Bupati Landak Karolin Meminta DAD Kalbar Buat Program Gotong Royong

Kamis, 02 November 2017

Poto :Karolin Berpidato Dalan Rapat Kerja Daerah DAD

LANDAK (Sorot Post) - budaya gotong royong dalam masyarakat yang semakin tergerus oleh roda zaman, Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa meminta DAD Landak dalam menyusun programnya menitikberatkan pada partisipasi masyarakat secara aktif.
“Saya meminta kita untuk membuat sesuatu yang menghidupkan semangat gotong royong kita. dalam menyusun program kerja kedepan tidak hanya yang bersifat material, mengadakan kegiatan saja, tetapi juga sebuah kegiatan yang bersifat partisipatif dari masyarakat kita,” Kata Karolin saat memberikan sambutan pada Rakerda DAD Landak di Ngabang, Rabu (1/11).
Hal ini dilontarkannya lantaran beberapa program pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu tidak dapat berjalan secara maksimal dan cenderung gagal. Karolin memberikan contoh salah satu program tersebut adalah program perbaikan rumah permanen bagi keluarga miskin. Persoalan tidak berjalannya program tersebut menurut Karolin disebabkan oleh mentalitas masyarakat.
 “sudah disediakan bahan bangunan, semen, paku, batako, kayu, pasir sudah disediakan, tapi masih tanya lagi konsumsi untuk tukangnya mana. Padahal ini untuk dirinya sendiri,” tutur Karolin.
Faktor lain yang menurut wanita kelahiran Mempawah 35 tahun silam ini yang sangat berpengaruh terhadap suksesnya pelaksanaan program tersebut adalah semangat gotong royong di tengah masyarakat yang telah meredup.
“Sudah disediakan barangnya, ketika diminta untuk membantu, tidak ada yang mau. Sedangkan hal itu tidak bisa dikerjakan sendiri oleh si penerima bantuan. Misalnya yang dapat 10 rumah, nah 10 orang yang punya rumah ini Balale’ kerjanya,” ujar Karolin.
Kegagalan pelaksanaan program tersebut membuahkan pertanyaan besar bagi mantan anggota DPR RI tersebut tentang budaya masyarakat untuk saling meringankan beban sesama, luhur itu dapat luntur begitu saja oleh perkembangan dunia saat ini.
“Jadi pertanyaan besar bagi saya, kemana budaya gotong royong kita yang dulu kita miliki. Kalau memang budaya gotong royong itu sudah hilang, mau jadi apa kita. siapa yang mau bantu kita, selain dari pada kita saling membantu. Saya minta agar bagaimana para perangkat adat ini membangkitkan kembali semangat gotong royong,” tandas Karolin.
Menghadapi tantang zaman yang mulitdimensial kedepan, karolin menegaskan kembali pentingnya menumbuhkan kembali kepedulian sosial di tengah-tengah masyarakat khususnya generasi muda penerus bangsa.
“Tantangan kita bagi masyarakat adat dayak, anak-anak muda kita harus mulai kita ajarkan untuk memiliki kepedulian sosial, memiliki semangat gotong royong karena mereka hidup dijaman yang berbeda dari Bapak dan Ibu yang hadir disini. Generasi milennial seperti saya sangat sulit untuk memberikan waktu dan tenaga secara Cuma-Cuma bagi kemanusiaan. Dan itu perlu dilatih, kita semua yang hadir disini bertanggung jawab untuk hal tersebut,” pungkas Karolin.( Yhs)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS