19 Kesepakatan Ditandatangani Untuk Menciptakan keamanan Diwilayah PT. IGP

Kamis, 08 Juni 2017

Landak (Sorot Post) - ada 5 temenggung dan 10 pasirah di wilayah perkebunan PT. Ichtiar Gusti Pudi (IGP) melakukan penandatangan kesepakatan bersama dalam rangka menciptakan stabilitas, ketertiban dan keamanan di wilayah kerja PT. Ichtiar Gusti Pudi kantor IGP di dusun Pagung desa Amboyo Selatan Rabu (7/6).

Penandatangan kesepakatan bersama itu, disaksikan oleh Kapolsek Sengah Temila, AKP.Hadi Rasa, jenderal menejer operasional PT.IGP, Hardiko, Danramil Sengah Temila, koperasi Maju Bersama IGP, Kades Amboyo Selatan, Sebirang, Pak Mayam, Sidas, Sebatih dan Kades Pahauman serta
Kepala Dusun yang berada di wilayah PT.IGP.

19 kesepakatan yang telah ditandatangani bersama yang di bacakan oleh Koordinator pengurus adat wilayah PT.IGP, Saidan Ameng itu, menurut Temanggung Binua Nahaya, Salim Aseng mengatakan, keamanan dan ketertiban di wilayah PT.IGP agar lembaga adat dapat berperan serta untuk mensukseskan pembangunan khususnya perkebunan kelapa sawit yang berada di wilayah PT.IGP.

Peraturan-peraturan yang di buat oleh lembaga adat di wilayah PT.IGP ini berdasarkan budaya. Adat istiadat adalah aturan filsafat dan pandangan hidup serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam kehidupan berpikir, bersikap dan bertindak.

Karena manusia di dudukan sebagai menjaga dan memelihara lingkungan hidup dan kelangsungan mahluk hidup, keseimbangan alam, bersikap bersatu padu melakukan kebaikan dalam kebenaran untuk kepentingan kebersamaan.

Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Sengah Temila, Alamin menjelaskan, kesepakatan bersama ini merupakan hal yang sangat baik dan sangat patut kita dukung. Karena kesepakatan yang telah ditandatangani bersama ini adalah rambu-rambu yang telah dirumuskan pengurus adat di wilayah PT.IGP.

Jenderal Menejer operasional PT.IGP, Hardiko mengatakan, tidak terasa keberadaan PT.IGP di wilayah itu sudah hampir 11 Tahun. Kehadiran yang sudah cukup dewasa ini, tetapi apakah kebun kita ini sudah dewasa atau belum, itu yang kita harus renungkan baik-baik,” ujar Hardiko.

Apakah semua kita yang ada PT.IGP,baik karyawan, masyarakat apakah sudah dewasa atau belum,” tanya Hardiko, untuk sama-sama kita menjalankan kegiatan di perkebunan sawit PT.IGP ini. Semua yang hadir menyaksikan penandatangan kesepakatan ini,  kita bersama-sama bisa mengintroveksi diri. Karena dengan telah ditandatangani kesepakatan bersama oleh para temenggung dan pasirah adat di wilayah PT.IGP ini secara undang-undang kita sudah dewasa.

“Jadi apapun tindakan kita dari perusahan yang kurang pas menurut masyarakat atau sebaliknya masyarakat yang kurang puas dan melakukan tindakan yang kurang pas terhadap peraturan, baik itu peraturan perusahaan, penerintah, peraturan hukum dan peraturan adat istiadat yang ada di tempat sini, peraturan itu harus sama-sama kita tegakan.

Selesai penandatangan kesepakatan
Bersama temanggung dan pasirah adat di wilayah PT.IGP ini dilanjutkan penyerahan bantuan sarana olah raga yaitu bola poli sebagai pembinaan setiap dusun di wilayah PT.IGP oleh Jenderal Manajer operasional PT.IGP, Hardiko kepada para kepala dusun di wilayah PT.IGP. (Red)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS