Anak Sekolah Bergantungan dan Duduk Diatas Atap Mobil

Jumat, 08 September 2017

Landak (Sorot Post) - Seperti inilah pemandangan yang menakutkan saat anak-anak sekolah SMP dan SMA duduk diatas atap mobil dan bergantung dimobil bus angkutan umum pada siang hari saat pulang sekolah.
pemandangan yang menakutkan ini akan sewaku-waktu mengakibatkan keselamatan bagi para penumpang yang naik dan turun dari mobil bus tersebut.
seperti pantauan media ini,  mobil bus angkutan umum yang mengangkut anak sekolah SMP dan SMA Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak terlihat berdesak-desakan hingga penumpang (anak sekolah) naik dan duduk diatas atap mobil dan sebagianya juga bergantung dipintu mobil tampa memikirkan keselamatan jiwa mereka.
Seperti pantauan media ini juga,  mobil angkutan khusus anak sekolah yang dikelola oleh dinas perhubungan kabupaten Landak saat ini sedang terpakir dibelakang kantor Bupati Landak. Mobil bus angkutan khusus anak sekolah lebih dari satu unit ini nampaknya beberapa tahun belakangan ini tidak beroperasi, dan apa yang menjadi penyebab mobil bus angkutan anak sekolah ini tidak beroperasi padahal uang negara yang dikeluarkan ratusan juta rupiah untuk membeli mobil bus angkutan anak sekolah, disia-siakan atau dibiarkan oleh dinas maupun Pemerintah Kabupaten Landak.
hal ini membuat kekecewaan masyarakat kabupaten landak, diantaranya, Repi dalam komentarnya, memberi saran seperti " tulisan  yang di belakang  mobil  bus  angkutan  itu di ganti ( BERGERAK),Karna tulisannya SEKARANG BERHENTI ". Begitu juga dengan Marsianus dalam komentarnya bahwa "Tiap tahun kita sisikan uang untuk bayar pajak". selain itu Irwan sangat prihati bahwasannya Ini  yang  harus  kita pikirkan  sekarang  karena keselamatan  anak anak sekolah  itu penting dan menurut saya, mobil yang di beli mahal-mahal itu mesti di fungsikan,"kata Irwan di group WA, pada sorot Post, Kamis malam (8/9/2017).
Dalam menyingkapi anak sekolah yang duduk diatas atap mobil dan bergantung dipintu mobil bus penumpang umum yang sewaktu-waktu akan mengancam keselamatan para penumpang (anak sekolah) serta mobil bus angkutan anak sekolah milik pemerintah Kabupaten Landak yang terpakir dibelakang kantor Bupati Kabupaten Landak yang saat ini tidak beroperasi,  Bupati Kabupaten Landak Karolin Margret Natasa dalam komentarnya pada media www.sorotpost.com bahwasannya mobil angkutan khusus anak sekolah yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Landak,  sudah banyak mengalami kerusakan, dan tahun 2018 mendatang mobil bus angkutan anak sekolah akan dianggarkan.
"Mobilnya sudah banyak kerusakan, saya sedang minta agar dihitung berapa biaya perbaikannya, untuk kita anggarkan tahun depan,"terang Karolin.
Selain itu juga,  Anggota  DPRD Provinsi Kalimantan Barat yakni Markus Amid, angkat bicara apakah kendaraan mobil Bus anak sekolah milik Pemerintah Kabupaten Landak yang dikelola oleh Dinas Perhubungan semua unit rusak atau karna unsur kesengajaan tidak dijalankan.
" Saya kira mungkin ada masalah dengan mobil itu, apakah karna masalah lagi rusak? Atau masalah biaya oprasional? Tapi kalau karna sengaja tidak dijalankan, atau dikususkan untuk dicarterkan bila ada yang perlu, maka sangat menyalahkan peruntukannya," tanya Markus Amid.
Markus Amid mengatakan juga,  sangat berdosa terhadap anak Landak dan Tuhan. Kalau demikian maka sebaiknya mobil itu dikembalikan ke Pemerintah Pusat atau buang ke sungai Landak saja, pintanya.
Selanjutnya Markus Amid berharap kepada Pemerintah Kabupaten Landak untuk segera memperbaiki semua unit mobil yang rusak.
" Saya minta Pemda Landak segera perbaiki kalau memang rusak, dan kalau karna biaya tolong anggarkan di APBD, kalau dana APBD Landak tidak mampu anggarkan hanya untuk minyak dan sopirnya tolong ajukan ke pemprov nanti saya akan bereskan. Kasian anak-anak sekolah kita yang sampai naik diatas kap bus umum. Belum lagi mungkin yang banyak terlambat atau kadang tidak sekolah karna tidak dapat mobil," harap Markus Amid.
Markus Amid menceritakan dirinya pada saat semasa sekolah dibangku SMP dulu, betapa sulitnya harus naik mobil truck dan berjalan kaki.
"Saya alami waktu semasa SMP kadang naik trak, kadang naik mobil tangki, bahkan sering jalan kaki karna tidak dapat mobil ke sekolah. Jadi betapa naifnya kalau mobil ada untuk anak sekolah tapi tidak digunakan atau malah dibisniskan. Kalau memang seperti itu betapa berdosanya kita. Saya minta sekali lagi jangan biarkan bus sekolah itu menganggur, atau digunakan yang lain. Segera perbaiki bila rusak dan kembalikan pemakaiannya untuk  mengangkut anak-anak sekolah," pungkasnya. (Red.Y)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS