Diduga Tipikor Cetak Sawah, Pegawai Dinas Pertanian Ditahan Dirutan Pontianak

Selasa, 28 Februari 2017

Landak (Sorot Post) - Budi Eko Prabowo Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Landak ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri Ngabang atas kasus Percetakan sawah ditahun 2009 di daerah Kecamatan Mandor Kabupaten Landak  yang dianggarkan melalui anggaran APBN sebesar 750 juta.
Menurut keterangan dari pihak Kejaksaan Negeri Ngabang, Bangga A. Hutabarat SH, kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus)  Selasa,  (28/2/2017) diruang kerjanya siang tadi, Budi Eko Prabowo kamis (23/2/2017) lalu sudah dilakukan penitipan penahanan ke Rutan Pontianak.
"Budi Eko Prabowo menjabat tahun 2009 sebagai Kordinator Lapangan (Korlap) dan diiduga menguntungkan orang lain sehingga merugikan Negara  750 juta dalam kasus cetak sawah pada tahun 2009 di daerah kayu tanam Kecamatan mandor Kabupaten Landak",papar Bangga A. Hutabarat.
Bangga A. Hutabarat menyebutkan kasus Budi Eko Prabowo merupakan kasus yang sudah lama, dan pada jaman Bangga A. Hutabarat kasi Pidsus baru, kasus Budi Eko Probowo baru terungkap.
"Pada jaman Kasi Pidsus yang lama,  menyebutkan bahwa kasus Budi Eko Probowo terkait kasus cetak sawah di daerah kayu tanam Kecamatan Mandor saat itu belum lengkap dan berkas itu masih P19 dan pihak kejaksaanpun meminta petunjuk dari pihak kepolisian. Selama 4 hari bolak balik mengurus berkasnya dan penyidik itu tidak bisa melengkapi datanya maka dilakukan ekspos bersama untuk pengetikan pada bulan oktober 2016 dan pada tahun 2017 diambil kesimpulan untuk dijadikan P 21," Paparnya.
Ditambahkan Bangga A. Panjaitan,  satu tersangka lagi yang masih buron atau DPO yang bernama Peri Irawan yang menjabat Korlap dan berperan sebagai pihak ketiga serta sebagai pembuka rekening kelompok tani. 
Budi Eko Probowo rencananya pada hari kamis (2/3/2017), pihak kejaksaan Negeri Ngabang melimpahkan berkas ke pengadilan Negeri Pontianak untuk disidangkan.
Ditempat yang berbeda,  Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan,  Vinsensius,  untuk kasus Budi Eko Prabowo yang merupakan anak buahnya, kasus ini tidak membuat memgganggu kinerja pegawai disini dan kita serahkan kepada pihak hukum untuk memproses Budi Edo Prabowo yang seadil-adilnya, dan saya mengingat pegawai untuk saat ini, kita harus super hati-hati,  dan teliti jangan sembrono untuk mengerjakan sesuatu,   papar singkat Vinsensius.
Ever Apat,  kepala bidang tanaman pangan dan hortikultura Dinas Pertanian,Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak,  percetakan sawah didaerah kayu tanam Kecamatan Mandor dengan luas 100 Hektar dengan rincian anggaran 750 juta dari dana APBN, ujar,  Ever. (Red. Yhs)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS