Iklan Hari Pahlawan nasional 10 Nov 2018

Polres Melawi Gelar Press Release Kasus Kriminal Di Melawi

Kamis, 26 Januari 2017

Melawi.www.sorot.post.com - Press Release tentang ungkap Kasus Kriminal selama beberapa minggu ini.

 Kapolres Melawi AKBP Oki Waskito didampingi Kasat Reskrim Iptu I Ketut Agus Pasek Sudina menjelaskan jajaran Polres Melawi telah berhasil mengungkap 4 Kasus.Melawi pada hari kamis 26/1/17.

Kapolres Melawi AKBP Oki Waskito, menjelaskan kronologis penangkapan dan penanganan secara singkat.

Pertama kasus pemalsuan ijazah Paket B kepala desa Tebing Kerangan yang dilaporkan oleh Pemda Melawi melalui Disdik Kabupaten Melawi, jumlah tersangka sebanyak empat orang.

Legalisir ijazah dengan cara di scanner melibatkan dari percetakan dan yang menulis ijazah serta yang menempel poto pada ijazah yang juga diproses, SPDP sudah dikirem, barang bukti yang disita dari percetakan berupa perangkat computer

“ Pasal yang dikenakan yaitu pasal 68, 69 UUD nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, secara umum mengunakan KUHP pasal 263 khusus pemalsuan ijazah “ Jelas Oki.

Yang kedua juga kasus pemalsuan ijazah kepala desa Landau Sadak yang dilaporkan oleh lawan Cakades terpilh dengan tersangka tunggal. Barang Bukti yang disita Ijazah asli yang dirubah, nama, tanggal lahir, serta poto,menggunakan ijazah kepunnyaan istrinya.

“ Pelaku merubah ijazah dengan cara digosok-gosok, kita kenakan pasal yang sama 68, 69 UUD nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, secara umum mengunakan KUHP pasal 263 khusus pemalsuan ijazah dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun.

Berkaitan dengan kasus pemalsuan ini kami menghimbau, yang lain tidak meniru, kalaupun sudah ada yang meniru jangan digunakan “ Himbaunya.

Kemudian yang ketiga kasus pencabulan anak kandung sendiri hinga melahirkan yang dilakukan oleh Toy (40) tahun, ayah kandung inisial Bunga (15) tahun kelas 1 SMA. Kejadian di Kecamatan Tanah Pinoh Kota Baru.

Untuk kasus pencabulan anak kandung Kapolres Melawi memaparkan berawal dari penemuan jasad bayi yang terapung di Sungai Pinoh.

“ Tersangka melakukan 5 kali pencabulan dari bulan maret 2016, TKP kamar rumah 2 kali ketika istrinya tidak berada dirumah dan di pondok ladang 3 kali, perbuatan tersebut dilakukan pada siang hari.

Pelaku dikenakan pasal 81 UUD nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UUD nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 64 ayat 1 KUHP, dan pasal 46 UUD RI tahun 2004 acaman hukuman penjara 5 tahun paling lama 15 tahun ditambah 1/3 apabila yang melakukan orang tua kandung, ancaman hukuman penjara 13 tahun ditambah denda 36 juta “ Papar Kapolres.

Kronologis kejadian Korban selama itu tidak berani melaporkan karena selalu diancam oleh pelaku, pada saat terjadinya kelahiran bayi tersebut berawal dari korban merasa mules seperti hendak melahirkan, kemudian korban diarahkan pelaku untuk ke lanting dan melahirkan di lanting, setelah lahir pelaku mengambil bambu untuk memotong tali ari-ari yang masih menyambung kerahim, kemudian pelaku menghanyut bayi yang telah lahir tersebut kesungai, walaupun korban sudah melarang pelaku untuk membuang bayi tersebut. Bayi tersebut ditemukan 2 hari setelah kejadian, terrsangka diproses 2 LP, yang pertama pencabulan dan setelah divonis dilanjutkan dengan kasus pembunuhan “ Jelas Oki.

Selanjutnya kasus ke empat, Narkoba TSK 2 orang akhir tahun 2016, Barang Bukti 5 butir ekstasi, uang Rp. 800 ribu, pelaku PA dan AA keduanya supir truck. Kemudian yang terakhir penangkapan narkoba jenis sabu seberat 4,20 mg yang dimasukan dalam kemasan buah pir dan lengkeng melalui paket ekspedisi, dengan TSK ST dan BL perempuan, saat ini sedang dalam proses penyidikan. ( mnl/Hadi /BAF ).

 

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS