Bagaimana Tanggapan Warga Landak Saat Karolin Bupati Landak Maju KB1

Senin, 31 Juli 2017

Landak (Sorot Post) - dr. Karolin Margret Natasa dan Herulanus Heriadi, SE adalah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Landak Kalimantan Barat periode 2017-2022.
Karolin Margret Natasa dan Herculanus Heriadi,  pada tanggal 15 februari 2017 beberapa bulan lalu pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Landak calon tunggal yakni Karolin Margret Natasa yang berpasangan dengan Herculanus Heriadi sebagai Calon Wakil Bupati memperoleh dukungan suara dari rakyat Landak sebanyak 227.531 suara atau 96,86% dari total 233.927 suara sah.

Karolin Margret Natasa juga mantan anggota  DPR RI-Fraksi PDI Perjuangan tahun 2009-2014, dan tahun 2014-2019.

Karolin Margret Natasa dan Herculanus Heriadi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Landak periode 2017-2022 pada Selasa, 22 Mei 2017 dipontianak.
Kini Wanita Dayak pertama dalam sejarah republik negeri ini menduduki tampuk kepemimpinan sebagai Bupati Kabupaten Landak yang dijuluki Kota Intan.

Wanita Dayak itu bernama Karolin Margret Natasa. Sebuah nama yang selalu menorehkan tinta emas dalam perjalanan negeri ini pasca reformasi. Dua kali tercatat namanya sebagai anggota legislatif dengan pengumpulan suara yang mengagumkan.

Pada Pileg 2009, sebagai pendatang baru dalam gelanggang perpolitikan nasional, mantan dokter yang berdinas di puskemas di Landak ini mampu mendulang 222.021 suara atau peringkat ketiga terbanyak nasional.

Lima tahun kemudian, tepatnya Pileg 2014, ibu dua orang anak ini, kembali membuat rekor dengan mengumpulkan 397.481 suara dan berada di urutan pertama perolehan suara secara nasional, sekaligus menyalip dua nama besar yakni Edhie Baskoro Yudhoyono dan Puan Maharani Soekarnoputri.
Nama Karolin kembali menggempar publik saat memutuskan mundur sebagai anggota DPR dan maju sebagai calon bupati Kabupaten Landak pada Pilkada serentak tahun 2017.

Sebuah pembuktian dari kerja keras yang tak mengenal lelah dan menepiskan kerinduan akan suami dan dua buah hati tercinta yang ditinggalkan di Jakarta demi sebuah cita-cita membangun Kabupaten Landak.
Sebuah kota yang berjuluk kota intan itu, kini “intan” itu benar-benar telah menjelma nyata dalam sosok srikandi Dayak bernama Karolin Margret Natasa.
Lantas bagaimana pandangan masyarakat dan tanggapan warga Kabupaten Landak saat Karolin Margret Natasa Bupati Landak yang belum genap satu tahun menjabat sebagai Bupati Landak dan belum satupun visi dan misi dilaksanakan sudah menyatakan dirinya akan maju dalam Pemiliham Gubenur Kalimantan Barat tahun 2018 mendatang yang sudah mendaftarkan kepada DPD Partai Golkar pada jum'at (28/7/17) lalu.
Menurut Debisius warga kecamatan Menyuke saat mendengar Karolin Margret Natasa maju ke pilgub Kalimantan Barat, dirinya sangat kecewa lantaran belum selesai tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan visi dan misinya saat kampanye dulu untuk berbuat bagi masyarakat atau warga Kabupaten Landak.
" Saya sangat bangga sekali ketika Ibu Karolin Margret Natasa menjadi Bupati Landak karna masih banyak persoalan -Persoalan yang belum tuntas dan belum selesai oleh Bupati Lama,  oleh karna itu harapan kami agar ibu Karolin Margret Natasa untuk membuktikan dirinya sebagai pemimpin kabupaten Landak yang mampu dan melayani warga masyarakat Kabupaten Landak, "  terang Debisius, senin (31/7/17) siang tadi.
Begitu juga disampaikan oleh Anto asal warga Kabupaten Landak yang sekarang menjadi penduduk warga kabupaten Melawi,  sangat menyayangkan Karolin margret Natasa, jabatannya ditaruhkan untuk merebut Gubenur yang akan datang dengan mencalonkan diri sebagai calon Gubenur Kalbar 2018- 2024.
" Dengan tegas janganlah, banyak epek yang timbul dan perpecahan,  kedepannya bisa-bisa kesempatan orang dayak untuk jadi Gubernur tidak ada.
Ibu Karolin Margret Natasa sangat bagus, tapi selesaikan dulu jabatanya jadi Bupati Landak dan baru bisa mencalonkan diri, Sejahterakan dulu Landak biar bisa jadi contoh kabupaten yang baik dimata dunia Nasional dan internasional,"papar Anto.
Lain halnya dengan Simonius warga plasma 2, disaat Karolin Margret Natasa Bupati Landak mendengar akan ikut dalam pertarungan Pilgub Kalbar 2018 mendatang,  Simonius sangat setuju Karolin maju.
"Saya setuju Bupati Landak Karolin Margert Natasa kita maju ke  Pilgub Kalbar karna meneruskan karir dan meneruskan kepemimpinan Bapaknya Cornelis," ungkap simonius.
Selain itu juga Minen (71), warga Ngabang Pal 3 ngabang,  dirinya setuju-setuju saja kalau Karolin Margret Natasa mencalonkan diri ke Gubenur Kalbar,  tapi minen sangat kwatir kalau Karolin Margret Natasa tidak terpilih menjadi Gubenur Kalbar.
"Saya setuju setuju saja,  karna generasi muda dan itu sangat bagus,  tapi sangat disayangkan dan saya kwatir kalau Karolin tidak terpilih menjadi Gubenur Kalbar,  jabatannya dia sebagai Bupati Landak akan putus,  lebih baik Karolin fokus pada kabupaten Landak," harap Minen.  (Red. Y)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS