Fraksi Gerindra Kini Pertanyakan Uang 9,9 M Yang Dikelola PT. Landak Barajaki

Jumat, 11 Agustus 2017

landak (Sorot Post) - Kini giliran fraksi partai gerindra DPRD Kabupaten Landak mempertanyakan penggunaan Dana yang sudah dikucurkan selama 2 tahap dari APBD kabupaten Landak kepada Perusahaan BUMD PT.Landak Barajaki sebesar Rp. 9,9 milyar itu untuk kelangsungan program PT. Landak Barajaki.
Menurut Yohanes Desianto, ternyata kita melihat di lapangan tidak ada hasil program yang di buat perusahaan BUMD ini.
" Kami masih menunggu hasil pansus komisi B DPRD Landak terkait penggunaan keuangan PT.Landak Barajaki," kata ketua fraksi Partai Gerindra DPRD Landak , Yohanes Desianto di kantor DPRD Landak Kamis (10/8/2017) kemarin.
Menurut Yohanes, apa bila dalam rapat kerja Komisi B DPRD Landak tidak mendapatkan sebuah kesimpulan dari setiap laporan penggunaan keuangan  PT.Landak Barajaki, maka kami fraksi Partai Gerindra siap menunggu laporan dari komisi B kepada fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Landak. Dari laporan komisi B tersebut, apakah nanti fraksi Partai Gerindra akan mengusulkan panitia kerja atau mengusulkan pansus oleh setiap fraksi di DPRD Landak, nanti kita lihat," katanya.

Hasil pantauan fraksi Partai Gerindra terkait penggunaan keuangan PT.Landak Barajaki, 2 sampai 3 Tahun belakangan ini, Yohanes Desianto tegas menjelaskan, karena kebetulan saya di badan anggaran DPRD Landak memang sudah sering membicarakan anggaran yang masuk di PT.Landak Barajaki," jelas Yohanes.

Dana yang sudah dikucurkan selama 2 tahap dari APBD kabupaten Landak kepada PT.LB sebesar Rp. 9,9 milyar itu untuk kelangsungan program PT. LB, ternyata kita melihat di lapangan tidak ada hasil program yang di buat perusahaan BUMD ini.

Kami fraksi partai Gerindra Landak melihat dan meninjau bahwa program yang di buat  PT.Landak Barajaki selama ini bisa di katakan nihil atau nol sama sekali. Uang sebesar Rp. 9,9 milyar hanya di pergunakan untuk membiayai operasional dan gaji pengurusnya. Ini menjadi pertanyaan besar kami dari fraksi partai Gerindra," jelas Yohanes.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Landak merencanakan akan membentuk pansus (Panitia Khusus) dalam rangka memperdalam dan mengkaji persoalan pertangungjawaban proses penggunaan keuangan yang nota benenya bersumber dari APBD Kabupaten Landak," kata ketua komisi B DPRD Landak, Evi Juvenalis di Landak waktu lalu.

Menurut Anggota DPRD Landak 2 periode itu, dalam program kerja pansus ini, DPRD Landak akan menghadirkan mantan direktur PT. Landak Barajaki, Harry Widjaja dan mantan bupati Landak, Adrianus Asia Sidot untuk dimintai keterangannya atas penggunaan dan pertangungjawaban keuangan daerah kabupaten Landak tersebut.

Dalam rangka pemenuhan modal PT.Landak Barajaki, pemerintah Kabupaten Landak telah mencairkan 2 tahap dana untuk modal awal PT.Landak barajaki yaitu pada Tahun anggaran 2013 sebesar Rp. 4,9 milyar. Pada Tahun 2014 sebesar Rp. 4,9 milyar dengan jumlah yang telah direalisasikan oleh pemerintah daerah kabupaten Landak kepada PT. LB sebesar Rp. 9,9 milyar dan  dana sebesar itu belum jelas penggunaannya," jelas Evi.

Tujuan di bentuknya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kabupaten Landak itu untuk pengelolaan  sumber daya alam, pembangunan, perdagangan, perindustrian, pertambangan dan jasa. Disamping itu,” Evi melanjutkan," membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan pembangunan daerah di segala bidang dalam rangka meningkatkan tarap hidup masyarakat serta bertujuan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.(Red/Str)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS