Karolin Menyatakan Siap Maju Kepilgub Tahun 2018

Senin, 24 Juli 2017

Sintang (Sorot Post) – Berbagai cara dilakukan oleh masyarakat untuk menyampaikan harapannya kepada tokoh atau sosok yang menjadi kebanggaannya. Salah satu terbilang cukup unik dilakukan oleh warga Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang dengan menggelar upacara adat “Kenyalang Giring Anak” dalam rangkaian kegiatan Gawai Dayak tingkat Kecamatan Tempunak yang dipusatkan di Desa Pudau Bersatu, Minggu (16/07).

Upacara diawali dengan melakukan perarakan 3 buah patung ukiran burung kenyalang atau bisanya dikenal dengan burung enggang dari rumah tokoh adat menuju tempat kegiatan. Setibanya di tempat kegiatan, rombongan disambut dengan ritual pancung buluh muda yang terlebih dahulu diawali dengan memotong/menyembelih ayam diatas potongan bambu yang akan dipancung. Hal ini dimaknai mensucikan niat untuk menghalau segala bentuk gangguan dan halangan yang akan dihadapi kedepan. Yang mendapat kesempatan untuk melakukan pancung buluh muda adalah wakil sekjen MADN yang juga Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa.

Memasuki tempat kegiatan, rombongan disugukan dengan minuman khas masyarakat dayak yakni tuak dan disambut tarian adat Dayak Seberuang. Tepat didepan panggung utama, berkumpul 4 orang wanita yang menyajikan atraksi menumbuk padi yang dikelilingi para penari. Menumbuk padi merupakan tradisi Suku Dayak secara turun temurun yang memiliki arti terjalinnya sebuah kekompakan yang terepresentasikan melalui irama dalam menumbuk padi secara bergantian. Pada kesempatan itu, Asisten 1 Setda Provinsi Kalimantan Barat Alexander Rombonang, Bupati Landak Karolin Margret Natasa, Bupati Sintang Jarot Winarno serta Ketua DPRD Sintang Jeffray Edward didaulat untuk menumbuk padi secara bersama-sama.

Begitulah sekilas tentang bagaimana kekayaan tradisi, adat serta budaya masyarakat yang ada di Kecamatan Tempunak, terlepas dari itu semua ini merupakan sebuah sarana bagi mereka untuk mengungkapkan keinginan dan harapan mereka.

Menurut Yones Itui (62) tokoh adat dari Dusun Landau Aray, Desa Jaya Mentari makna dibalik ritual adat “Kenyalang Giring Anak” adalah harapan akan hadir sosok pemimpin baru yang melindungi dan selalu dekat dengan masyarakatnya. Sosok pemimpin muda yang berasal dari keluarga yang juga memiliki pengalaman dalam memimpin rakyatnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Antonius Abe (67) tokoh masyarakat di Desa Jaya Mentari bahwa “Kenyalang Giring Anak” merupakan sebuah bentuk keinginan dari masyarakat akan lahirnya pemimpin baru yang mau mendengar apa yang menjadi keluhan dari masyarakatnya.

Tidak cukup melalui upacara tersebut saja, keinginan masyarakat itu kemudian diterjemahkan oleh Romo Edi salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Tempunak dengan mengajukan pertanyaan khusus saat diberikan kesempatan untuk berdialog dengan orang nomor satu di Kabupaten Landak tersebut.

“Tadi kita sudah berbicara tentang bagaimana membangun generasi yang sehat dan cerdas. Pada intinya adalah peran sang Ibu lah yang menjadi faktor utamanya. Terlepas dari itu semua, kami masyarakat Tempunak menantikan kelahiran pemimpin baru di Kalimantan Barat, apakah Ibu Karolin bersedia menjadi ibu bagi Kalimantan Barat?” tanyanya membuat Karolin tersentak kaget.

Menanggapi harapan masyarakat dari Bumi Senentang tersebut, Puteri pertama Gubernur Kalbar itu menjawab bahwa dia siap maju sebagai calon gubernur Kalbar 2018 – 2023.

“Saya siap maju sebagai calon gubernur 2018. Bagaimana Ibu? Karena saya memang bersiap. Ketika Bapak saya menjadi gubernur kita sudah berfikir bagaimana setelah Cornelis ini harus ada yang sudah disiapkan. Jadi kita menyiapkan banyak orang. Maka bapak dan ibu jangan heran kalau hari ini banyak tokoh Dayak yang siap maju sebagai calon gubernur karena memang kami juga yang meyiapkannya,” ungkapnya.

Menurut Dokter yang pernah bertugas di Puskesmas Mandor tersebut berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan oleh Median posisinya masih kuat dalam indikator popularitas dan pengalaman.

Tapi berdasarkan hasil survey yang hari ini posisi yang kuat itu saya. Karena yang kenal dengan saya itu lebih banyak dibandingkan tokoh-tokoh yang lain. Oleh karena itu waktu tinggal sekian lama lagi. Saya rasa sudah tidak ada waktu kalau kita harus mulai sosialisasi dari nol oleh tokoh-tokoh yang lain maka saya siap untuk jadi calon gubernur.

Perempuan pertama yang menjadi Ketum PP PKRI tersebut mengatakan bahwa dirinya masih menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan kepada siapa kesempatan itu akan diberikan.

“Cuma tinggal persoalannya, PDI Perjuangan dikasi ke siapa. Saya adalah pengurus DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat Wakil Ketua Bidang Kehormatan. Maka kita menunggu dari DPP di Jakarta siapa yang akan diberikan kesempatan untuk menjadi calon gubernur mendatang. Yang jelas saya selalu siap, jadi kita siap tempur 2018,” tegasnya disambut riuh tepuk tangan masyarakat yang hadir saat itu.

Kesiapan wanita kelahiran mempawah 35 tahun silam untuk menjadi calon gubernur 2018 mendatang bukan tidak berdasar. Menurutnya selain popularitas, pengalaman dirinya telah menjabat sebagai anggota DPR RI selama 2 periode dengan perolehan suara yang fantastis. Pada periode pertama, Karolin berhasil memperoleh 222.021 suara, sedangkan pada periode ke 2 dirinya mendapatkan perolehan suara tertinggi se Indonesia yakni 397.481. bukan hanya itu saja, pada Pilkada serentak, Kabupaten Landak yang dilaksanakan pada februari 2017 yang lalu, Karolin yang saat itu merupakan calon tunggal berpasangan dengan wakil incumbent Herculanus Heriadi, meraup suara 227.531 atau sekitar 96,86 %. Serangkaian torehan prestasi gemilang inilah yang menjadi ukuran objektif bagi Dokter lulusan Unika Atma Jaya Jakarta sehingga menyatakan siap maju sebagai calon gubernur 2018.

Benar adanya bahwa jikalau memang sebuah intan, tidak akan bisa digosok dan berubah menjadi sebuah batu melainkan keindahannya akan semakin terpancar, begitu juga sebaliknya. Karolin yang saat pertama memilih diam dan fokus bekerja akhirnya memilih bersuara menjawab rasa penasaran dan harapan dari masyarakat.

“Kenapa akhirnya menyatakan siap selain dari pada popularitas, kalau dari sisi pengalaman yang hari ini diantara semua calon yang sudah muncul, kan banyak yang Bupati 2 periode, anggota DPR RI 2 periode, tapi yang sudah DPR RI dan sudah Bupati hanya saya. Ada yang bilang kami sudah Bupati 2 periode, oke saya mau tanya anda menang berapa? Saya menang hampir 97 % di Kabupaten Landak sebagai Bupati. Sebenarnya kita sungkan juga nanti dibilang dinasti politik dan segala macam tetapi ketika kita menggunakan ukuran-ukuran objektif ya poin kita masih ada dibandingkan yang lain jadi saya diminta untuk bersiap. Sebenarnya kemarin saya sudah mendaftarkan diri ke partai Golkar sebagai Calon Gubernur.” Pungkasnya. (Red. Y)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS