Diduga Pembangunan SPAM Desa Rabak Kecamatan Sengah Temila Sarat korupsi

Selasa, 14 Maret 2017

Landak (Sorot Post) - Masyarakat yang berada di Desa Rabak, Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Kalimantan Barat, kecewa dengan pengerjaan proyek Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM),  belum juga mengalir di beberapa Dusun yang sudah dikerjakan.

Dari informasi yang dihimpun, pengerjaan pembangunan SPAM tersebut menelan dana sekitar Rp 5,6 Miliar yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). yang dikerjakan oleh PT Prakarsa Enviro Indonesia.

Menurut Timanggong Binua Singkut Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, Yohanas, pengerjaan proyek tersebut berlangsung selama 180 hari. "Kalau saya lihat itu pengerjaan dimulai sekitar bulan Mei 2016 dan selesai pada bulan November 2016, dengan biaya sebesar Rp 5,6 miliar," ujarnya belum lama ini. 

Lanjutnya lagi, namun setelah pengerjaan berakhir tetapi air tidak bisa mengalir. "Keluhan saya dan masyarakat, yang pertama air tidak jalan. Kemudian yang kedua pengerjaan tidak selesai-selesai atau tuntas, mereka main tinggal-tingalkan saja. Mau kita kan sudah selesai baru ditinggal," paparnya.

Ungkapan yang sama juga disampikan oleh warga dari Dusun Singkut Buluh, Desa Rabak, Maturus, dimana sejak jadwal pengerjaan proyek SPAM itu selesai, orang yang bekerja dan menanggani sudah tidak ada. Tetapi menurutnya pengerjaannya belum semuanya tuntas.

"Mungkin dia sudah lari ke Jakarta, pengerjaan ini tidak selesai dan airnya belum mengalir semua kepada masyarakat. Waktu itu dia ada minta tanda tanggan KWH ke saya, tapi saya tidak mau kasi. Alasanya saya tidak mau kasi tanda tangan karena air belum mengalir," ungkapnya. 

Maka dari itu dirinya mengaku kecewa dengan pembangunan SPAM tersebut. "Kita cek lagi tau-tau sekarang yang tanggani sudah lari. Kita kecewa karena air belum mengalir dan proyek terbengkalai. Kita minta pihak terkait untuk krose cek lagi, agar kami bisa menikmati air bersih," harapnya.

Sementara itu satu diantara tokoh pemuda Desa Rabak, Yusuf mengakui bahwa beberapa waktu lalu setelah pengerjaan proyek air memang tidak langsung jalan ke semua Dusun yang ada. Dimana Desa Rabak sendiri terdiri dari Dusun Rabak, Dusun Singkut Buluh atau Ladangan, Dusun Saboro, dan Dusun Tatahan.

"Beberapa hari lalu ada dilakukan pengujian oleh pihak pekerja, dan saat ini sudah ada air yang mengalir dibeberapa titik di Dusun Rabak, Singkut Buluh. Sedangkan untuk Dusun lainnya sebagian besar air masih belum juga mengalir," ujar Yusuf saat dikonfirmasi malam tadi (14/3/2017.

Yusuf Yusuf. menyebutkan untuk Intake dari SPAM itu sendiri berada di Dusun Singkut buluh, lagi memang ada beberapa item yang tidak sesuai dengan kontrak. Seperti jalan rabat beton dari jalan poros ke Intake berjarak 200 meter yang lebarnya hanya sekitar setengah meter, dan seharusnya sekitar 90 cm.

"Lampu penerangan jalan tidak di pasang, pada kontrak itu ada. Tanaman rumput dan tanaman hias di land scapping Intake juga tidak ada. Pipa di alas pakai kayu cerocok dan kayu yang sudah buruh, dikhawatirkan tidak bertahan lama. Kalau patah maka tidak menutup kemungkinan sambungan pipa akan patah," terangnya.
Ditempat yang sama,  Ketua DPC. Lembaga Penyelidikan Pemantauan Pemberantasan Korupsi (LP3K-RI)  Kabupaten Landak, Yohanes, Proyek yang kerjakan oleh pihak kontraktor harus diusut, apabila ada unsur kerugian Negara maka harus ditindak secara hukum.
"Diminta pihak penegak hukum, KPK, Kepolisian,  dan kejaksaan untuk mengusut serta memeriksa proyek yang ada di desa Rabak Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Kalimantan Barat,  karna kalau dilihat ada banyak kejanggalan dari hasil pekerjaan yang dikerjakan oleh pihak kontraktor,"harap Yohanes.  (Red.)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS