BP3K-RI Siap Bekerja Sama Dengan Pihak Siapapun Untuk Melakukan PenCegahan Korupsi

Sabtu, 30 September 2017

Jakarta (Sorot Post)  –  Ketua Badan Pengawasan Penyelidikan & Pemberantasan Korupsi (BP3K-RI) Uzuan Fajarudin M SE SH MM MH mengajak semua komponen bangsa aktif memberantas atau mencegah korupsi terutama di lingkungan penyelenggara pemerintahan baik pusat maupun daerah.
“Masyarakat mempunyai peran penting dalam menyebarkan semangat antikorupsi. BP3K-RI selalu siap bekerja sama dengan organisasi manapun dalam mengimplementasikan pencegahan korupsi di masyarakat,” kata Uzuan melalui keterangan tertulis yang diterima, jumat (22/9/17) lalu. 
Uzuan menegaskan bahwa BP3K-RI adalah milik masyarakat sehingga selayaknya BP3K-RI ingin semaksimal mungkin hadir untuk masyarakat.
“Serangan-serangan yang dihadapi BP3K-RI sejak berdiri tidak mungkin dapat dilewati tanpa dukungan dan bantuan mayarakat. BP3K-RI berharap setiap elemen masyarakat termasuk pemuka agama untuk tetap berdiri bersama dalam pemberantasan atau pencegahan korupsi,” kata Uzuan.
Selain itu, kata uzuan, BP3K-RI juga mengharapkan dapat hadir di tengah tengah masyarakat untuk menyuarakan antikorupsi.
Sementara itu, Yunus Dhanu Marpaung SE sebagai Bendahara Umum BP3K-RI menyatakan bahwa korupsi adalah kejahatan teroganisasi sama halnya seperti narkoba dan terorisme.
Namun, kata dia, Indonesia termasuk terbelakang menghadapi pemberantasan korupsi, misalnya karena sistem hukum yang lemah dan belum didukung semua pihak.
“Indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia membaik, namun beberapa tahun tertahan dan melambat,” kata Yunus Dhanu.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa rezim dan negara banyak yang runtuh karena korupsi dan salah urus.
“Kehancuran ekosistem dan ragam hayati karena eksplorasi dari zaman Orba sudah sangat parah. 40 persen usaha tambang tidak punya NPWP. Rusaknya mentalitas aparatur juga pada level kronis,” tuturnya.
Sementara itu BP3K-RI membuka peluang bagi semua elemen bangsa untuk bergabung ke dalam barisan antikorupsi. Salah satu cara yang paling konkret adalah berdonasi kepada BP3K-RI untuk membiayai kerja-kerjanya di bidang pemberantasan korupsi.
Karena dana yang terkumpul dari masyarakat akan semakin menjaga independensi BP3K-RI sebagai organisasi nonpemerintah yang berperan sebagai Pengawas, mengawasi tindak pidana korupsi yang telah menggurita di segala lini. “Selama ini, BP3K-RI tidak pernah menerima anggaran dari pemerintah. Dengan demikian, kami dapat menjalankan Pengawasan dengan keras ketika melihat adanya kecurangan, tanpa tersandera konflik kepentingan. Untuk membiayai kegiatan, BP3K-RI bekerjasama dengan sejumlah lembaga donor yang memiliki visi misi sejalan”. terang Yunus Dhanu
Donasi publik akan digunakan untuk mendukung aktifitas BP3K-RI seperti: Riset/ Penelitian, Pengawasan kinerja Aparat Penegak Hukum, Pengawasan penggunaan APBN, Pendampingan masyarakat yang melapor kasus korupsi, Investigasi Kasus, Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah dan Kampus, Advokasi Kebijakan Pemerintah dan DPR.
BP3K-RI membuka pintu untuk menerima donasi publik. Korupsi yang dihadapi di negeri ini begitu besar, karena itulah kami mengajak para sahabat untuk men-support gerakan antikorupsi dengan berdonasi ke BP3K-RI. Donasi bisa sekali saja tetapi akan lebih baik kalau rutin bulanan untuk memudahkan perencanaan kegiatan.
BP3K-RI menerima donasi lewat metode transfer bank yang dapat dilakukan pada Bank CIMB NIAGA Cabang Wahid Hasyim Jakarta dengan Nomor Rekening: 704479316500 an. Badan Pengawasan Penyelidikan & Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. BP3K-RI juga membatasi jumlah donasi maksimal sebesar Rp 10.000.000 atau US$ 1,000.
(Irvan/Yanto)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS