Iklan Hari Pahlawan nasional 10 Nov 2018

Tambang Emas Liar Kian Parah DAS Melawi Mengkhawatirkan

Minggu, 08 Januari 2017

Melawi (Sorotpost)- Ancaman bencana ekologi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Melawi sudah di ambang mata. Selain kerusakan aliran sungai yang kian parah, pence­maran air Sungai Melawi sung­guh mencemaskan. Kerusakan itu disebabkan kembali marak­nya aktivitas pertambangan emas liar.

Lokasi PETI yang paling marak ditemukan di mulai dari wilayah kecamatan Pinoh Utara dan Nanga Pinoh di desa Suka Maju, Keninjal, Melamut, Tengkajau dan Desa Nanga Kayan kondisi DAS Melawi benar-benar mengkha­watir­kan. Air sungai yang diman­faat­kan warga setempat untuk mandi hingga kebutuhan me­masak, tercemar merkuri (Hg) dan keruh, karena dampak aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang kian kebablasan. Karena diduga kadar mer­kuri telah berada di ambang batas. Penyebabnya, para pe­nam­bang menggunakan air raksa (merkuri) untuk memi­sahkan pasir yang telah ber­campur dengan emas.

Aktivitas pemisahan cam­puran pasir dan emas, bia­sanya dilakukan di sungai, yang menjadi lokasi mesin dompeng dan seperangkat alat menambang emas tanpa izin.
Belum tuntas masalah ka­dar merkuri yang mengancam ke­sehatan warga, sejak bebe­rapa bulan terakhir, pence­maran di DAS Melawi kian bertambah dengan kehadiran puluhan mesin Dompeng berbagai merek,bahkan, mesin Dompeng merek  Fuso

Tak heran, air sungai men­jadi keruh. Bila setahun lalu, penambang emas liar masih menggunakan dompeng merek TS seba­gai peralatan, tapi kini malah lebih canggih dan lebih men­jan­jikan hasil besar.
Keberadaan pertambangan emas ilegal ile­gal di DAS Melawi sebagai simbol keserakahan manusia. Mengeruk sungai agar men­dapat emas lebih banyak. Tapi di sisi lain, ben­cana akibat dampak ling­ku­ngan bagai bom waktu yang siap meledak kapan saja.
Dari pantauan Sorotpost.com di sepanjang DAS Melawi, jejeran kapal dompeng itu, menghiasi aliran sungai Melawi itu, pu­luhan kapal dan penambang tanpa takut mengeruk dasar sungai mencari logam mulia itu.

Akibatnya, air sungai men­jadi cokelat.dan mengakibatkan erosi pada tebing sungai mengalami longsor, Saking leluasanya, praktik liar para penambang itu DAS Melawi hampir menutupi alur sungai dan Raungan mesin kapal pengeruk emas pun terde­ngar dari jarak jauh. Peman­dangan itu telah lumrah bagi masyarakat sekitar. Meski geram dengan tindakan para penambang yang telah me­rampas hak warga menikmati air bersih dari Sungai Melawi, namun masyarakat seolah tak berdaya melawannya.

Anehnya, aparat kepolisian dan pemerintah setempat sea­kan tutup mata dengan praktik ilegal yang terang benderang dilakukan di depan mata. Di­per­­kirakan, lebih dari 50 kapal dom­peng beroperasi di se­panjang sungai Melawi tersebut.
Sementara Kapolres Melawi AKBP OKI Waskito ketika dikon­firmasi via ponselnya, tidak menampik ma­rak­nya illegal minning akhir-akhir ini. “Kita selalu mela­kukan penertiban, penindakan dan penangkapan terhadap illegal minning, bahkan sudah banyak yang dijadikan ter­sang­ka. Namun, masyarakat tidak jera dan tetap melakukan penambangan ilegal tersebut. Tapi dalam waktu dekat ini pihak Pemda Melawi serta Polres Melawi dan TNI akan segera melakukan penertiban kembali,” jelasnya (mnl/Hadi )

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS