PT. SMS Dan PT. MAK Siap Gandeng DAD Kalbar

Jumat, 16 Juni 2017

Pontianak (Sorot Post) -Hendro Winoto Ngantung sebagai RC Humas PT. Satria Multi Sukses (PT. SMS)  dan PT. Mustika Abadi Khatulistiwa (PT. MAK) akan bekerja sama dengan Dewan Adat Dayak (DAD) kalimantan Barat dalam waktu dekat ini guna menjaga keamanan, kenyamanan dilingkungan masyarakat dan Perusahaan diwilayah itu.
Hendro Winoto Ngantung menerangkan, Rabu malam (14/6/17) lalu, keinginan besar pihak Perusahaan PT. SMS dan PT. MAK yang berinvestasi di Kabupaten Landak Kalimantan Barat ingin menggandeng Dewan Adat Dayak dalam bentuk mitra untuk mengatasi persoalan-persoalan komplik internal maupun eksternal yang terjadi dimasyarakat dan perusahaan,  oleh sebab itu harapan Hendro Winoto Ngantuk ingin membangun komunikasi dan kerjasama antara DAD dengan pihak PT. SMS dan PT MAK yang ada, terangnya.
Menindak lanjuti komitmen keterangan Hendro Winoto Ngantuk yang ingin bermitra dengan Dewan Adat Dayak Kalbar,  Ketua Dewan Adat Kabupaten Landak Heri Saman, bersama dengan pengurus anggota DAD yang lain sangat setuju pihak PT. SMS dan PT MAK ingin menggandeng Dewan Adat Dayak Karna hal ini merupakan respon atau bentuk yang positif untuk membangun,  menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
"Kita DAD sangat sepakat apa yang disampaikan oleh R.C Humas PT. SMS dan PT. MAK melalui bapak Hendro Winoto Ngantung,  karna hal inilah yang kita mau harus ada mitra dan komunikasi yang dijalin dengan DAD. Kami DAD menunggu kapan hal itu laksanakan, " papar Heri Saman.
Seperti yang dibritakan sebelumnya,  bahwa ada pemecatan karyawan di PT. SMS, Hendro Winoto Nyantung, membantah adanya pemutusan hubungan kerja sepihak oleh perusahaan yang dipimpinnya terhadap 7 karyawan yang bekerja sebagai assisten dan askep di perusahaan perkebunan sawit PT.Satria Multi Sukses dan PT.Mustika Abadi Khatulistiwa tersebut.
” Kalau pemutusan hubungan kerja sepihak oleh perusahaan, artinya kita tidak memanggil mereka, tidak mewawancarai mereka, ini alasannya. Memang pihak perusahaan tidak menyampaikan kepada mereka pada saat kita mengundang mereka dari lokasi kebun ke pontianak, dengan tujuan apa,” lanjut Hendro,” supaya jangan menimbulkan kesan di mata teman karyawan lainya, ada apa,” jelas Hendro RC Humas PT.SMS dan PT.MAK di Pontianak Kamis (15/6).

Dijelaskan Hendro, jangan mereka beranggapan, bahwa kenapa kami tidak di kasih tahu perusahaan dalam pemutusan hubungan kerja ini, mereka hanya diminta mundur. Dengan demikian mereka berhak menerima dua kepmen dan mereka diberikan jasa, kerugian 15 persen dari kedua kepmen tersebut oleh perusahaan sesuai peraturan ketenagakerjaan, karena apa,” jelas Hendro lagi, apa bila perusahaan tidak melakukan aturan ketenagakerjaan, maka perusahaan berhak di tuntut sesuai perundang-undang ketenagakerjaan yang berlaku.

Pemutusan hubungan kerja terhadap 7 karyawan  perusahaan perkebunan sawit yang di pegang Hendro ini,  berdasarkan penilaian yang didapatkan dari maneger mereka masing-masing dan ini bukannya kemauan saya,” akunya. Ke 7 karyawan ini kita anggap pensiun dini, kenapa, kalau mereka di berhentikan tidak hormat, artinya ada pelanggaran, diberikan peringatan satu, peringatan dua dan peringatan Tiga dari perusahaan, inilah aturan yang sebenarnya, namun mereka beranggapan lain, seolah olah kami pihak perusahaan ada pelanggaran,” katanya.

Perusahaan memutuskan hubungan kerja terhadap 7 karyawan ini sebenarnya saya merasa sedih, kecewa atau apa, saya mengerti perasaan mereka, karena saya juga pernah mengalami seperti itu di salah satu perusahaan. Hendro berharap kepada 7 karyawan yang diputuskan hubungan kerjanya oleh perusahaan ini, ya sudahlah terima saja keputusan perusahaan ini, artinya masih ada harapan kedepan yang lebih baik, karena pemutusan hubungan kerja ini bukan pemutusan istilah sepihak dan bukan juga pemutusan istilah dengan tidak baik-baik, tetapi ini pemutusan kerja oleh perusahaan dengan terhormat dan ke 7 karyawan ini mendapat haknya sebagai karyawan  sebagai mana mestinya.

Terkait adanya kabar yang beredar di lingkungan perkebunan PT.SMS dan PT. MAK bahwa karyawan dari putra daerah akan disingkirkan oleh perusahaan, Hendro mengaku itu tidak benar. Dan tidak mungkin perusahaan menyingkirkan putra daerah kalau memang mereka mempunyai kemampuan dan pendidikan bahkan ada putra daerah dilokasi perkebunan PT.SMS dan MAK yang saya didik, ada yang sudah menjadi askep bahkan asisten. (Red. Yhs)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS