Jalan Tikus  Perbatasan Menjadi Perhatian Khusus.

Jumat, 22 September 2017

Pontianak (Sorot Post) -Sebanyak lima kabupaten di Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Diantaranya adalah, Entikong di Kabupaten Sanggau, Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, Ketungau Hulu di Kabupaten Sintang,  Sajingan Besar di Kabupaten Sambas, dan Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang.

Untuk itulah Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Erwin Triwanto memberikan perhatian khusus kepada sejumlah kabupaten yang berbatasan dengan negeri jiran itu. Salah satunya adalah di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau.

Menurut Inspektur Jenderal Polisi Erwin Triwanto, situasi secara umum wilayah Sanggau dan pengamanan wilayah kawasan perbatasan negara. Dari beberapa catatan terungkapnya human trafficking, penyelundupan narkoba dan barang illegal lainnya yang diduga dari Tebedu, Malaysia masuk melalui PLBN Entikong. Selain itu, ada sebelas jalur jalan tikus atau jalan hutan menuju akses Kecamatan Entikong dan Sekayam tujuan Sanggau menuju ibu kota Provinsi Kalbar, Kota Pontianak.

Jenderal bintang dua ini menjelaskan,  poin utama yang menjadi perhatian terkait kultural Polri saat ini dan kejahatan lintas batas negara (transnational crimes).  Kejahatan yang terorganisir yang wilayah operasinya antar negara, yang berdampak kepada kepentingan politik, pemerintahan, sosial budaya dan ekonomi dan bersifat global.

“Tidak henti-henti mengingatkan hakikat tugas Polri dan sebagai aparat penegak hukum. Untuk menjalankan tugas tersebut perlu komitmen memberikan pelayanan prima,” kata Inspektur Jenderal Polisi Erwin Triwanto, Rabu, 20 september 2017.

Inspektur Jenderal Polisi Erwin Triwanto menuturkan,  untuk menjadi seorang penyidik yang profesional, jujur dan berintegritas.  Begitu juga proses penyidikan dilakukan sesuai yuridis prosedural, teknis profesional, etis proposional, non interpensi, ihklas dan adil serta tidak ada rekayasa. 

“Jika penyidikan terpaksa dihentikan karena kepentingan Kamtibmas yang lebih luas, penerapan alternative dispute resolution harus didasari hati nurani bersih, transparan, dan akuntabel, " kata Erwin Triwanto.

Erwin Triwanto menegaskan,  personel Polri harus menjadi generasi yang mampu mengubah stigma soal polisi yang tidak baik.  Caranya adalah, dengan meningkatkan terus kinerja dan profesionalisme. “ Kita berharap persepsi dan reputasi Polri di mata publik semakin  membaik, " kata Erwin Triwanto lagi.

Terkait rekrutmen anggota Polri,  Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Erwin Triwanto menegaskan, Polri mencari orang-orang terbaik untuk menjadi anggota polisi. “Karena rekrutmen seleksi awal itu sangat menentukan  kinerja. Jangan hanya gara-gara satu kepentingan kita justru kehilangan sebuah aset terbaik Polri. Kalau memilih orang yang tidak tepat, orang yang salah, akan menjadi duri dalam organisasi dan masyarakat,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Erwin Triwanto.

Kepercayaan masyarakat terhadap Polri sangat dibutuhkan supaya tetap  bertahan dan eksis di lapangan.  Hal itu dapat dicapai dengan kinerja anggota dilapangan, untuk itu perlu proaktif kegiatan dilapangan, berdayakan segala potensi yang ada di masyarakat untuk membangun kemampuan keamanan swakarsa dalam setiap komunitas sosial.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Erwin Triwanto mengingatkan, Polres Sanggau satu dari lima polres jajaran Polda Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia.  Pimpinan Polri telah mengamanahkan kepercayaan dan memberikan reward tunjangan khusus bagi anggota yang bertugas diperbatasan

“Maka dari itu tunjukan tanggung-jawab, berikan kinerja terbaik, ukir prestasi, lakukan terobosan kreatif, tingkatkan pengamanan terhadap orang maupun barang di sepanjang kawasan pintu keluar masuk yang berada di sepanjang perbatasan, jangan sampai ada oknum anggota yang berhianat, apalagi terlibat penyelundupan,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Erwin Triwanto.

Citra Polri sangat dipengaruhi oleh Kinerja dan Kultur Polri, masalah kultural masih belum tuntas, disini menitikberatkan Integritas diri, berperilaku lebih humanis, berperilaku non koruptif. “ Tidak arogansi kekuasaan, tidak hedonisme/tidak bergaya hidup mewah, pembenahan aspek pelayanan publik yang simpatik serta penegakkan hukum yang professional,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Erwin Triwanto.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Erwin Triwanto menegaskan, stop berperilaku negatif budaya yang sudah tidak tepat lagi harus ditinggalkan. Polri harus melakukan perubahan menuju era yang transparan, akuntabel, dan bebas dari KKN. Wujudkan jati diri sebagai Polri yang ditauladani, dicintai, dimiliki dan dibanggakan masyarakat.

Pimpinan Polri saat ini, telah mencanangkan kebijakan program Promoter (Profesional, Modern, Terpercaya). “Ini harus kita laksanakan, harus diikuti dengan niat, kemauan dan kemampuan. saya sangat mengapresiasi beberapa polres telah melakukan beberapa terobosan dibidang pelayanan yang berbasis IT (tingkatkan terus dan pertahankan agar program tersebut berkesinambungan dan keberlanjutan), begitu juga sikap kita semua harus menjadikan diri sebagai petugas yang ramah dan dekat dengan warga, mampu merangkul dan mengajak serta mendidik masyarakat, " pungkas Erwin Triwanto. (Tri)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS