Iklan Hari Pahlawan nasional 10 Nov 2018

LAKI :Soroti PETI Yang Makin Marak Di Melawi

Rabu, 11 Januari 2017


Melawi (Sorotpost)-Abang Damsyik, Kordinator Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Wilayah Timur Kalbar,  menyoroti Aktivitas Pertambangan Ilegal beserta penampungan emas kian marak di kawasan perairan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pinoh dan Melawi,"Demikian disampaikannya ,kepada Media di Bilangan Pasar Nanga Pinoh, Rabu ( 11/01/17 )
Aktivitas  Penambangan Emas  Tanpa Izin (PETI), yang masih terus menggeliat di Bumi Uranium Kabupaten Melawi . Namun, dibalik  aktivitas terlarang tersebut, para  cukong pembeli emas hasil PETI, hingga persoalan para cukong emas diwilayah Melawi pun terus bergerak tanpa mampu  aparat memangkas mata rantai aktivitas PETI tersebut.
Kondisi tersebut, tentu menjadi tanda tanya banyak pihak.  Kemana aparat korp baju coklat selama ini. Mungkinkah mereka benar - benar tidak tahu, dengan maraknya aktivitas pembakaran emas hasil dari PETI yang kini mulai menjamur di berbagai titik wilayah kabupaten Melawi.
Hasil penelusuran SorotPost.com dari berbagai sumber, tercatat beberapa titik lokasi PETI yang masih dan terus bergerak diwilayah Melawi, tanpa sedikit pun tersentuh aparat penegak hukum.
Diantaranya, aliran Sungai Pinoh dan Melawi “Saya pikir tidak masuk diakal jika aparat tidak mengetahui keberadaan para pengumpul atau penampung emas hasil PETI tersebut. Masyarakat atau warga saja tahu, masak aparat tidak tahu. Mungkin, bisa jadi aparat berpura - pura tidak tahu, alias tutup mata,"tegasnya   

Pada dasarnya lanjut  Damsyik, persoalan yang terjadi di dua aliran sungai terbesar di kabupaten Melawi itu saat ini, maraknya para penambang PETI ini seakan tidak tersentuh hukum, namun para penadah hasil PETI pun tak sedikit terus ber-grilia secara nyaman, tanpa takut tersentuh  aparat.“Jika memang aparat tak mampu menuntaskan PETI di berbagai titik  wilayah Melawi, aparat kan bisa menangkap para penadah atau penampung PETI, Jika hal tersebut dilakukan aparat, setidaknya para pemain PETI dilapangan akan sedikit kesulitan untuk menjual emas hasil PETI  penambanganya ,” Jelasnya.  

 Menelisik dari persoalan tersebut lanjut Damsyik, pihaknya menduga sepertinya sudah ada aksi main mata, antara aparat dengan penampung hasil PETI .” Buktinya mereka terus saja menjadikan wilayah dua sungai tersebut, sebagai surganya para pelaku PETI,” Tutupnya. (mnl/hadi)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS