Iklan Hari Pahlawan nasional 10 Nov 2018

13 Permasalahan Perkebunan Yang Menjadi Sorotan Pemda Landak

Jumat, 27 Januari 2017


Landak (Sorot Post)- Pj.  Bupati Landak, Ir. Jakius Sinyor Memanggil pihak (Investor) perusahaan perkebunan Sawit yang berinvestasi didaerah Kabupaten Landak Kalimantan Barat terkait permasalahan-permasalahan pokok pada perizinan bidang perkebunan Dikabupaten Landak.
Rapat koordinasi perizinan bidang perkebunan dikabupaten Landak pada jum'at (27/1/2017) pagi tadi dihadiri oleh Pj Bupati Landak Ir. Jakius Sinyor,  Pj. Sekda Kabupaten Landak Alpius ,  para SKPD,  dan pihak perusahaan, PLN, dan BPN.
Rapat Koordinasi perizinan bidang perkebunan Kabupaten Landak membahas permasalahan-permasalahan pokok pada perizinan bidang perkebunan yang ada dikabupaten Landak,rapat koordinasi dibuka secara langsung oleh Pj. Bupati Landak.
Dalam kata sambutan Pj.Bupati Landak,  Ir.Jakius Sinyor,  ada 13 poin permasalahan dalan perizinan perkebunan yakni, pertama, Revisi IUP belum terlaksana/terlambat karna,  perusahaan tidak menindaklanjuti permohonan,  perusahaan enggan mengurangi luas IUP sesuai dengan kemampuan penguasa lahan,  persyaratan kurang lengkap,  peralihan kepemimpinan daerah (bupati), perusahaan enggan merevisi IUPnya dengan alasan kebun plasma apabila di HGUkan tidak boleh keluar dari IUP (multi tafsir terhadap permentan 98 dengan regulasi BPN),  Ada perusahaan yang emggan melakukan revisi IUP disinyarir IUP menjadi dari jaminan.
Kedua,  Perkebunan belum membagikan kebun plasma dengan alasan, belum kadastral BPN, belum HGU oleh BPN,  pemisahanan kebun plasma dengan kebun inti dengan SK Bupati, sosialisasi awal tentang bagi lahan. Ketiga,  NPWP dan izin yang masih beralamat diluar Kabupaten Landak. Keempat,  belum semua perusahaan kebun sawit membangun pabrik pengolahan.  Kelima,  Sengketa tapal batas wilayah antar Kebupaten contoh,  PT. Hilton dengan PT. Ahal (Suak barengan dengan Parigi dan Caong),  PT. Condong Garut terletak didaerah Kabupaten Landak dengan Kabupaten Mempawah. Keenam,  Perusahaan sering berganti pimpinan manajer lapangan,  sedangkan direksi tidak pernah konsultasi dengan dinas terkait contoh,  PT. Malindo dan PT. Maliska.
Ketujuh,  Perusahaan yang GRTT tapi lahan tidak sepenuhnya dikelola jadi kebun plasma dan inti.
Kedelapan,  Kendaraan pengangkut buah sawit melebihi ruas dan kapasitas jalan.  Sembilan,  CSR,  laporan dari perusahaan.
Kesepuluh,  Kewajiban-kewajiban perusahaan (BPJS, UMK),  Sebelah,  Perizinan (internal Perusahaan). Dua belas,  Konflik antar sesama perusahaan, perusahaan yang melakukan kegiatan diluar izin yang dimiliki (tumbang tindih lokasi),  antara PKS PTPN XIII dengan PKS multi Perkasa Sejahtera masalah pembebasan lahan dan tanaman.  dan ketiga Belas, Konflik sosial/masyarakat, keterlambatan pembangunan kebun masyarakat kurang lebih 12,5 persen dari pembangunan kebun 6,6 persen dari realisasi pembebasan, kemitraan tidak transparan, hasil yang diterima petani sedikit,  ketenagakerjaan,  CSR (panen masal, pemagaran, pengurakkan dan penyegelan), Ulas Jakius Sinyor dalam kata sambutan untul membuka rapat koordinasi perizinan bidang perkebunan diaula kantor Bupati Landak.
Begitu juga disampaikan oleh PJ. Sekda Kabupaten Landak Alpius,  diharapkan pihak peusahaan untuk menerapkan aturan Pemerintah jangan sampai konflik perkebunan antara masyarakat dengan pihak masyarakat dibiarkan dan kalau ada masalah diharapkan pihak perusahaan harus lapor kepada Pemerintah,  toh nyatanya pihak pemerintah dapat menyelesaikan masalah dengan masyarakat, ungkap Alpius sekaligus kepala dinas Perkebunan Kabupaten Landak.
Klemen Apui ketua asosasi petani Kabupaten Landak,  juga meminta kepada pihak Perusahaan perkebunan untuk menyelesaikan masalah dan perlu diintenfikasikan dan jangan dibiarkan berlalut-lalut Permasalahan yang diperusahaan banyak ditangan pemerintah,  masyarakat dan pihak investor itu sendiri, papar Klemen Apui. (Red.y)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS