dan akan mulai memperlihatkan hasil yang positif 2 atau 3 Tahun kedepannya. Dengan adanya pabrik ini, kami berharap penjualan CPO akan dapat memacu keberhasilan perusahaan,” tuturnya.

Hadir saat itu, Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa, Wakil Bupati Landak Herkulanus Heriadi, Pj. Sekda Landak Alpius, Anggota DPRD Kalbar, Kepala Wilayah BPN Kalbar, Jajaran SOPD Kabupaten Landak, Presiden Komisaris PT. IGP yang mulia raja tan sri dato’ seri aman bin raja haji ahmad, Direksi Maybank, Jajaran Komisaris dan direksi PT. IGP, Kepala Desa Amboyo Selatan dan Kepala Dusun Nahaya, Ketua Dewan Adat Dayak dan Melayu, serta para undangan.

Dalam sambutannya, Cornelis berharap dengan berdirinya Pabrik Pengolahan Sawit PT. IGP akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Landak khususnya masyarakat yang bermukim disekitar Pabrik.

“Saya berharap dengan adanya pabrik ini meningkatkan kesejahteraan kita semakin hari semakin baik. Investasi ini adalah jangka panjang, bukan satu tahu, bukan 10 tahun atau 20 tahun. Ini bisa 90 tahun. Nah oleh karena itu perlu dijaga, perlu dirawat bersama-sama perusahaan dan masyarakat sekitar,” tutur Cornelis.

Orang nomor satu di Kalbar itu menekankan setelah 90 tahun beroperasi, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, investasi pabirk wajib dikembalikan kepada Negara dan dikelola langsung oleh masyarakat sekitar. Perusahaan juga berkewajiban meningkatkan SDM masyarakat sekitar untuk mengelola Pabrik tersebut.

“Saya mohon kepada CSR, tolong bapak pemilik perusahaan ini, pemegang saham pengendali juga memberikan pendidikan apakah itu akuntan, ahli pertaniannya, perekebunannya, managementnya, untuk dididik mulai dari SMA hingga S1 dan S2. Sehingga nanti dikembalikan kesini dia bisa mengelola dengan baik,” Kata Cornelis.

Sementara itu, Bupati  Landak dr. Karolin Margret Natasa menjelaskan saat ini luas areal existing perkebunan di Kabupaten Landak telah mencapai 188.861 HA. Perkebunan Kelapa Sawit merupakan komoditi terluas, mencapai 112.873 HA, selebihnya seluas 75.988 HA merupakan komoditi karet, kakao dan tanaman perkebunan lainnya.
“Perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Landak merupakan andalan utama kita. Kalau harga CPO turun, Ekonomi di Kabupaten Landak juga ikut turun,” papar Karolin.

Karolin itu juga melaporkan jumlah perusahaan perekebunan pemegang IUP di Kabupaten Landak sebanyak 49 perusahaan, namun PKS yang sudah dibangun baru 6 termasuk PKS PT. IGP yang baru diresmikan tersebut.

“Jadi PT. IGP sudah memenuhi ketentuan yang berlaku terkait dengan keharusan untuk memiliki pabrik pengelolaan setelah memiliki perizinan lahan lebih dari 1.000 HA,” ungkap Karolin.

Kepada pihak perusahaan, Bupati berpesan agar memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Ada pengaturan tentang ketenagakerjaan, undang-undang perkebunan, dan Lingkungan Hidup. Karolin juga berharap pihak perusahaan dapat membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Karena niatan awal pemerintah memberikan izin untuk beinvestasi terutama investasi modal asing masuk ke Indonesia adalah bagaimana membantu masyarakat meningkatkan taraf hidupnya. Kalau memenuhi ketentuan dan kriteria yang berlaku saya yakin tujuan itu juga dapat tercapai. Waktunya plasma dibagi, tolong dibagi, ketika mengerjakan inti dan plasma, sama-sama dikerjakan,” imbuh Karolin.

Bupati Landak menyebutkan Permasalahan tersebut kerap kali muncul karena pihak perusahaan tidak sepenuhnya memenuhi kewajibannya kepada masyarakat. Karolin meminta agar pihak perusahaan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

”Tidak perlu berhadapan dengan brimob, dengan TNI, dan dengan Polres karena mereka telah disadarkan bagaimana menuntut haknya tentu harus melalui pemerintah daerah. Jadi jangan buru-buru telepon bapak-bapak berseragam itu, yang ditelepon pertama itu saya, Ibu Bupatinya, saya dulu pasang badan. Saya tak sanggup biar saya yang kesana. Saya tidak ingin rakyat saya dibenturkan dengan pihak keamanan,” pungkas Karolin. (Red. Y)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS