Diduga Gelapkan Dana ADD, Kades Dan Bendahara Desa Tanjung Bunga Dilaporkan Kejari Entikong

Senin, 29 Mei 2017

Sanggau (Sorot Post)- Tokoh masyarakat desa Tanjung Bunga Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau yakni bapak Hamit bersama dengan bapak Pergianto membenarkan melaporkan Kepala desa dan bendaharanya di Kejaksaan Negeri Entikong pada tanggal 03 Mei 2016 lalu.
Menurut bapak Hamit,  senin (29/5/2017) sore tadi di entikong pada www.sorotpost.com bahwa kepala desa Tanjung Bunga bersama dengan bendaharanya diduga telah melakukan penggelapan dana ADD desa Tanjung Bungan Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau sebesar kurang lebih enam puluh juta tahun 2016 lalu.
"Kami melaporkan kepala desa tanjung bunga bersama dengan bendaharanya dikejaksaan Negeri Entikong atas penggelapan anggaran dana desa sebesar kurang lebih enam puluh juta pada tahun akhir 2016 lalu. uang yang digelapkan oleh kedua oknum tersebut yakni kepala desa dan bendaharanya dan uang yang diselewengkan itu adalah untuk kepentingan pribadi.  Kami tidak terima atas kelakuan kades bersana dengan bendaharanya dan ini jelas-jelas telah melanggar undang-undang yang telah merugikan masyarakat dan keuangan Negara," papar Hamit.
Menurut Hamit dan Pergianto,  timbulnya dugaan penggelapan uang ADD desa tanjung bunga bermula ada bocoran dari staf desa yang tidak mendapat  bagian uang yang digelapkan.
"Bocoran dari staf desanya yang berupa surat pernyataan dari kades dan bukti-bukti surat lainnya yang merupakan pendukung laporan kami, "terangnya.
Ada tiga tuntutan kami pihak warga masyarakat desa tanjung bunga meminta kepada oknun kades dan bendahara dicopot dari jabatan kades dan bendahara.  Uang yang digelapkan harus dikembalikan atau diganti. Meminta Kades dan Bendahara desa tanjung bunga Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau harus dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Kami tidak terima, tambah Hamit atas kelakuan kedua oknum tersebut dan hal ini membuat malu apalagi dimata hukum dan perbuatan ini merupakan perbuatan yang tidak terpuji bilamana baru dilantik pada bulan juli 2016 lalu sudah melakukan perbuatan jahat dimata hukum,"tambah Hamit.
Hamit bersama Pergianto sebagai pihak pelapor dikejaksaan Negeri Entikong mempertanyakan kembali laporannya pada tanggal 3 mei 2017 lalu, pasalnya, Jaksa yang menerima langsung laporan Hamit dan Pergianto berjanji akan memproses laporan itu pada 2 minggu kemudian serta memanggil kedua oknum tersebut untuk dimintai keterangannya,  tetapi pada kenyataanya setelah dua minggu berlalu dan memasuki ketiga minggu belum ada tanda-tanda untuk memproses dan melakukan pemanggilan pemeriksaan kedua oknum itu. (Red/Karto)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS