DAD Melawi Akan Segera Bentuk Panitia PGD 2017

Senin, 20 Februari 2017

Melawi,(Sorotpost)- Gawai Dayak Ke XI 2017 dipastikan lebih istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya dan siap digelar. Perhelatan yang rencananya akan digelar pada bulan April 2017 ini.

Ditemui di sekretariat Dewan Adat Dayak (DAD) Jl Pinoh - Kota Baru KM 4, ketua DAD Kabupaten Melawi, Sudarmono. mengaku pelaksanaan Gawai Dayak ke XI ini selalu dilaksanakan setiap tahun.

Sudarmono juga menjelaskan bahwa persiapan acara Gawai Dayak ini sudah masuk dalam tahap pemantapan kerja panitia Gawai Dayak ke XI pada masing-masing seksi, mulai dari administrasi, kepanitiaan maupun materi acara.

Sudarmono juga mengatakan, berbagai acara akan digelar pada Gawai Dayak ke XI ini."Beragam perlombaan, permainan rakyat, pemilihan Bujang dan Dare Dayak 2017.
Panitia Gawai Dayak ke XI juga sudah terbentuk dan di Ketuai oleh Sopian Hadi.

Adapun acara Gawai Dayak ke XI  2017 melalui Keputusan DAD tentang Tema Gawai Dayak tahun 2017 adalah: " NYORIK OROKN"  dibawah ini RATAH ONCAH NYORIK OROKN Jika onak BEUMA, Boras kuning utk nimpai puyang gana, Ajatn/ bokat pakai maluk tanah, Daun sengkubak pakai mutut tanah petonong, Keribakan tolur pakai naruh putut tanah petonung, lalu di posar dalam tanah untuk ngogak, mimpi donapam. Tik mimpi bagak maka, tanah orokan yak di amik ke uma, tik mimpi jahat, makat tanah yak nadak jadi di amik ke uma. " Budaya Adat Nyorik Orokn adalah tradisi adat Beuma sun Suku Dayak kabupaten Melawi yang tidak dapat di pisahkan dengan keyakinan beuma agar mendapat panen yang berlimpah ruah, selama setahun kedepan dalam bekarja di beri kesehatan, kekuatan dan perlindungan dari puyang gana Raja sewa potong kompat buai nasi. Dewa yangg di percayai mereka.  Puyang gana dewa peguasa tanah. Raja sewa dewa penguasa air. Potong kompat buai nasi dewa penguasa alam semesta. Soma bejangga dewa penguasa langit. Oleh karena itu setiap tahapan beuma/ beladang mempunyai adat dan tradisi yang meliputi Nyorik orokn, Ngumpan robak, Nugal nanam penuhi, Mabau masuk bebalik, Monggol / ngobat / manyi serta Nulak jeramik/ menuai.
Jika tahapan tahapan itu di kerjakan dengan baik maka kekayaan, kemakmuran kekuatan dan kesehatan ada pada rumah tangga yang menjalankannya dgn baik

Dalam setiap kegiatan gawai, masih menurut ketua DAD Melawi, Sudarmono, sangat berharap,  munculnya kreativitas dan inovasi seni, khususnya pelaku seni dari masyarakat adat Dayak sendiri. Hasil dari proses kreativitas itu, tentu saja akan mampu memberikan warna sekaligus hiburan kepada masyarakat umum.
“Tidak hanya dalam lingkup masyarakat kita (Dayak) saja, tapi lebih luas lagi serta memberikan warna sekaligus menjadi hiburan serta daya tarik bagi masyarakat pengunjung dan terutama para turis mancanegara,” harapnya (mnl/hadi)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS