Pemerintah Melawi Menilai PT. RKA Tidak Serius

Senin, 17 April 2017


Melawi (Sorot Post)- Kisruh antara masyarakat dengan pihak perusahaan perkebunan di kabupaten Melawi memang tiada habisnya. Seperti yang terjadi antara PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA) dengan masyarakat di empat kecamatan, yaitu Belimbing, Belimbing Hulu, Pinoh Utara dan Nanga Pinoh.
Ribuan Ha lahan perkebunan masyarakat daerah itu dirampas oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. RKA di daerah itu.
Perusahaan asal negeri Jiran itu juga dinilai telah mengangkangi Pemerintah Kabupaten Melawi. Pasalnya, pihak perusahaan tersebut dinilai dengan sengaja mengabaikan surat Pemkab Melawi yang ditandatangani langsung
oleh kepala Dinas Pangan dan Perkebunan Melawi,Abang Sukandar.
Kabar adanya take over ini sontak membuat masyarakat dan para karyawan itu, perusahaan yang notabennya belum pernah memenuhi kewajibannya terhadap masyarakat yang katanya sudah beralih kepemilikan. Hal ini tentu membuat masyarakat lebih ketakutan lagi. Karena mereka menganggap take over ini hanyalah akal – akalan perusahaan untuk lari dari kewajibannya setelah habis mengeruk kekayaan alam masyarakat.
Akibat dari permasalahan PT RKA tersebut. muncul pertanyaan dikalangan masyarakat mengenai posisi Pemkab Melawi dibalik lenggangnya deal jual beli antara perusahaan itu. Padahal tidak seharusnya Pemkab Melawi menyetujui take over terhadap PT RKA yang bermasalah tersebut.
Namun, melalui surat Dinas Pangan dan
Perkebunan (Dispenbun) Melawi tertanggal 20 Maret 2017 serta menindaklanjuti surat Bupati Melawi nomor : 500/1426/Ekbang/2016 tanggal 2 Desember 2016. Dispenbum, telah menyurati PT RKA agar menyampaikan laporan realisasi perkembangan penyelesaian permasalahan PT RKA.” Pemerintah menilai PT RKA ini tidak serius dalam melaksanakan kegiatan usaha yang telah mendapatkan ijin. “Yang jelasnya PT. RKA tidak menunjukkan hal yang positif,”jelas kepala Dinas Pangan dan Perkebunan, Ir. Abang Sukandar melalui Stephanus Suwarjo, Kabid Perkebunan Melawi
Tidak hanya meminta laporan secara tertulis, namun, pihaknya juga memberikan teguran secara langsung dengan meminta laporan sosialisasi pembagian plasma berdasarkan zona dan laporan pembagian kebun plasma serta laporan hasil penyesuaian HGU serta laporan hasil produksi tandan buah
segar (TBS).
Ditambahkannya, Pemkab Melawi, berharap kegiatan investasi di darah ini supaya berjalan dengan baik. Perusahaan yang telah mendapatkan ijin dari pemerintah diharapkan serius. Karena tujuan dari kegiatan perusahaan ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"ungkapnya (Mnl)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS