IWO Hadir Menangkal Berita Hoax, Dewan Pers Tidak Hadir

Jumat, 08 September 2017

Jakarta (Sorot Post) - Ada 31 Provinsi Seindonesia yang ikut dalam Musyawarah Bersama  Ikatan Wartawan Online (Mubes IWO),  pada jum'at sore di stage utama hotel Mega Puri Jakarta pusat.
Acara Dialog Mubes IWO ke I ini adalah membangun peradaban pada era digital karna dunia kita (Nyata)  saat ini telah masuk pada peradaban masyarakat informatika,  dimana batasan antara negara dengan benua semakin tipis seperti desa kecil. Hal tersebut tak terelakan sebagai konsekwensi dari kemajuan teknologi informasi. 
Dalam dialog musyawarah besar ikatan wartawan online secara panel dihadiri oleh enam narasumber yakni,  Agus widjojo(Gubenur Lemhanas),  Brihjen Yanfitri ( Karo Multimedia Mabes Polri),  Gildas Deograt Lumy (Ahli Cybercrime),  Mohamad Sobary (Budayawan),  Samuel Abrijani Panherapan (Direktur Jenderal Aplikasi Informatika,  Bobby Rasyidin (Presdir Trg Investama dan Inisiator Mastel),  Arqam azikin (ketua Dewan Etik Sulses), dan Prof DR Henri Subiakto ( staff Kementrian Komunikasi dan Informatika).
Menurut Jodh Yudono selaku ketua umum IWO disela acara-acara sebelum pembukaan Mubes IWO ke-1, bahwa keberadaan ikatan wartawan online (IWO),  adalah sebagai organisasi profesi wartawan online berketetapan turut membangun peradaban diera digital ini dengan jalan menyampaikan fakta dan menjauhkan dari kabar bohong,  fitnah dan hoax. 
"Keberadaan media sebagai sumber informasi tentunya aman penting peranannya dalan menyampaikan informasi yang utuh,  dan IWO sebagai pekerja media tentunya ingin menjadi bagian dalam menghindarkan masyarakat dari kabar bohong, "terang Jodh Yudono.
Ditambahkan Jodh Yudono,  bahwasannya setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan berita,  kritikan atau apapun untuk menyampaikan  aspirasinya melalui blog pribadi,  share di web atau beberapa layanan yang telah tersedia dan dapat diakses siapapun saja diinternet.
" Manusia memang berhak mempertahankan hidup, namun hidup mulia yang menghargai kemanusiaan jauh lebih penting dari sekedar mempertahankan hidup, "paparnya.

Permohonan maaf yang disampaikan oleh Prof DR Henri Subiakto sebagai staff Ahli Menteri Bidang Hukum Kementrian Komunikasi dan Informatika RI.
"Mohon maaf pak Menteri lagi ke Bali, saya diperintahkan mewakili pada prinsipnya kami apresiasi Musyawarah Besar (Mubes) dari IWO ini, ikatan ini adalah ikatan wartawan massa depan, untuk itu perlu meningkatkan kwalitas sehingga bisa berkarya dengan fakta menarik serta bisa mengalahkan Hoax,” kata Prof DR Henri Subiakto, Staff Ahli Menteri Bidang Hukum Kementrian Komunikasi dan Informatika RI, usai membuka Mubes IWO di Hotel Puri Mega, Jalan Raya Rawangmangun, Jakarta, pada Jumat (8/9/17) petang.
Berdasarkan pantauan Media ini,  teriakan rasa kekecewaan para jurnalis yang bergabung Ikatan Wartawan Online  (IWO) kepada Dewan Pers yang tidak hadir dalam acara Musyawarah Bersama yang dilaksanakan pada jum'at siang tadi. (Red.Y)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS