FKPPI Dan PPM Ikuti Pembinaan KBT Tentang Proxy War Dan  Bahaya Laten Komunis

Sabtu, 30 September 2017

 Pontianak (Sorot Post) - Waaster Kodam XII Tanjungpura, Letkol Made  pada acara Pembinaan Keluarga Besar TNI Di Wilayah Kodam XII/TPR Triwulan III Tahun 2017 yang digelar diaula Zidam Jalan Adi Sucipto KKR Pontianak Kalbar, Kamis (28/9/2017) lalu. Acara ini diikuti 60 an peserta dari FKPPI dan PPM.

Acara FKPPI Dan PPM

Perang dengan penyerangan sudah jarang dilakukan. Karena prosesnya panjang. Proxy War adalah perangelalui ipoleksosbudhankam. Dimana salah satu pihak menggumakan pihak lain. Yang bisa ditunggangi dan dibiayai suatu pihak.

"Proxy War sangat berbahaya bagi Negara Indonesia. Kita tidak ingin negara kita hancur akibat proxy War," kata Made lugas.

Penangkal semua itu adalah Pancasila. Pancasila adalah perekat Bangsa Kita. Indonesia terbentuk karena permusyawaratan. Kalau Pancasila diganti semua akan menjadi negara negara kecil, Terpecah belah.

Pancasila itu ibarat buku pedoman untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Indonesia beragam budaya. Unsur perekat adalah ketuhanan. Manusia jika sudah mampu menghargai yang lain maka eratlah bangsa ini.

Kondisi sekarang masih ada saja yang berbuat semaunya. Bagaimana bisa mencapai tujuan Masyarakat yang adil dan makmur jika masih banyak ketidak teraturan yang terjadi dimasyarakat.

Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Kemerdekaan Indonesia diikuti oleh kemerdekaan bangsa Asia lainnya. Kemerdekaan Indonesia menjadi inspirasi bagi negara lain.

Semetara itu Mayor Dadan Prasetio menyampaikan materi bahaya laten komunis. Beberapa peristiwa biadab yang dilakukan PKI pun putar ulang. Sungguh kejam dan keji perbuatan PKI itu. Kita diminta waspada terhadap bahaya laten Komunis ini. Jangan sampai Komunis bangkit lagi.

Komunis yang disebarkan KarlMark ini pernah tumbuh di sepertiga dunia. Awalnya terlihat baik akhirnya sangat kejam dan keji. Terjadi pembantaian dimana mana. Puncaknya Dipa Negara Aidit, tokoh PKI yang mengadakan penculikan para Jenderal TNI yang dikenal dengan peristiwa G30S/PKI.

Indikasi kebangkitan komunis ini sudah terlihat dimana mana. Tuntutanencabut tap MPRS no 26/1966 ( dan UU 27/1999 ). Penghapusan sejarah penghianatan PKI dalam kurikulum. Penghentian putar film G30S PKI di TVRI. Hapus litsus bagi calon pejabat negara (Eksekutif, Legislatif, Exekutif). Putra Putri PKI masuk dan berlindung di balik Parpol dan lain sebagainya.(Tri)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS